Lovely ToBe a Muslimah

Bahagia bisa berbagi..

Tampilkan postingan dengan label nasehat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label nasehat. Tampilkan semua postingan

Bagi seorang gadis, ada masa penantian yang acapkali menimbulkan suasana rawan, menanti jodoh. Padahal jodoh, maut dan rezeki adalah wewenang Allah semata. Tak ada sedikitpun hak manusia untuk mengklaim wewenang tersebut. Tapi, watak manusia terkadang lupa dengan janji Allah. Apalagi bila lingkungan sekitarnya terus menerus memburu'nya untuk menikah, sementara jodoh yang dinantikan tak kunjung tiba. Dalam keadaan demikian, kerap muncul bermacam efek yang dapat membahayakan dirinya.

Seorang wanita akan dianggap dewasa bila ia telah mengalami menstruasi. Islam mencatat masa ini sebagai masa awal mukallafnya seorang wanita. Yang perlu diketahui, wanita sekarang menjadi akil baligh jauh lebih cepat dibanding masa dahulu. Dua puluh tahun yang lampau, wanita paling cepat mengalami menstruasi pada usia 15 tahun. Namun pada masa ini, tak jarang wanita mulai mens pada usia 11 tahun. Akibatnya, kedewasaan wanita terhadap masalah-masalah perkawinan akan meningkat secara cepat.
Keresahan mulai melanda tatkala usia sudah merangkak naik, tapi calon suami tak kunjung datang. Tanpa disadari, ada perilaku-perilaku yang mestinya tak layak dilakukan oleh seseorang yang sudah dianggap sebagai teladan dilingkungannya. Ada muslimah-muslimah yang menjadi sangat sensitif terhadap acara-acara walimah ataupun wacana-wacana seputar jodoh dan pernikahan. Ada juga yang bersikap seolah tak ingin segera menikah dengan berbagai alasan seperti karir, studi maupun ingin terlebih dulu membahagiakan orang tua. Padahal, hal itu cuma sebagai pelampiasan perasaan lelah menanti jodoh.
Sebaliknya, ada juga muslimah yang cenderung bersikap over acting. Terlebih bila sedang menghadiri acara-acara yang juga dihadiri lawan jenisnya. Ia akan melakukan berbagai hal agar "terlihat", berkomentar hal-hal yang nggak perlu yang gunanya cuma untuk menarik perhatian, atau aktif berselidik jika mendengar ada laki-laki (ikhwan) yang siap menikah. Seperti halnya wanita dimata laki-laki, kajian dengan tema "ikhwan" pun menjadi satu wacana favorit yang tak kunjung usai dibicarakan dalam komunitas muslimah.

Data yang terlihat dibeberapa biro jodoh juga menambah daftar panjang fenomena yang menggambarkan betapa kaum Hawwa sangat dihantui masalah-masalah rawan yang membuat kita berpikir panjang dan harus segera dicarikan jalan keluarnya.

Tentang hal diatas, Al qur'an dengan apik mengisahkan ketidakberdayaan seorang wanita menghadapi masa penantian. "Dan janganlah kamu seperti seorang perempuan yang menguraikan benangnya yang sudah dipintal dengan kuat, menjadi cerai berai kembali ..." (QS. An Nahl:92).

Pernikahan memang bukan fardhu. Tidak ada dosa atas seseorang yang tidak menikah selama ia memang tidak menentang sunnah Rasul ini. Jadi, sekarang atau nanti kita menikah, bukanlah problem utama. Yang terpenting adalah bagaimana mengisi masa-masa penantian ini dengan hal-hal yang positif ataupun aktifitas yang berkenaan dengan persiapan pra nikah.

Persiapan berawal dari hati. Kebersihan hati akan membuat seseorang tenang dalam melangkah. Istilah "perawan tua" tidak akan menggetarkan perjalanannya dan membuat dia berpaling dari jalan dakwah. Kalaupun tak berjodoh di dunia, bukankah Allah akan menggantikannya di akhirat kelak sesuai dengan tingkatan amalnya?

Kebersihan hati juga akan sangat menentukan sikap qona'ah (ikhlas menerima dan merasa cukup) terhadap pemberian Allah. Sehingga ia dengan senang hati menerima, jika sekiranya Allah memberinya jodoh seseorang yang secara fisik (selain agama) tidak sesuai harapannya, agar tidak kaget melihat standar kebahagiaan yang diluar bayangannya.

Orang tua dan keluarga juga perlu dikondisikan, agar mereka tidak menyalahkan Islam. Banyak orang tua yang beranggapan bahwa jilbab adalah yang selama ini menjadi penghalang anaknya tidak mendapatkan pasangan.

Selain itu, bersabar dan berdo'a nampaknya merupakan kunci mutlak untuk menstabilkan moral (akhlaq). Dengan kesabaran, ada pintu-pintu yang terbuka yang barangkali tak terlihat ketika kita sedang sempit dada. Dengan do'a, ada jalinan mesra dengan Sang Pemilik. Mungkin tidak saat itu juga do'a-do'a kita akan segera dikabulkan, tetapi bukankah do'a adalah ibadah? Jadi, semakin banyak do'a terucap, semakin banyak pula ibadah dilakukan.
Buat para muslimah yang baru saja menikmati keindahan meneguk bahtera rumah tangga, tampaknya ada sikap yang harus dilakukan untuk menjaga perasaan muslimah yang belum menikah. Istri-istri baru itu, biasanya senang "mengompori". Sebenarnya sikap ini sah-sah saja, agar tampak bukti bahwa menikah tanpa pacaran, menikah dalam rangka dakwah adalah "pengorbanan" yang menyejukkan. Tapi jika hanya sekedar memanasi tanpa solusi, sebaiknya sikap seperti itu ditahan. Apalagi jika si muslimah
itu tidak siap dengan cerita-cerita seputar nikah itu, bisa jadi akan memedihkan perasaannya.

Namun demikian, lain halnya dengan muslimah-muslimah yang 'bandel', yang dengan berbagai alasan kerap menolak untuk menikah meski seharusnya sudah siap. Baik tuntutan dakwah maupun tuntutan lainnya.

