Lovely ToBe a Muslimah

Bahagia bisa berbagi..

Tampilkan postingan dengan label Favorit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Favorit. Tampilkan semua postingan

Ada dua hal yang pasti dalam hidupku yaitu saat kelahiranku dan saat kematianku. Yang belum aku ketahui adalah kejadian sebelum kelahiranku, yang mungkin tidak akan pernah dapat kuingat, saat aku berada dalam rahim ibuku, dan saat sebelum itu. Lalu kejadian antara kelahiran dan kematianku, yang sedang kujalani saat ini.

Setiap detiknya waktu selalu ditambahkan, tidak ada kesempatan mundur. Dan terakhir adalah kejadian sesudah kematianku, sesuatu yang belum aku jalani dan aku takuti.

Kini, aku sedang menjalani kehidupan. Terjebak dalam lingkaran ruang dan waktu. Di atas bumi dan hitungan dua puluh empat jam sehari, yang dibagi-bagi dalam beberapa segmen pekerjaan dan rutinitas yang harus kujalani.

Apa yang kucari di kehidupan ini? Kebahagiaan? Seperti apakah kebahagiaan itu. Apa yang membuatku bahagia?
Pernah aku mencoba menelusuri,ah...ternyata seperti "Lorong tak berujung"
Tambah ku gali tambah tak ber ujung....

Aku menyerah. Aku percaya pada Tuhan....(Give Up...!!!)
Aku pasrah. Aku percaya pada Tuhan.
Aku pasrah, tentang adanya rahasia.
Aku pasrah, bahwa sebelum dan sesudah itu ada dalam genggaman rahasia
Tidak ada seorang manusiapun yang dapat menolongku, karena mereka semua sama seperti aku
Aku akan mengikuti jalan Tuhan.

Dan demikianlah aku kini.
Aku mencoba menjalani jalan Tuhan.
Itu terjadi sejak bertahun-tahun yang lalu.
Dan sejak itu pula, aku memang tetap sendirian, tetapi aku mempunyai harapan.
Dan harapan itu pula yang selalu diucapkan oleh Tuhan.
Dan, sejak bertahun-tahun pula, aku mulai berubah.

Aku mulai masuk ke dalam gerbang jawabannya
Aku menjadi seorang penyendiri yang tidak sendiri
Segala sesuatu semakin memiliki makna
Dan saat makna itu kupahami, aku merasa bahagia.
Ya, itulah kebahagiaanku kini yang membuat aku menangis.....

Ya, dunia ini bagaikan mimpi.
Aku sedang bermimpi.
Mimpi yang tampak sangat nyata.
Mataku tidak hanya sepasang melainkan dua pasang.
Dan, waktu terus berjalan.....
Waktuku mungkin tidak akan lama lagi.
Aku tidak peduli.....
Yang kupedulikan adalah apa yang kujalani hari ini
Sudahkah kulakukan yang terbaik...???

 
Sebagian besar condong kepada perhiasan dunia tersebut dan menjadikannya sebagai tujuan terbesar dari cita-cita, cinta dan ilmu mereka. Padahal semua itu adalah perhiasan yang sedikit dan akan hilang dalam waktu yang sangat cepat.”


Asy-Syaikh ‘Abdurrahman As-Sa’di dalam tafsirnya mengatakan, “Allah memberitakan dalam dua ayat ini (Ali ‘Imran: 13-14) tentang keadaan manusia kaitannya dengan masalah lebih mencintai kehidupan dunia daripada akhirat, dan Allah menjelaskan perbedaan yang besar antara dua memberitakan bahwa hal-hal tersebut (syahwat, wanita, anak-anak, dsb) dihiaskan kepada manusia sehingga membelalakkan pandangan mereka dan menancapkannya di dalam hati-hati mereka, semuanya berakhir kepada segala bentuk kelezatan jiwa.

