Lovely ToBe a Muslimah

Bahagia bisa berbagi..

Tampilkan postingan dengan label poetry. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label poetry. Tampilkan semua postingan

See U Again..

for all my sisters..
everyone seems to have something they need to do..
i'll learn to Live my life..
thank you very much for everything you've done..

It’s hard to say.. good bye..
And i won’t, Coz i believe, we’ll meet again..
Just wanna say.. See u again..

Luv u all..
Uhibbukunna fillah..
^.^

*see u again Bandung*
I leave u today.. i’ll back someday.. InsyaAllah

Ada dua hal yang pasti dalam hidupku yaitu saat kelahiranku dan saat kematianku. Yang belum aku ketahui adalah kejadian sebelum kelahiranku, yang mungkin tidak akan pernah dapat kuingat, saat aku berada dalam rahim ibuku, dan saat sebelum itu. Lalu kejadian antara kelahiran dan kematianku, yang sedang kujalani saat ini.

Setiap detiknya waktu selalu ditambahkan, tidak ada kesempatan mundur. Dan terakhir adalah kejadian sesudah kematianku, sesuatu yang belum aku jalani dan aku takuti.

Kini, aku sedang menjalani kehidupan. Terjebak dalam lingkaran ruang dan waktu. Di atas bumi dan hitungan dua puluh empat jam sehari, yang dibagi-bagi dalam beberapa segmen pekerjaan dan rutinitas yang harus kujalani.

Apa yang kucari di kehidupan ini? Kebahagiaan? Seperti apakah kebahagiaan itu. Apa yang membuatku bahagia?
Pernah aku mencoba menelusuri,ah...ternyata seperti "Lorong tak berujung"
Tambah ku gali tambah tak ber ujung....

Aku menyerah. Aku percaya pada Tuhan....(Give Up...!!!)
Aku pasrah. Aku percaya pada Tuhan.
Aku pasrah, tentang adanya rahasia.
Aku pasrah, bahwa sebelum dan sesudah itu ada dalam genggaman rahasia
Tidak ada seorang manusiapun yang dapat menolongku, karena mereka semua sama seperti aku
Aku akan mengikuti jalan Tuhan.

Dan demikianlah aku kini.
Aku mencoba menjalani jalan Tuhan.
Itu terjadi sejak bertahun-tahun yang lalu.
Dan sejak itu pula, aku memang tetap sendirian, tetapi aku mempunyai harapan.
Dan harapan itu pula yang selalu diucapkan oleh Tuhan.
Dan, sejak bertahun-tahun pula, aku mulai berubah.

Aku mulai masuk ke dalam gerbang jawabannya
Aku menjadi seorang penyendiri yang tidak sendiri
Segala sesuatu semakin memiliki makna
Dan saat makna itu kupahami, aku merasa bahagia.
Ya, itulah kebahagiaanku kini yang membuat aku menangis.....

Ya, dunia ini bagaikan mimpi.
Aku sedang bermimpi.
Mimpi yang tampak sangat nyata.
Mataku tidak hanya sepasang melainkan dua pasang.
Dan, waktu terus berjalan.....
Waktuku mungkin tidak akan lama lagi.
Aku tidak peduli.....
Yang kupedulikan adalah apa yang kujalani hari ini
Sudahkah kulakukan yang terbaik...???

 
Sebagian besar condong kepada perhiasan dunia tersebut dan menjadikannya sebagai tujuan terbesar dari cita-cita, cinta dan ilmu mereka. Padahal semua itu adalah perhiasan yang sedikit dan akan hilang dalam waktu yang sangat cepat.”


Asy-Syaikh ‘Abdurrahman As-Sa’di dalam tafsirnya mengatakan, “Allah memberitakan dalam dua ayat ini (Ali ‘Imran: 13-14) tentang keadaan manusia kaitannya dengan masalah lebih mencintai kehidupan dunia daripada akhirat, dan Allah menjelaskan perbedaan yang besar antara dua memberitakan bahwa hal-hal tersebut (syahwat, wanita, anak-anak, dsb) dihiaskan kepada manusia sehingga membelalakkan pandangan mereka dan menancapkannya di dalam hati-hati mereka, semuanya berakhir kepada segala bentuk kelezatan jiwa.