Menikah adalah ibadah. Tapi, ia bukan satu-satunya ibadah. Masih banyak alternatif ibadah yang bisa dilakukan. Alangkah naifnya bila kita malah banyak membuang waktu untuk memikirkan masalah pernikahan yang tak kunjung juga teralami. Masih banyak pekerjaan dan hal lain yang membutuhkan penyaluran potensi kita. Mumpung masih gadis, optimalkanlah potensi diri. Karena kelak, jika kesibukan menjadi istri dan ibu menghampiri kita, waktu untuk menuntut ilmu, menghapal ayat Qur'an dan hadits, bahkan untuk bertemu Allah di sepertiga malam, tentu saja akan berkurang. Nah, kenapa tidak kita optimalkan sejak sekarang?
"Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad diantaramu, dan belum nyata orang-orang yang sabar" (QS 3:142)


Sumber: Eramuslim

Bete? Ngaji Aja!


Buat kamu yang lagi bete, rasanya emang nggak enak ati ye. Bawaannya uring-uringan mulu, kepala nyut-nyutan, hilang mood deh. Terus sebel juga pas ngeliat wajah-wajah yang kita nggak sukai. Phew, pokoknya kalo lagi bete rasanya hilang semangat tuh. Lemes! Mau ngapa-ngapain juga bawaannya males.
Sobat muda muslim, kalo kita kena sindrombete, itu karena kita kehilangan sesuatu yang bisa bikin kita seneng ati. Mungkin perlu ditanyain sama diri kamu sendiri, kira-kira apa yang bikin kamu bete. Mungkin tentang teman yang marahan sama kamu. Bisa juga bejibunnya tugas-tugas sekolah yang kayaknya kagak ada abisnya. Suasana rumah yang berantakan; bukan cuma berantakan kondisi fisiknya, tapi juga amburadul suasana hati para penghuninya. Ortu bawaannya ma-rah-marah mulu, adik rewel aja. Pusing!
Eh, bisa juga bikin bete kalo kamu nggak ada kegiatan di luar rumah. Ngadem di rumah mulu bisa bikin boring. Apalagi seharian nggak ada kawan yang nyapa. Wuih, dunia rasanya sempit bin sumpek, dan kita merasa satu-satunya penghuni yang jadi korban. Walah?
Kegiatan kamu yang itu-itu aja dan bertemu dengan kawan-kawanmu yang tam-pangnya udah sering kita kenal adakalanya bisa bikin bete, lho. Tentu, jika kegiatan itu nggak bikin kamu merasa tertantang untuk membuatnya lebih seru dan dinamis. Sama bikin bosennya kalo ketemu temen-temen kita yang udah kita apal banget, tapi dengan kualitas pertemuan nggak meningkat. Setiap ketemu cuma ditanyain hal-hal yang formal doang. Nggak pernah basa-basi nanya kabar kamu; kondisi fisik dan mental, keluarga, dan juga tentang kegiatan dirimu hari ini, misalnya.
Yup, gimana pun juga, kita butuh teman dan orang yang bisa memberikan warna dalam hidup kita supaya kita nggak cepet boring bin bete dalam ngejalanin hidup ini. Ada yang bisa memberikan sentuhan-sentuhan untuk pikiran dan perasan kita dengan beragam informasi en kegiatan yang menyenangkan. Tul nggak?
Nah sobat muda muslim, jika kamu udah mulai merasa bete karena alasan-alasan tadi, dan mungkin juga alasan lainnya yang kebetulan belum sempat diungkap di sini, bolehlah coba untuk ikutan ngaji aja.
Ngaji? Nggak salah neh? Bukankah malah tambah bikin bete tuh kegiatan? Ah, nggak usah ngambek en nepsong dulu deh. Mendingan cobain aja. Nggak rugi kok kalo kamu aktif ngaji. Malah bisa bikin enak ati. Karena kita dibimbing untuk ngerti tujuan hidup kita. Lagian, selama ini belum ada tuh anak ngaji yang bawaannya sutris melulu. Kalo pun ada, biasanya tuh bocah sulit nyetel dengan komunitas anak ngaji. Kenapa sulit nyetel? Bisa aja niat gabungnya nggak mantep. Jadi masih angin-anginan. Betul?
Oke deh, mungkin ada yang bertanya, kenapa dengan ngaji bisa bikin nggak bete? Emang apa aja sih keuntungan kalo kita ngaji? Ini jawabannya:

Mengajarkan makna hidup
Sobat muda mus-lim, hidup dapat didefinisikan dari dua aspek. Per-tama, aspek bi-ologis dan kedua, aspek sosiologis. Dari aspek bio-logis, hidup (al hayah) seperti di-ungkapkan oleh Ghanim Abduh da-lam Naqdhul Isytirakiyah al-Marksiyah (Kritik terhadap Sosialis-Marxis) adalah sesuatu yang maujud (ada) dalam makhluk hidup (asy-syai'u al-qaa'im fi al- ka'ini al-hayyi).
Dalam pengertian ini, hidup dipahami sebagai esensi alias intisari yang membuat sesuatu menjadi hidup, yang membedakannya dengan benda-benda mati, baik benda itu 'benda mati secara asli' kayak batu, maupun benda mati dalam arti benda yang sebelumnya berasal dari benda hidup, seperti kayu. Nah lho, moga kamu nggak bingung. Hehehe..
Hidup, dengan demikian, nampak dan eksis dengan berbagai tanda-tandanya, seperti kebutuhan akan nutrisi, gerak, peka terhadap rangsangan, pertumbuhan, dan perkembang-biakan. Lawan dari hidup dalam pengertian biologis ini, adalah mati. Yakni tiadanya atau hilangnya tanda-tanda kehidupan pada sesuatu. Maka, batu adalah benda mati karena tak ada satu pun tanda-tanda kehidupan padanya. Demikian pula seseorang yang telah membujur kaku di kamar jenazah disebut telah mati, karena telah hilang darinya tanda-tanda kehidupan yang semula dimilikinya. Nah, yang lagi baca ini, masih hidup kan? Gubrakzz..!
Oya, kalo tadi secara biologis, sekarang berdasarkan sosiologis, yakni hidup berkaitan erat dengan segala perbuatan manusia yang terwujud dalam seluruh interaksi yang dilakukannya. Dengan pandangan yang demikian, hidup berarti menyangkut seluruh aktivitas manusia dalam berbagai macam interaksinya satu sama lain. Ketika manusia melakukan aktivitasnya dalam bidang ekonomi, politik, sosial, budaya, pendidikan, dan lain-lain, berarti dia telah melakukan interaksi dengan manusia lainnya. Artinya, dia telah menjalani atau "mengisi" hidupnya.
Pertanyaannya, untuk apa sih kita hidup? Kalo kita ngaji, nanti bakalan diajarkan tentang keberadaan kita di dunia ini. Dari mana kita berasal, untuk apa kita hidup dunia, dan akan kemana kita setelah kehidupan dunia ini. Kalo ditanya begini, kamu jangan ngeles dengan ngasih jawaban kayak lagu lawas ini: "Jangan dita-nya, kemana aku pergi.." Hehehe (maksain banget nggak seh?)
Sobat muda muslim, kayaknya kita kudu mulai serius mikirin soal hidup ini. Tapi juga nggak perlu tegang banget. Soal hidup ini, Allah Swt. berfirman: "Hai manusia sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakan kalian dan orang-orang sebelum kalian, agar kalian bertakwa." (QS al-Baqarah [2] : 21)
Nah, kalo kita nggak ngaji atau ogah belajar, nggak bakalan tahu tentang makna hidup ini. Itu sebabnya, kalo kita udah tahu bahwa kita adalah makhluk Allah dan diminta untuk menyembah-Nya sekaligus bertakwa, maka dijamin kita nggak bakalan bete dalam hidup ini. Sesulit apapun kehidupan yang kita jalani, kita bakalan menikmatinya dengan penuh kesabaran dan tawakal kepada Allah. Insya Allah tidak akan pernah merasa bete.

Memberikan ketenangan
Suer, ini bukan sulap bukan sihir. Kalo kamu ikut ngaji, insya Allah hati jadi tenang. Kok bisa sih? Begini sobat, komunitas anak ngaji itu bisa membantu kita menghindari risiko-risiko gaul yang nggak sehat. Kalo kita gabung di sana, kita dianggap sebagai mitra dan akan saling ngingetin kalo kita berbuat lalai dan maksiat. Maklumlah manusia, meski udah tahu seluk-beluk dalil dan hukum syara', ada aja lupa en teledornya.
Itu sebabnya, komunitas anak ngaji insya Allah akan memberikan bantuan pertama kalo kita berbuat salah. Mereka yang akan mengingatkan kita dan senantiasa menjalin persahabatan. Ikatan persahabatannya kuat karena dilandasi akidah islamiyah.
Komunitas anak ngaji memungkinkan kita kagak nyeleweng dari ajaran Islam. Aktivitas seks bebas dijauhi, dengan narkoba nggak bakalan coba-coba, termasuk malu berbuat kriminal. Dalam komunitas ini, kamu pun bisa menjalin hubungan baik dengan guru agama, dengan kakak pembina pengajian, dengan teman sebaya, keluarga, bahkan dengan kawan yang bukan berasal dari sekolah kita. Kawan kita jadi banyak dan tentunya dipenuhi dengan semangat kebersamaan dalam Islam. Asyik bukan? Coba, gimana nggak tenang hidup ini.

Menumbuhkan kreativitas
Kalo udah kreatif, insya Allah nggak bakalan bete deh. Nah, dengan gabung di komunitas anak ngaji, kita bakalan bisa mengukur dan menilai peran apa yang bisa kita berikan untuk komunitas ini. Kita bisa ikut berpar-tisipasi dalam aktivitas-aktivitas penuh arti dan memainkan peran penting. Percaya atau tidak, sambil jalan kamu bakalan bisa ambil hik-mahnya. Salah satunya, bisa mempelajari dan mempraktikkan cara-cara menyelesaikan masalah, mengambil keputusan, dan menentukan sasaran hidup.
Bener lho, bergaul bersama dengan komunitas anak ngaji dan ikut serta dalam beragam kegiatan yang digelar, bikin kita bisa lebih kreatif mengatasi persoalan hidup. Maklumlah, yang namanya ngurus kegiatan itu berarti rela mencurahkan segala upaya kita untuk maju bersama. Di sinilah kreativitas akan tumbuh. Bahkan bisa lebih mendewasakan kita dalam bersikap. Nggak percaya? Ayo gabung dengan komunitas anak ngaji! Insys Allah nggak bakalan nyesel. Pasti!

Memupuk jiwa sosial
Boleh percaya boleh tidak. Tapi kali ini kamu kudu percaya. Hehehe.. maksa banget ya? Begini sobat, dengan ikutan ngaji dan punya club anak ngaji, jiwa sosial kamu pun bisa terpupuk dengan baik. Di antaranya, menguta-makan dan melayani orang lain.
Islam mengajarkan untuk saling menolong dalam kebaikan. Menolong teman yang sedang dalam kesusahan adalah tanggung jawab kita dan itu perbuatan yang mulia. Keberadaan orang lain di sekitar kita jangan dianggap sebagai bilangan doang, tapi juga kudu diper-hitungkan. Kalo mereka membutuhkan uluran kita, ya kita kudu peduli. Sabda Rasulullah saw.: "Barangsiapa yang melapangkan suatu kesulitan di dunia bagi seorang mukmin, maka Allah pasti akan melapangkan baginya suatu kesulitan di hari Kiamat." (HR Muslim)
Nah, dengan terpupuknya jiwa sosial kita, insya Allah kita nggak bakalan lagi merasa bete kalo kita sedang dalam keadaan susah. Dengan menengok ke kalangan bawah, ternyata kita masih bisa makan dan minum dengan layak ketimbang mereka. Itu arti-nya, nggak adil kalo kita ma-sih bete dengan berkeluh kesah soal hidup. Bahkan se-baliknya, kita akan me-nolong mereka yang kondisinya lebih bu-ruk dari kita. Jadi, kalo kita nggak ngaji, mana tahu soal ini.