Sebagian besar condong kepada perhiasan dunia tersebut dan menjadikannya sebagai tujuan terbesar dari cita-cita, cinta dan ilmu mereka. Padahal semua itu adalah perhiasan yang sedikit dan akan hilang dalam waktu yang sangat cepat.
(Azis Setiawan)

Durian Efektif Remajakan Kulit

Bahagiah sekali rasanya membaca artikel ini, mengapa? karena saya termasuk penggemar buah durian.. lezzaaattt sekali rasanya.. tentunya bagi yang juga menyukainya, karena kebanyakan orang juga kurang menyukainya, mungkin karena aromanya, tapi bagiku aromanya sungguh menggiurkan..
Jadi teringat peristiwa beberapa bulan yang lalu, saat bersama teman-teman kos menyantap buah ini, kami sangat lahap sekali seolah-olah uda lama tak bersua.. tapi emang benar sih... sudah lama tak mencicipi buah ini, karena buah ini termasuk buah yang musiman, jadi kalo lagi gak musim harganya sangat mahal dibanding jika sedang musim, bisa 3 sampe 5 kali lipat naiknya.
Ternyata oh ternyata.. selain lezat, beraroma, buah ini juga membawa manfaat yang positif khususnya bagi kesehatan kulit kita.. untuk lebih jelasnya, mari kita baca artikel berikut ini:

Durian Efektif Remajakan Kulit
Penulis : Ikarowina Tarigan

TUMBUHAN dari alam bisa meremajakan kulit. Banyak produk kecantikan menggunakan ekstrak tumbuhan untuk menguatkan efek antipenuaan. Para dokter pun sepakat.

"Tumbuhan merupakan sumber terbaik untuk menemukan komponen baru yang mencegah dan memperbaiki penuaan kulit," terang Zoe Draelos, MD, seorang dermatolog di High Point, seperti dikutip situs prevention.com.

Tanaman apa saja? Berikut empat  tumbuhan yang terbukti mengencangkan dan melembutkan kulit berdasarkan studi ilmiah.

Durian

Durian tidak hanya enak dikonsumsi. Buah beraroma khas ini juga efektif meremajakan kulit. Daging buahnya, terang dermatolog dari Amerika Howard Murad, MD, mengandung minyak yang bersifat melembabkan kulit, antioksidan, dan gula alami yang berfungsi menguatkan sel-sel membran dan mencegah hilangnya cairan.

Durian terkandung dalam produk: Murad Intensive Wrinkle Reducer for Eyes ($90; murad.com).

Bearberry

Daun semak berbunga yang banyak tumbuh di Amerika Serikat ini mengandung arbutin, turunan dari pemutih kulit hydroquinone (HQ), yang berfungsi mengurangi pembentukan melanin. Sayangnya, HQ bisa mengiritasi kulit. Di sisi lain, terang dermatolog Sonia  Badreshia-Bansal, MD, dari San Fransisco, bearberry lebih ringan tapi efektif saat dikombinasikan dengan komponen pencerah kulit dari tumbuhan lainnya.

Studi yang dipublikasikan di Journal of Investigative Dermatology menemukan, perempuan dengan melasma (pigmentasi kulit berlebih) berhasil menghilangkan  noda hitam di kulit hingga hampir 70 persen setelah menggunakan larutan (yang juga mengandung ekstrak bearberry) sekali sehari selama tiga bulan. Selain itu, cara ini juga tidak menimbulkan efek samping. Sedang mereka yang menggunakan HQ mengalami  perbaikan sebanyak 77 persen. Tapi, 25 persen dari pengguna melaporkan mengalami reaksi, seperti kulit gatal.

Anda bisa mendapatkan ekstrak tumbuhan ini dari produk seperti: Exuviance Essential Skin Brightening Gel ($21.50; exuviance.com), Derma-doctor Immaculate Correction ($62; derma doctor.com), June Jacobs Redness Diffusing Serum ($56;  junejacobs.com), dan Juice Beauty Soothing Serum ($36; juicebeauty.com).

Acai

Jenis berry kecil ini kaya antipenuaan. Acai mengandung banyak komponen pelembut seperti asam lemak esensial dan fitosterol. Kedua kandungan ini membantu menahan cairan dan menguatkan permukaan kulit. Dengan begitu, terang dermatolog dari New York City Howard Sobel, MD, kulit akan lebih kuat dalam melawan iritasi dari luar.