Sebagian besar condong kepada perhiasan dunia tersebut dan menjadikannya sebagai tujuan terbesar dari cita-cita, cinta dan ilmu mereka. Padahal semua itu adalah perhiasan yang sedikit dan akan hilang dalam waktu yang sangat cepat.
(Azis Setiawan)

Cermin adalah untuk melihat fisik diri, tapi setiap kaliku bercermin, aku merasakan aku bukanlah aku.. aku bukanlah diriku.. aku bukanlah sebaik yang orang lihat, sesungguhnya dalam hatiku aku sangat berbeda..
Aku melihat di cermin hanyalah sebuah topeng dengan segala atribut yang kupakai. Aku sedih karena aku bukanlah aku..
Kealiman yang orang pikir tentang diriku selama ini ternyata membuat diriku tetap menjadi topeng jika sikapku tidak berubah dari kekotoran hati dan sikap yang tak tampak oleh luar. Ku melihat topeng dalam cermin..
Aku ingin membuang topeng ini, tapi aku yakin bahwa tidak ada seorangpun yang bisa melepaskannya kecuali diriku sendiri. Semuanya berawal dari diriku dan harus diakhiri dari diriku juga.
Ketulusan hati, keinginan kuat untuk berubah, ingat akan akibat yang akan kupertanggungjawabkan kelak sebagai diriku, yang hanya mampu melepaskan topeng itu.
Aku berharap dilain kali aku bercermin aku tidak lagi melihat topeng tetapi wajahku. Moga kita semua nanti bisa bercermin dengan cermin dan wajah yang tidak menipu, setidaknya kita tidak akan jatuh pada kesalahan yang sama untuk kedua kalinya, moga Allah memaafkankku atas kesalahanku karena aku yakin didalam setiap kejadian ada mutiara hikmah yang sangat besar dan bersinar untuk diriku maupun orang lain, mungkin kita tidak akan melihat topeng lagi tetapi justru Putri atau Pangeran Dalam Cermin...

-TanYa ???-


Jika masih ada rasa kecewa..
Benarkah kita sudah ikhlas???

Jika masih ada rasa sakit..
Benarkah kita sudah ridho???

Jika masih ada rasa sedih..
Benarkah kita sudah sabar???

Jika masih ada tanya.. 'mengapa?'..
Benarkah kita sudah.. ikhlas.. sabar.. & ridho serta tawakkal???

Wanita Suci

Dari hati seorang ikhwan..









Wanita suci,
Mungkin aku memang tak romantis tapi siapa peduli?
Karena toh kau tak mengenalku dan memang tak perlu mengenalku.
Bagiku kau bunga, tak mampu aku samakanmu dengan bunga terindah sekalipun.
Bagiku manusia adalah makhluk yang terindah, tersempurna dan tertinggi.
Bagiku dirimu salah satu dari semua itu, karenanya kau tak membutuhkanpersamaan.

Wanita suci,
Jangan pernah biarkan aku manatapmu penuh, karena akan membuatkumengingatmu.
Berarti memenuhi kepalaku dengan inginkanmu.
Berimbas pada tersusunnya gambarmu dalam tiap dinding khayalku.
Membuatku inginkanmu sepenuh hati, seluruh jiwa, sesemangat mentari.
Kasihanilah dirimu jika harus hadir dalam khayalku yang masih penuh Lumpur.
Karena sesungguhnya dirimu terlalu suci.

Wanita suci,
Berdua menghabiskan waktu denganmu bagaikan mimpi tak berujung.
Ada ingin tapi tak ada henti.
Menyentuhmu merupakan ingin diri, berkelebat selalu, meski ujung penutupmu pun tak berani kusentuh.
Jangan pernah kalah dengan mimpi dan inginku karena sucimu kaupertaruhkan.
Mungkin kau tak peduli
Tapi kau hanya menjadi wanita biasa di hadapanku bila kau kalah.
Dan tak lebih dari wanita biasa.

Wanita suci,
Jangan pernah kautatapku penuh
Bahkan tak perlu kaulirikkan matamu untuk melihatku.
Bukan karena aku terlalu indah, tapi karena aku seorang yang masih kotor.
Aku biasa memakai topeng keindahan pada wajah burukku, mengenakan pakaian sutra emas.
Meniru laku para rahib, meski hatiku lebih kotor dari Lumpur.
Kau memang suci, tapi masih sangat mungkin kau termanipulasi.
Karena kau toh hanya manusia-hanya wanita.

Wanita suci,
Beri sepenuh diri pada dia sang lelaki suci yang dengan sepenuh hati membawamu kehadapan Tuhanmu.
Untuknya dirimu ada, itu kata otakku, terukir dalam kitab suci, tak perlu dipikir lagi.
Tunggu sang lelaki itu menjemputmu, dalam rangkaian khitbah dan akad yang indah.
Atau kejar sang lelaki suci itu, karena itu adalah hakmu, seperti dicontohkan ibunda Khadijah.
Jangan ada ragu, jangan ada malu, semua terukir dalam kitab suci.