Memantapkan stabilitas
Sobat muda muslim, kalo kita ngaji dan bergabung dengan genk anak ngaji, bisa membuat hidup kita stabil. Harus kita akui bahwa se-panjang hidup kita, banyak hal bakal berubah. Kamu akan lulus sekolah, mungkin juga pergi meninggalkan rumah untuk kos di tempat kuliahmu nanti, atau mungkin bekerja. Belum lagi kalo terus berpindah-pindah tempat tinggal dan bekerja di lebih satu tempat, kita akan banyak menemukan yang serba baru.
Kondisi seperti ini, seringkali bikin bete kan? Mungkin kudu memulai lagi dari awal untuk menata pergaulan dengan lingkungan sekitar. Butuh waktu yang nggak sebentar euy. Tapi yakinlah, kalo kamu gabung dengan komunitas anak ngaji, dan ikut kajian di sana, kamu bakalan nggak bete. Kenapa?
Karena di mana pun kamu berada bakalan ketemu orang-orang yang menganut nilai-nilai yang sama dan berjuang untuk tujuan yang sama. Ini akan membuat kita punya motivasi yang tak ada habisnya sepanjang hidup kita. Di mana pun dan kapan pun. Insya Allah stabil, aman, dan terkendali.
Oke deh, semoga beberapa keuntungan ngaji dan gabung dengan komunitas anak ngaji ini bisa membuatmu kagak bete lagi. Sebaliknya, kita songsong kehidupan masa depan yang lebih baik. Apalagi jika tujuan kita selama ngaji tercapai, yakni ingin melanjutkan kembali kehidupan Islam di bawah naungan Khilafah Islamiyah. Wuih, senengnya bisa ikutan ber-juang. Jadi, ngaji yuk! Heu.euh!  [solihin] 

Buletin Gaul Islam_ Edisi 185/Tahun ke-5 (8 Maret 2004) 
 

Bismillah..

..All Muslims do not forget to FAST the 1st 9 Days of Zul-Hijja starting from 18th Nov. till the 26th! Post and RePost! Send and ReSend! Don't let it stop EVER..!

..ini adalah status yang terpasang di fb pada hari ini..mari kita amalkan & saling mengingatkan pada saudara2 kita sesama muslim betapa besar keutamaan pd bulan ini..


Alhamdulillah..kita telah memasuki bulan Dzulhijjah..hari ini adalah hari pertama di bulan dzulhijjah.. mari kita persiapkan diri agar bisa dijalani dengan penuh kebaikan dan berkah..



Diriwayatkan oleh Al-Bukhari, Rahimahullah, dari Ibnu 'Abbas Radhiyallahu 'Anhuma bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
"Tidak ada hari dimana amal shalih pada saat itu lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini, yaitu : Sepuluh hari dari bulan DzulHijjah. Mereka bertanya : Ya Rasulullah, tidak juga jihad fi sabilillah ?. Beliau menjawab : Tidak juga jihad fi sabilillah, kecuali orang yang keluar (berjihad) dengan jiwa dan hartanya, kemudian tidak kembali dengan sesuatu apapun"

Imam Ahmad, Rahimahullah, meriwayatkan dari Umar Radhiyallahu 'Anhuma, bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
"Tidak ada hari yang paling agung dan amat dicintai Allah untuk berbuat kebajikan di dalamnya daripada sepuluh hari (DzulHijjah) ini. Maka perbanyaklah pada saat itu tahlil, takbir dan tahmid "

Waktu yang dibolehkan berpuasa pada bulan dzulhijjah..
1. Puasa dari hari pertama hingga hari kedelapan.

Empat hal yang tidak pernah ditinggalkan oleh Rasulullah SAW: [1] Puasa hari Asyura, [2] Puasa 1-8 zulhijjah, [3] 3 hari tiap bulan dan [4] dua rakaat sebelum fajar. 
(HR. Ahmad, Abu Daud dan Nasai).

2. Puasa pada hari ke-9. Hari ke-9 ini juga dikenal dengan hari Arafah.
Puasa hari Arafah itu menggugurkan dosa setahun sebelumnya dan setahun sesudahnya  
(HR. Muslim)


 Waktu yang  diharamkan berpuasa di bulan Zulhijjah..

1. Pada hari ke-10 yang bertepatan dengan hari raya Ied al-Adha.

2. Pada hari ke-11, 12, dan 13 atau yang lebih dikenal dengan hari tasyriq


Dari Abu Hurairah ra bahwa mengutus Abdullah bin Huzafah keliling Mina, "Janganlah kamu puasa pada hari-hari ini (tasyriq), sebab ini adalah hari-hari makan dan minum serta hari zikir kepada Allah SWT"
(HR Ahmad dengan isnad jayyid)

Dari Ibnu Abbas ra bahwa Rasulullah SAW mengutus seseorang untuk mengumumkan, "Janganlah kamu puasa pada hari-hari ini (tasyriq), sebab ini adalah hari-hari makan, minum dan hari-hari bi'al*."
(HR Ath-Thabarny di dalam Al-Ausath 8052)

*Bi'al adalah jima' atau hubungan suami istri. Maksudnya pada hari itu dihalalkan untuk melakukan jima' antara suami istri.

Berusahalah untuk mendapatkan kesempatan yang baik ini sebelum hilang dari hadapan anda dan anda akan menyesal, betapa buruknya waktu bagi orang yang menyesal. Karena sesungguhnya dunia ini sangat sedikit harinya dan kita sekarang di kampung amal perbuatan dan besok kita akan berada di kampung pembalasan, perhitungan, syurga dan neraka. Maka jadilah anda orang-orang yang Allah sifatkan dalam firman-Nya :
Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada kami dengan harapan dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu’ kepada Kami (Al Anbiya 90)






Anda terkena sakit flu? Biasanya apabila kita banyak melakukan aktivitas tetapi tidak disertai istirahat dan makanan yang menunjang serta kondisi cuaca yang tidak bersahabat dapat membuat seseorang akan mudah mendapatkan penyakit FLU tersebut. Untuk mengobati penyakit tersebut biasanya dokter akan menganjurkan minum obat dan istirahat yang cukup.