Selain itu, acai juga kuat melawan radikal bebas. Daging buahnya mengandung anthocyanin, pigmen antioksidan pemberi warna merah dan ungu cerah pada buah ini."Acai mengurangi kerusakan akibat sinar UV yang biasanya menyebabkan kerutan, bintik cokelat dan pengenduran kulit," terang Sobel.

Anda bisa menemukan ekstrak buah ini di dalam produk seperti: Pangea Organics Japanese Matcha Tea with Acai & Gogi Berry Facial Mask ($35; pangeaorganics.com), Ikove Organic Acai Chocolate Facial Exfoliate ($20; Whole Foods), DDF Mesojection  Healthy Cell Serum ($80; beauty.com), dan Tarte Double Dose Berry Boost & Gloss in Acai Boost ($21; sephora.com).

Teh merah

Teh yang diseduh dari daun semak asal Afrika Selatan ini kaya antiperadangan seperti quercetin. Komponen ini membantu meredakan gatal pada kulit."Teh merah ideal untuk mengurangi iritasi terkait gangguan kulit seperti eksem," terang Petko Detchev, PhD, pakar kimia senior dari Jason Natural Products.

Di samping itu, teh merah juga mencegah kerusakan akibat sinar UV, penyebab garis-garis halus dan bintik-bintik cokelat. Teh ini juga kaya akan antioksidan, termasuk aspalathin yang hanya terkandung di dalam teh merah. Menurut sebuah studi, terang Detchev, antioksidan ini berfungsi mengurangi kerusakan akibat radikal bebas hingga 90 persen. Teh merah juga mengurangi risiko kanker kulit paling tidak 60 persen.

Teh merah ini terkandung dalam produk seperti: Jason Red Elements Red Clay Masque ($13.60; jason-natural.com), Care by Stella McCartney Radiance & Youth Elixir ($64; nordstrom.com), dan Dermalogica Daily Resurfacer ($65; ulta.com). (IK/OL-08)

(sumber : Mediaindonesia.com)

Oh iya.. bagi penggemar durian.. yang suka banget makan buahnya tapi sering bermasalah dengan menghilangkan bau/aroma yang khas di tangan dan mulut setelah menyantapnya, nih ada tips (bukan hasil riset) buat mengatasinya.. hanya sebuah tips yang diperoleh dari sharing pengalaman seorang teman.. katanya setelah makan durian, untuk menghilangkan aroma durian di mulut, minumlah air dengan menggunakan kuliat durian sebagai wadah air minum. Dan untuk menghilangkan aromanya yang menempel di tangan dengan cara mencuci tangan dengan menggunakan air yang ditampung dengan kulit durian.. dan ternyata terbukti loh(berdasarkan pengalaman pribadi).. Ajaib.. khasiatnya lebih dahsyat dari menggunakan sabun apapun..
Subhanallah.. MAha suci Allah.. Maha Sempurna Allah dengan segala ciptaan-Nya.. tak ada satupun ciptaannya yang sia-sia, bahkan kulit durianpun bisa membawa manfaat, ternyata penangkal dari aroma durian yang menyengat ada pada kulit durian itu sendiri.. Subhanallah.. semua ciptaan-Nya sungguh seimbang.. Subhanallah.. 
Selamat Mencoba ^^ 

Bete? Ngaji Aja!