Wanita suci
Bariskan harapanmu pada istikharah sepenuh hati ikhlas.
Relakan Allah pilihkan lelaki suci untukmu, mungkin sekarang atau nanti, bahkan mungkin tak ada sampai kau mati.
Mungkin itu berarti dirimu terlalu suci untuk semua lelaki di fana saat ini.
Mungkin lelaki suci itu menanti di istana kekalmu, yang kaubangun dengan segala kekhusyu'an tangis do'amu.

Wanita suci
Pilihan Allah tak selalu seindah inginmu, tapi itu pilihan-Nya.
Tak ada yang lebih baik dari pilihan Allah.
Mungkin kebaikan itu bukan pada lelaki yang terpilih itu, melainkan pada jalan yang kaupilih,
seperti kisah seorang wanita sudi di masa lalu yang meminta ke-Islam-an sebagai mahar pernikahannya.
Atau mungkin kebaikan itu terletak pada keikhlasanmu menerima keputusan Sang Kekasih Tertinggi.
Kekasih tempat kita memberi semua cinta dan menerima cinta
dalam setiap denyut nadi kita
( suara hati seorang ikhwan - situs sahabat)

Dengarkanlah wahai wanita..Suara Hati Seorang Ikhwan untuk Seluruh Wanita Suci di Dunia..
Jagalah kesucianmu..krn kau terlahir 'suci'..
Marilah kita menjadi 'wanita suci' yang dinanti oleh para 'lelaki suci' d dunia serta di akhirat kelak.. (amiin)

Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (surga) [Qs.24:26]

Duhai manusia..
Tak Ada yang patut disombongkan..
Karena kau hanyalah kotoran..
dirimu hanyalah kotoran..
pernah kau mencoba mengamati dirimu?
Bukankah semua bagian dari dirimu adalah kotoran?
Matamu???..hanyalah sesuatu yang mengeluarkan kotoran..
Hidungmu???..juga hal yang sama..
Telinga???..juga sama..
Mulut???..juga sama bukan???
.....
.....
.....
dan semua bagian dirimu adalah kotoran..
semua hanyalah kotoran..
jadi???
Betapa kotornya diri kita..
Kita hanyalah tempat kotoran yang berjalan..
Kita hanyalah wc yang berjalan..
jadi???
Tak ada yang patut untuk disombongkan..
karena kita hanyalah seonggok kotoran..


*Sedang merenungi KebesaranNya..& kekotoran diri..*


Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung 
[ Qs.17 :37] 

"Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri," (Luqman: 18)

Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a, bahwasanya Rasulullah saw. bersabda, "Keperkasaan adalah sarang-Ku dan kesombongan merupakan selendang-Ku. Barangsiapa merebutnya dari-Ku maka Aku akan menyiksanya," (HR Muslim [2620]).

Masih dari Abu Hurairah r.a, ia berkata, "Rasulullah saw. pernah bersabda, 'Ada tiga orang yang tidak akan diajak oleh Allah pada hari kiamat kelak, tidak akan disucikan, tidak akan diperhatikan dan untuk mereka siksaan yang pedih, orang tua pezina, raja yang berdusta, dan orang fakir yang sombong'," (HR Muslim [107).

Masih dari Abu Hurairah r.a, ia berkata, "Rasulullah saw. pernah bersabda, 'Ketika seorang laki-laki berjalan dengan mengenakan dua helai pakaian dengan sombong dan merasa kagum terhadap dirinya sendiri, tiba-tiba Allah menenggelamkannya ke dalam bumi dan ia tetap seperti itu hingga hari kiamat'," (HR Bukhari [5789] dan Muslim [2088]).

-dAri HaTi-

Bacalah dengan hati…karena tulisan ini datang dari hati…

Wahai saudariku aku rindu padamu
Kemanakah engkau pergi
Aku rindu melihatmu seperti dulu
Cantik berbalut jilbab yang rapi
Cantik memakai gamis yang lebar
Cantik karena kau menutupi kecantikanmu
Cantik karena kau adalah ciptaanNYA

Aku rindu padamu
Rindu berjuang bersama di jalan dakwah
Rindu bersama-sama memikirkan umat
Rindu merasakan nikmat berhijrah karenaNYA

Kemanakah engkau pergi
Kemanakah dunia membawamu pergi
Tidakkah kau juga rindu
Tidakkah kau ingin kembali
Bersama-sama karenaNYA
Saling mencintai karenaNYA

Kemanakah engkau pergi
Mengapa engkau pergi
Apakah aku telah menyakitimu
Apakah aku telah mengecewakanmu
Aku memang tak sempurna
Tak layak untuk kau cintai

Wahai Saudariku, kembalilah
Bukan karena aku, tapi karena DIA
DIA Yang Maha Sempurna
DIA yang takkan pernah menyakitimu
DIA yang takkan pernah mengecewakanmu
DIA yang seharusnya kau cintai