Lalu bagaimana seorang ikhwah bisa terkena FLU (Futur, Lesu, Uzlah)? Jawabannya tidak jauh berbeda dengan seroang yang terkena penyakit flu. Adanya beberapa kasus tentang al akh yang kemudian sangat aktif di organisasi dakwah kemudian tiba-tiba enggan untuk aktif kembali, ada juga yang hanya sekedar untuk menggugurkan kewajiban sebagai mutarobbi dengan prinsip "Asal Murobbi Senang" atau "Asal tidak tercatat negatif dalam struktural".


Penyebab sakit F L U
Untuk mengetahui seorang ikhwah terkena penyakit FLU, maka ada baiknya kita membuka kembali buku yang menjadi acuan aktivis tahun '90an yaitu "Terapi Mental Aktivis Harakah" tulisan DR. Sayyid Muhammad Nuh. Penyakit Futur ditempatkan pada bab pertama setelah bab pendahuluan mengenai "penyakit-penyakit di tengah jalan." Dua hal utama terjadinya futur adalah berlebih-lebihan dalam beragama dan suka menyendiri atau meninggalkan jamaah.

Terjadinya seorang al-akh berlebih-lebihan dalam beragama dikarenakan banyaknya tugas yang diemban oleh ikhwah tersebut dan tidak dibantu dalam sebuah team. Tampaknya sudah menjadi suatu kebiasaan atau rahasia umum dikalangan kita bahwa apabila seorang ikhwah yang mendapatkan amanah sebagai ketua dalam jabatan struktural maka biasanya ketua tersebut yang akan dituntut untuk tugas-tugas yang ada dan ikhwah yang lain sibuk dengan tugas-tugas luar struktur.

Hal lainnya adalah suka menyendiri atau meninggalkan jamaah, biasanya seorang ikhwah lebih menyukai kesendirian dikarenakan tidak lagi merasakan manisnya semangat ukhuwah dalam berjamaah serta tidak menemukan adanya nuansa ruhiyah ketika melakukan aktivitas ibadah dalam kesunyian. Dalam kesunyian ini, apabila ada saudaranya yang membiarkannya dalam kondisi tersebut, lambat laun namun pasti akan menjerumuskan akh tersebut dalam kelesuan beraktivitas dakwah. Beliau akan lebih suka dalam kemanisan beribadah daripada kesusahan aktivitas dakwah.

Lesu akan menjadi tingkat yang paling berbahaya dalam kondisi futur bagi seorang ikhwah, karena apabila seorang al-akh sudah mengalami kelesuan biasanya lebih suka untuk Uzlah. Uzlah bisa dijadikan alasan seorang ikhwah karena lebih merasakan manisnya nilai ruhiyah daripada berdakwah ke masyarakat. Adapula yang beralasan bahwa dengan bergaul dengan manusia dapat menganggu konsentrasi beribadah dengan melupakan pengertian ibadah yang sebenarnya.


Terapi Penyakit F L U Kader
Untuk mengobatinya tentu saja yang bersangkutan harus dapat memotivasi diri kembali dengan membaca buku-buku yang diperlukan, muhasabah diri pada saat istirahat. Tetapi, selain penyembuhan oleh yang bersangkutan maka kondisi lingkungan yang kondusif dalam proses penyembuhan tersebut. Menjenguk dan memberi oleh-oleh dari saudaranya bisa menjadi cara untuk mempercepat proses penyembuhan.

Seperti etika dalam menjenguk orang sakit, diusahakan tidak membahas tuntutan tugas dakwah, masalah-masalah dakwah yang harus diselesaikan, tetapi pembicaraan dapat diarahkan mengenai perhatian terhadap dirinya, keluarga dan hal-hal lain mengenai kesulitan prbadi kehidupannya dan akan lebih baik bila menawarkan diri untuk membantunya membantu permasalahan yang dihadapinya.

"Bagaimana kabar antum akhi?" Sudah lama tidak pernah kelihatan" Terdengar lebih baik dan manis daripada teguran "Kemana saja antum? Banyak tugas tuh!" atau "Kemana saja antum" Dimana saja antum bersembunyi antum akan tetap dicari akhi, bahkan bisa jadi catatan kaderisasi untuk tingkatan antum!?.

Atau "Akh, tugas yang kemarin antum dapat ada yang bisa ana Bantu?" juga terasa lebih baik dan melegakan bila dibandingkan "Bagaimana nih kerjaan antum? Kok hasilnya begini?". Ucapan-ucapan tersebut kelihatan sederhana tetapi sangat berpengaruh dalam dakwah fardiyah, silahkan baca kembali Sentuhan hati penyeru dakwah, panduan berdakwah syabiah tulisan Abbas As-sisi.


Memanusiakan kader dakwah
"Ikhwan juga manusia" begitu kadang sindiran beberapa akh dalam sebuah pembicaraan. Bersikaplah realistis terhadap kondisi saudara kita. Seorang al-akh yang sangat kekurangan dalam kondisi ekonomi, keluarga, waktu atau kesehatan tidak pernah kita anggap sebagai suatu masalah, tidak kita perhatikan bahkan tidak memberi solusi karena kita menganggap dia adalah kader dakwah yang harus menyelesaikan masalahnya sendiri karena masalah umat sudah terlalu banyak.

Paradigma yang berbunyi "Masalah dai bukan masalah umat" seharusnya diubah menjadi "Dai adalah bagian dari umat dan permasalahan dai adalah bagian dari permasalahan umat", sehingga dengan demikian, sudah seharusnya kita memberi perhatian lebih terhadap permasalahan yang dihadapi oleh para kader dakwah karena mereka adalah penggerak atau motor dalam masyarakat. Bisa dibayangkan, bila motor penggerak rusak tentu saja tidak akan bergerak dan masyarakat tidak akan berubah karena nilai-nilai dakwah tidak pernah sampai ke masyarakat.

Sebagaimana dalam kisah sirah nabawi, kita akan banyak menemukan perhatian lebih Rasulullah terhadap para sahabatnya sebagai motor penggerak utama, seperti sebelum shalat berjamaah beliau memperhatikan siapa si fulan yang tidak hadir dan menanyakan keadaannya. Bahkan tidak hanya menanyakan tetapi juga berkunjung memberi bantuan. Inilah cara yang diajarkan Rasulullah, seroang Murabbi, tauladan kita semua.


