Lovely ToBe a Muslimah

Bahagia bisa berbagi..

Ada kejadian, seorang laki-laki sebelum menikah menginginkan istri yang cantik parasnya dan beberapa kriteria lainnya. Tetapi pada saat pernikahan, dia mendapatkan istrinya sangat jauh dari kriteria yang ia tetapkan. Subhanallah! Inilah jodoh, walaupun sudah berusaha keras, tetapi jika Allah menghendaki lain, semua akan terjadi. Pada awalnya ia terkejut karena istrinya ternyata kurang cantik, padahal sebelumnya sudah nazhar (melihat) calon istrinya tersebut. Sampai ayah dari pihak suami menganjurkan anaknya untuk menceraikan istrinya tersebut. Tetapi kemudian ia bersabar. Dan ternyata ia mendapati istrinya tersebut sebagai wanita yang shalihah, rajin shalat, taat kepada orang tuanya, taat kepada suaminya, selalu menyenangkan suami, juga rajin shalat malam.
Pada akhirnya, setelah sekian lama bergaul, sang suami ini merasa benar-benar puas dengan istrinya. Bahkan ia berpikir, lama-kelamaan istrinya bertambah cantik, dan ia sangat mencintai serta menyayanginya. Karena kesabaranlah Allah menumbuhkan cinta dan ketentraman. Ternyata faktor fisik tidaklah begitu pokok dalam menentukan kebahagiaan dan keharmonisan rumah tangga, walaupun bisa juga ikut berperan menentukan.
Berikut ini kami bawakan kiat-kiat praktis sebagai ikhtiar merekatkan cinta kasih antara suami istri, sehingga keharmonisan bisa tercipta.

Panduan Iedul Qurban

‘Iedul Qurban adalah salah satu hari raya di antara dua hari raya kaum muslimin, dan merupakan rahmat Allah shubhaana wa ta'ala bagi ummat Muhammad shallallahu 'alahi wa sallam . Hal ini diterangkan dalam hadits Anas radhiyallahu 'anhu, beliau  berkata: Nabi shallallahu 'alahi wa sallam  datang, sedangkan penduduk Madinah di masa jahiliyyah memiliki dua hari raya yang mereka bersuka ria padanya (tahun baru dan hari pemuda /aunul mabud), maka (beliau) bersabda:



“Aku datang kepada kalian, sedangkan kalian memiliki dua hari raya yang kalian bersuka ria padanya di masa jahiliyyah, kemudian Allah menggantikan untuk kalian du a hari raya yang lebih baik dari keduanya; hari ‘Iedul Qurban dan hari ‘Iedul Fitri.” (HR. Ahmad, Abu Daud, An-Nasai dan Al-Baghawi, shahih, lihat Ahkamul Iedain hal. 8).

Akhir-akhir ini di media lagi heboh membahas tentang salaman seorang pejabat negara yang dikenal cukup concern terhadap syariat dan tak pernah mau bersalaman dengan lawan jenis yang bukan mahram, tiba-tiba saja bersalaman dengan seorang istri dari tamu negara.Hal ini diliput secara live oleh media nasional , bahkan menjadi pemberitaan di  media internasional.

Hal yang cukup disayangkan, karena hal tersebut dilakukan oleh seorang tokoh yang menjadi panutan. Bahkan dengan santainya dia mengatakan bahwa "Dalam situasi tertentu ada hal-hal yang saya tolerir dan hal tersebut dalam Islam tidak termasuk dosa besar," tulisnya [baca di sini]

Hmm.. sungguh miris dan memprihatinkan, karena bisa saja hal tersebut dicontoh oleh banyak orang.  Di saat seharusnya seorang muslim bangga akan keislamannya & menjadi pemberi contoh dalam hal kebaikan, tapi dengan mudahnya hal itu tergadaikan hanya demi jabatan, popularitas, dan hal-hal dunia lainnya, naudzubillahi mindzalik.

Bagi yang telah berkunjung..

Powered By Blogger