Kembalilah karena cintaNYA
Karena DIA Mencintaimu
Karena DIA juga merindukanmu untuk kembali
Karena DIA terlalu sempurna untuk kau tinggalkan

‘R’@Bandung-310508-08:02am



Ditulis untuk saudari2ku yang terlepas dari jalan dakwah
Ukhtifillah…jalan dakwah memang penuh onak dan duri, tak pernah mulus, karenanya perlu mujahadah yang besar untuk melaluinya, perlu semangat yang membara untuk menghadapinya, namun semua itu akan bisa dilalui jika kita punya “cinta” dariNYA. Jika kita memang hanya mengharap cintaNYA, maka onak dan duri akan terasa nikmat… cobalah rasakan…
Ukhti…ana uhibbuki fillah…







Sekilas tentang..

Fenomena Futur

Fenomena futur bisa melanda siapa saja, bahkan aktifis dakwah sekalipun. Tidak sedikit kita jumpai orang-orang Muslim—bahkan sebagian di antaranya dikenal sebagai aktivis Islam—yang dulu rajin beribadah, giat menuntut ilmu (syar'i), dan aktif berdakwah, kini berbalik arah menjadi orang yang malas menunaikan perintah-Nya, enggan mendatangi majelis-majelis ilmu, serta masa bodoh terhadap problematika umat. Para ulama menyebut orang seperti ini telah terjangkit penyakit futur.

Futur biasanya terjadi secara perlahan-lahan, sehingga tanpa disadari seorang Muslim yang menderita penyakit ini setelah beberapa waktu kemudian—entah dalam hitungan pekan, bulan, bahkan tahun—akan berubah 180 derajat dari figur yang 'shaleh' menjadi sosok yang 'salah'.

Sebagai contoh, ada seorang akhwat yang konsisten berbusana Muslimah, bahkan lengkap dengan cadarnya. Namun perlahan-lahan cadarnya dilepas. Bahkan jilbabnya pun semakin lama semakin kecil, hingga akhirnya ia mengenakan busana plus kudung gaul yang tipis dan menampakkan lekuk-lekuk tubuhnya. Tidak hanya itu, akhwat tersebut semakin terlihat 'menor' dengan aneka make-up di wajahnya. Bukan hanya itu, satu persatu maksiat mulai berdatangan padanya, yang tadinya menjaga pandangan kini bablas dalam memandang yang haram, yang tadinya menjaga sentuhan dari lawan jenis (contoh: berjabat tangan dengan lawan jenis), kini itu menjadi keseharian baginya, yang tadinya mengharamkan pacaran kini menjadi pelakunya,Naudzubillah.

Karena jika kita sudah berteman dengan suatu maksiat, dan tidak merasa khawatir karenanya, maka teman-teman maksiat lain akan mudah berdatangan dan menjadi teman kita, bahkan mudah untuk menjadi akrab dengan diri kita, mulai dari maksiat yang “low class” hingga “high class”. So untuk menghindari diri dari serbuan maksiat, jangan coba-coba berteman dengannya, walaupun hanya sekedar coba-coba, jangan pernah memenuhi ‘undangannya’ atau hanya sekedar membuka pintu untuknya walaupun hanya sekali, karena sekali berteman kita akan mudah merasa terbiasa dengannya karena dia sangat pandai bergaul, dan amat menyenangkan, bahkan bisa membuat jadi ketagihan.

Kadang-kadang para sahabat sang akhwat pun mengetahui kondisi tersebut, namun perubahan drastis tersebut terus berlanjut berjalan perlahan-lahan dikarenakan sang akhwat 'menyalahkan' jamaahnya—terutama dari kalangan ikhwan—yang enggan 'menyelamatkannya' (baca: menikahi), sehingga ia pun memisahkan diri dari jamaah, mencari komunitas lain, dan berharap di komunitas—yang jauh dari agama—tersebut ia berharap mendapatkan jodoh. Jadi pada kasus ini sang akhwat dikatakan terkena penyakit futur melalui sebab mantiq tabriri (menyalahkan orang lain).

Selain mantiq tabriri, masih banyak lagi sebab-sebab seseorang terjangkit virus futur. Muhammad bin Husein Ya'qub dalam buku Futur Sindrom Awal Petaka—menyebutkan ada 18 penyebab penyakit berbahaya ini beserta terapi-terapinya. Di antara penyebab datangnya virus tersebut adalah ghurur (arogansi), gila popularitas, dan panjang angan-angan.

Warning!!!


Hati-hati dengan penyakit ini, karena bisa mengenai siapapun!!!




Semoga bisa bermanfaat bagi kita semua…
Datang dari hati…untuk hati…

Bagi yang telah berkunjung..

Powered By Blogger