Bahasa Motivasi lebih baik dari bahasa ancaman 
Apa yang menyebabkan para ulama kita terus berjuang dan berdakwah serta bersabar dalam medan yang susah pada zaman atau era terdahulu? Tentu saja jawabannya adalah untuk menggapai ridho-Nya dan dimasukkan dalam jannah-Nya, sebuah tujuan utama dalam mengisi lembar dakwah di dunia ini. Dengan adanya tujuan dalam diri mereka amka mereka akan mempunyai daya gerak yang luar biasa sebagaimana kualitas ini disebutkan dalam QS. Al Anfaal: 65 -66, bahwa nilai mereka bisa lebih besar 10 kali, 100 kali bahkan 1000 kali.

"Wahai Nabi (Muhammad) kobarkanlah semangat para mukmin untuk berperang. Jika ada dua puluh orang yang sabar diantara kamu, niscaya mereka dapat mengalahkan dua ratus orang musuh. Dan jika ada seratus orang (yang sabar) di antara kamu, niscaya mereka dapat mengalahkan seribu orang kafir, karena orang-orang kafir itu adalah kaum yang tidak mengerti." "Sekarang Allah telah meringankan kamu karena Dia Mengetahui bahwa ada kelemahan padamu. Maka jika diantara kamu ada seratus orang yang sabar, niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ratus (orang musuh), dan jika diantara kamu ada seribu orang (yang sabar), niscaya mereka dapat mengalahkan dua ratus ribu orang dengan izin Allah, Allah beserta orang-orang yang sabar."

Sebuah kekuatan yang luar biasa, kekuatan yang melebihi segalanya hingga meruntuhkan rasa takut terhadap ancaman manusia, mereka lebih takut terhadap ancaman Allah SWT, ancaman apabila catatan amal perbuatan yang buruk akan diberikan dari punggung manusia. Mereka lebih takut terhadap ancaman tersebut daripada ancaman yang keluar dari seorang manusia.

Motivasi diri itu tumbuh dari kesadaran akan tujuan utama, daya gerak akan keluar dengan kekuatan yang luar biasa. Bandingkan dengan orang yang bekerja atas dasar motivasi Allah semata dengan orang yang bekerja atas dasar takut akan ancaman terhadap manusia, manakah yang akan bergerak secara terus menerus dan mempunyai kekuatan yang luar biasa? Pergeseran nilai dakwah ini mulai dirasakan oleh beberapa ikhwah, bahasa ancaman mulai terdengar apabila ikhwah tidak mencapai target. Ancaman terhadap nilai catatan seorang kader dianggap sebagai sesuatu yang penting bagi perjalanan "karir" kader dakwah tersebut, hingga hal tersebut mempengaruhi nilai kerja di lapangan. Kader dakwah akan mengutamakan kerja yang lebih mendekatkan pada jenjang "karir", pemilihan lapangan dakwahpun diperhitungkan. Dalam hitungan beberapa kader, sebuah institusi bukanlah tempat yang prestisius dan menjanjikan karena selain "tidak pernah dilihat", banyak tugas operasional yang harus dilakukan dalam memenuhi nilai target, mulai dari mencari dana hingga melakukan kegiatan.

Namun demikian adapula ikhwah yang melihat dari sudut pandang berbeda, syiar menjadi ladang amal yang luar biasa, nilai keikhlasan dan kesabaran benar-benar diuji, mental ditempa, pemikiranpun akan diajak untuk selalu diasah dan pengorbananpun akan selalu dituntut. Mereka tidak begitu mempedulikan siapa yang akan melihat kerja mereka, walau mereka sudah bekerja optimal bahkan maksimal dalam berdakwah tetapi masih saja disalahkan, mereka menganggap sebagai suatu masukan dan evaluasi. Mereka yakin bahwa Allah SWT Maha Melihat apa yang dilakukan hamba-Nya, Dia mempunyai catatan tersendiri untuk hamba-hamba-Nya.

Dari segelintir merekalah, maka dakwah berjalan dengan berbagai program dan kegiatan, tetapi dalam realitanya, dari segelintir ini, satu persatu perlahan mulai terkena penyakit FLU. Banyaknya permasalahan dan tuntutan tugas, minimnya perhatian saudaranya serta kondisi lingkungan yang tidak kondusif membuat daya tahan "iman" seorang akh akan dapat ditembus oleh penyakit FLU ini, di sisi lain rekrutmenpun berjalan lambat yang komitmennyapun masih harus diuji dalam lapangan dakwah.

Bisa jadi tulisan ini hanyalah salah satu kasus khusus yang kemudian dijadikan kasus umum, bisa jadi pula tulisan ini sebuah realita yang tersembunyi dan menggerogoti nilai dakwah secara senyap sedikit demi sedikit, seperti kerja rayap pada sebuah batang kayu, tampak bagus dalam data tetapi mulai hilang dalam nilai, bagus dalam kuantitas. Hanya saja, bila fenomena ini benar dan mulai mewabah maka harus kita sikapi dan tangani secara bijaksana dan mulai dicarikan "obat" yang manjur serta "dokter" yang berpengalaman.

Semoga Allah SWT memberikan istiqomah serta keikhlasan kepada kita semua dalam melanjutkan warisan risalah dakwah ini dan semoga Allah SWT memberikan kepada kita kemuliaan di sisi-Nya, Amiin.

Engkau merangkak mencari mulia,
Dan orang-orang yang mencarinya berusaha
Sepenuh jiwa menempuh kelelahan

Mereka mengejar mulia hingga
Banyak yang jemu,
Yang akan menemukannya hanya yang
Sungguh-sungguh dan bersabar.
Jangan mengira bahwa mulia adalah kurma
Yang akan kau makan,
Tak akan pernah kau dapatkan mulia
Sebelum pahitnya sabar.

Wallahu'alambishowab


(Sumber : Majalah Tatsqif Edisi 17 Th. II/JUmadil Akhir 1427 H/Juli-Agustus 2006 (dengan sedikit revisi )
www.hudzaifah.org


Saudariku muslimah … kami menulis nasehat singkat ini untukmu yang telah rela menjadikan Allah SWT sebagai Tuhanmu, Islam sebagai agamamu dan Muhammad SAW sebagai nabimu.
Saudariku muslimah … tahukah, bahwa kamu tidak diciptakan dengan main-main, tanpa mempunyai arti, dan tidak pula dibiarkan begitu saja tanpa tujuan dan pertanggung-jawaban. (QS. al-Mu’minun: 115-116, al-Qiyamah: 36). Akan tetapi Allah menciptakan kamu untuk suatu tujuan yang agung lagi mulia, yaitu beribadah hanya kepada-Nya. (QS. al-Dzariyat: 56)
Saudariku muslimah … ketahuilah bahwa ibadah dalam ajaran Islam adalah sistem yang mengatur kehidupan seorang muslim dan muslimah, sesuai dengan yang diberikan oleh Sang Pencipta alam ini, yaitu Allah r. Oleh karena itu hendaklah kamu senantiasa berpegang teguh kepada ajaran-ajaran Islam tersebut, baik yang dianggap sepele maupun menyangkut hal-hal yang besar, di setiap tempat maupun waktu. Hendaklah al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah senantiasa menjadi sinar yang menerangi derap langkahmu  dalam meniti kehidupan.
Saudariku muslimah … ketahuilah bahwa kebahagiaanmu di akhirat adalah sangat tergantung pada realisasi menerapkan syari’at Islam dalam seluruh aspek kehidupanmu. (QS. al-Nahl: 97). Berhati-hatilah terhadap pengaruh dan tipu daya syetan yang telah terencana dan sangat berbahaya, baik dari golongan jin maupun manusia.
Saudariku muslimah, shalatlah tepat pada waktunya, tunaikanlah zakat, puasalah di bulan Ramadhan dan berangkatlah haji apabila mampu untuk melaksanakannya. Itulah sumber kebahagiaan hidup anda.
Saudariku muslimah … hiasilah dirimu dengan akhlak-akhlak mulia, seperti jujur, amanah, rasa malu, rendah hati dan sabar serta pegang teguhlah akhlak-akhlak al-Qur’an. Hendaklah menjalin tali silaturahmi dan berbakti kepada kedua orang-tua, karena keduanya mempunyai hak yang sangat besar. Hindarilah akhlak dan tingkah laku yang tidak terpuji, seperti sombong, aniaya, berbohong, ghibah (mengunjing), namimah (mengadu domba), hasad, dengki, iri hati, menipu dan sebagainya.
Saudariku muslimah, berpakaianlah dengan pakaian takwa yaitu hijab syar’i yang terjulur hingga ke bawah dan hampir menutupi seluruh tubuh, tidak ketat apalagi transparan, tidak menyerupai pakaian laki-laki, tidak menyerupai pakaian wanita-wanita kafir yang sekarang banyak ditiru. Berbanggalah dengan pakaian tersebut dan janganlah tertipu dengan kesalah-pahaman dan hawa nafsu yang dihembuskan oleh musuh-musuh Islam, karena anda adalah seorang muslimah yang harus senantiasa tunduk dan patuh hanya kepada perintah Allah r dan Rasul-Nya r.
Saudariku muslimah, hati-hati dan hindarilah pergaulan (bebas) dengan kaum lelaki, apalagi yang tanpa batas, di mana dan kapan saja. Dengan demikian, anda telah menjaga diri dan kehormatan anda sekaligus.
Saudariku muslimah, waspadalah anda dari segala perbuatan jelek nan keji, serta dari segala sarana kerusakan dan kejahatan, seperti meniru-niru dan menyerupai wanita kafir, membaca majalah-majalah murahan yang penuh dengan pornografi dan racun yang mematikan harga diri dan kehormatan anda. Dan berhati-hatilah anda dari racun-racun lain yang banyak sekali dijajakan di media yang mungkin sangat anda senangi, yaitu televisi. Jagalah penglihatan, pendengaran dan mata hati anda dari hal-hal terlarang.
Saudariku muslimah, jika nilai-nilai kewanitaan Islami di atas anda praktekkan, maka sungguh demi Allah, kedudukan anda adalah lebih agung dan lebih mulia daripada wanita-wanita jahil yang banyak menimbulkan kerusakan meskipun mempunyai gelar, status dan kedudukan yang tinggi di dunia. Inilah daya-tarik anda untuk mendapatkan calon suami dambaan, yang shalih serta yang mampu menjaga diri dan kehormatannya.
Saudariku muslimah, berusahalah dengan sekuat tenaga agar anda hanya bergaul dengan saudari-saudari muslimah yang shalehah. Hati-hatilah dari pergaulan dengan para wanita yang menyimpang, rusak moral serta agamanya.
Saudariku muslimah, jadikanlah diri anda sebagai da’iyah-da’iyah (penganjur) kepada kebaikan, bagi saudara, keluarga, kerabat dan teman-teman anda.
Saudariku muslimah, hendaklah anda mengambil teladan pada diri isteri-isteri Rasulullah r dan isteri-isteri para shahabat, karena mereka adalah contoh (model) hidup bagi anda dan anak-anak anda dalam mengarungi kehidupan dunia nan fana ini.
Saudariku muslimah, didiklah anak-anak anda dengan pendidikan Islami, dan bergembiralah selalu dengan limpahan kebaikan yang senantiasa akan menyertai kehidupan anda, baik dalam keadaan susah maupun senang.
Semoga Allah r senantiasa menjaga anda, menjadikan anda sebagai puteri yang shalehah, saudari yang shalehah, ibu yang shalehah dan senantiasa memberikan anda kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat. Sesungguhnya Dia Maha Dekat lagi Maha Mengabulkan doa dan permintaan.
Saudaraku muslimah, persiapkanlah bekal kehidupan anda dengan ilmu agama yang bersumber dari al-Qur’an dan al-Sunnah. Usahakanlah agar anda dapat menghafal al-Qur’an. Dan pelajarilah rukun-rukun iman, rukun-rukun Islam dan ihsan. Praktekkanlah semua hal tersebut dalam kehidupan nyata anda, niscaya anda akan menjadi teladan bagi diri sendiri, keluarga, saudari-saudari seiman dan masyarakat luas.
sumber : lupa euy..^^


Hatim Al-Asham pernah ditanya seseorang.."wahai Hatim..atas dasar apakah engkau begitu tawakkal kepada Allah?” 
Beliau menjawab, “ atas dasar empat hal..yaitu :
Pertama..aku sadari bahwa rizki yang telah ditetapkan untukku tidaklah mungkin diambil oleh orang lain.. karenanya jiwaku
merasa tenteram..

Kedua..aku tahu bahwa amalku tidak akan dikerjakan orang lain..karena itu aku sibuk beramal..

Ketiga..aku tahu bahwa kematian akan selalu datang kepadaku dengan tiba-tiba tanpa sepengetahuanku..maka dari itu aku selalu bersiap diri untuk menghadapinya..

Dan keempat..aku tahu bahwa aku tidak mungkin lepas dari pengawasan Allah.. di mana saja aku berada.. karena itu aku selalu merasa malu bermaksiat kepada-Nya..."
(Muhammad bin Abu Imran dalam Sifatush-Shahwah)

Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal [Qs.8:2]

..Semoga Allah menuntun kita menjadi Hatim Al-Asham masa kini..termasuk orang-orang yang selalu bertawakkal dan beristiqomah dalam kebaikan..amiin..


Bismillah..

Berawal dari keprihatinan & kesedihan untuk semua saudariku..

Berdasar pada rasa cinta pada semua saudariku..-muslimah-

yang sedang asyik2nya menikmati indahnya menjalin ukhuwah d dunia maya..salah satu tempat yg bernama facebook atau yang terkenal dengan sebutan fb..
Bukan masalah boleh tidaknya menggunakan fb..tapi lebih kepada mencoba merenungi fenomena penggunaan fb utk menjadi eksis d dunia maya..salah satunya..begitu banyaknya wajah2 cantik para muslimah yang bertebaran & bebas menjadi santapan & dinikmati oleh yang tidak halal baginya..

Tak perlu berkenalan..tak perlu meminta..seorang pria asing sekalipun..begitu mudahnya menikmati wajah cantik ukhti..
Layaknya bintang iklan yang berpose dengan wajah & senyum termanisnya..semua terpukau memandang..terutama para pria2 asing diluar sana menjadi begitu terkesima & tak berkedip dibuatnya..bahkan bisa jadi terbawa hingga alam bawah sadarnya.. (hmm sungguh besar fitnah yg dapat terjadi karenamu ukhti..naudzubillah)

Sadar atau tidak sadar..takkala hendak memajang foto ukhti untuk dilihat oleh pihak lain..bukankah ukhti akan memberikan foto yang terbaik..tercantik..termanis..& ter..yang lainnya???

Tahukah ukhti..seorang bintang iklan sekalipun punya harga untuk setiap pose yang dilakukannya atas nama profesionalitas..tapi kenapa ukhti malah memberikannya secara gratis untuk harga sebuah anugerah tak ternilai yg bernama 'izzah' yang telah kau punya sejak kau terlahir???

Ukhtifillah..
Islam begitu menjaga kehormatan wanita..karena betapa tingginya derajat seorang wanita..
karena setiap muslimah telah dianugerahi izzah yg harus dia jaga..yg sangat2 mahal bahkan tak ternilai oleh hitungan angka..
Mari kita baca & renungkan ayat-ayat Al-Qur'an berikut..sebuah pernyataan cinta dari Sang Khalik kepada makhlukNya..terkhusus untukmu..duhai 'wanita'

Surat An-Nuur : 31

“Katakanlah kepada wanita yang beriman : “Hendaklah mereka menahan pandangan mereka dan memelihara kemaluan mereka dan janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka kecuali yang (biasa) nampak dari mereka.

Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dada mereka, dan janganlah menampakkan perhiasan mereka, kecuali kepada suami mereka atau ayah mereka atau ayah suami mereka (mertua) atau putra-putra mereka atau putra-putra suami mereka atau saudara-saudara mereka (kakak dan adiknya) atau putra-putra saudara laki-laki mereka atau putra-putra saudara perempuan mereka (=keponakan) atau wanita-wanita Islam atau budak-budak yang mereka miliki atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti aurat wanita.

Dan janganlah mereka memukulkan kaki mereka agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.”

Surat Al-Ahzab : 59

“Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mumin : “Hendaklah mereka mengulurkann jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.”

Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

subhanallah..tidakkah kalian merasa terhormat??? karena melalui perintah ini..DIA menjagamu..DIA memuliakanmu..
Bukankah sudah jelas..bahwa seluruh tubuh wanita itu aurat..

laksana engkau perhiasan yang paling berharga..engkau selayaknya ditempatkan pada tempat yang tak mudah dilihat..tak mudah dijamah bukan??? agar kemurnianmu tetap terjaga..bukan di sembarang tempat yang dapat dilihat & diakses oleh semua orang..

maka..ketika kita memasang foto di dunia maya maka semua orang bisa melihat tubuh kita, mencermatinya, dan kemudian mengamatinya..(ups, ga ada bedanya ya?!) ..bahkan bisa menikmatinya..tanpa batas..

Inti dari perintah menjaga aurat di al Qur'an adalah "tidak menampakkan"..begitulah seperti yang tertulis dalam surah An-Nuur ayat 31.

Nah..kalo kita memasang foto kita di dunia maya..FB misalnya, bukankah itu sudah menampakkan aurat kita walaupun sedang menggunakan jilbab..kenapa??? karena kita tetap tampak dihadapan para ikhwan..

jadi ukhtifillah..kita harus menjaga izzah kita dengan tetap menjaga HIJAB meski di dunia maya sekalipun..
Rasanya percuma kita menundukkan pandangan saat berpapasan di jalan, pake hijab kalo keluar, tapi memajang foto waktu fesbukan..wallahu a'lam..

Bagi yang telah berkunjung..

Powered By Blogger