Buat kamu yang lagi bete, rasanya emang nggak enak ati ye. Bawaannya uring-uringan mulu, kepala nyut-nyutan, hilang mood deh. Terus sebel juga pas ngeliat wajah-wajah yang kita nggak sukai. Phew, pokoknya kalo lagi bete rasanya hilang semangat tuh. Lemes! Mau ngapa-ngapain juga bawaannya males.
Sobat muda muslim, kalo kita kena sindrombete, itu karena kita kehilangan sesuatu yang bisa bikin kita seneng ati. Mungkin perlu ditanyain sama diri kamu sendiri, kira-kira apa yang bikin kamu bete. Mungkin tentang teman yang marahan sama kamu. Bisa juga bejibunnya tugas-tugas sekolah yang kayaknya kagak ada abisnya. Suasana rumah yang berantakan; bukan cuma berantakan kondisi fisiknya, tapi juga amburadul suasana hati para penghuninya. Ortu bawaannya ma-rah-marah mulu, adik rewel aja. Pusing!
Eh, bisa juga bikin bete kalo kamu nggak ada kegiatan di luar rumah. Ngadem di rumah mulu bisa bikin boring. Apalagi seharian nggak ada kawan yang nyapa. Wuih, dunia rasanya sempit bin sumpek, dan kita merasa satu-satunya penghuni yang jadi korban. Walah?
Kegiatan kamu yang itu-itu aja dan bertemu dengan kawan-kawanmu yang tam-pangnya udah sering kita kenal adakalanya bisa bikin bete, lho. Tentu, jika kegiatan itu nggak bikin kamu merasa tertantang untuk membuatnya lebih seru dan dinamis. Sama bikin bosennya kalo ketemu temen-temen kita yang udah kita apal banget, tapi dengan kualitas pertemuan nggak meningkat. Setiap ketemu cuma ditanyain hal-hal yang formal doang. Nggak pernah basa-basi nanya kabar kamu; kondisi fisik dan mental, keluarga, dan juga tentang kegiatan dirimu hari ini, misalnya.
Yup, gimana pun juga, kita butuh teman dan orang yang bisa memberikan warna dalam hidup kita supaya kita nggak cepet boring bin bete dalam ngejalanin hidup ini. Ada yang bisa memberikan sentuhan-sentuhan untuk pikiran dan perasan kita dengan beragam informasi en kegiatan yang menyenangkan. Tul nggak?
Nah sobat muda muslim, jika kamu udah mulai merasa bete karena alasan-alasan tadi, dan mungkin juga alasan lainnya yang kebetulan belum sempat diungkap di sini, bolehlah coba untuk ikutan ngaji aja.
Ngaji? Nggak salah neh? Bukankah malah tambah bikin bete tuh kegiatan? Ah, nggak usah ngambek en nepsong dulu deh. Mendingan cobain aja. Nggak rugi kok kalo kamu aktif ngaji. Malah bisa bikin enak ati. Karena kita dibimbing untuk ngerti tujuan hidup kita. Lagian, selama ini belum ada tuh anak ngaji yang bawaannya sutris melulu. Kalo pun ada, biasanya tuh bocah sulit nyetel dengan komunitas anak ngaji. Kenapa sulit nyetel? Bisa aja niat gabungnya nggak mantep. Jadi masih angin-anginan. Betul?
Oke deh, mungkin ada yang bertanya, kenapa dengan ngaji bisa bikin nggak bete? Emang apa aja sih keuntungan kalo kita ngaji? Ini jawabannya:

Mengajarkan makna hidup
Sobat muda mus-lim, hidup dapat didefinisikan dari dua aspek. Per-tama, aspek bi-ologis dan kedua, aspek sosiologis. Dari aspek bio-logis, hidup (al hayah) seperti di-ungkapkan oleh Ghanim Abduh da-lam Naqdhul Isytirakiyah al-Marksiyah (Kritik terhadap Sosialis-Marxis) adalah sesuatu yang maujud (ada) dalam makhluk hidup (asy-syai'u al-qaa'im fi al- ka'ini al-hayyi).
Dalam pengertian ini, hidup dipahami sebagai esensi alias intisari yang membuat sesuatu menjadi hidup, yang membedakannya dengan benda-benda mati, baik benda itu 'benda mati secara asli' kayak batu, maupun benda mati dalam arti benda yang sebelumnya berasal dari benda hidup, seperti kayu. Nah lho, moga kamu nggak bingung. Hehehe..
Hidup, dengan demikian, nampak dan eksis dengan berbagai tanda-tandanya, seperti kebutuhan akan nutrisi, gerak, peka terhadap rangsangan, pertumbuhan, dan perkembang-biakan. Lawan dari hidup dalam pengertian biologis ini, adalah mati. Yakni tiadanya atau hilangnya tanda-tanda kehidupan pada sesuatu. Maka, batu adalah benda mati karena tak ada satu pun tanda-tanda kehidupan padanya. Demikian pula seseorang yang telah membujur kaku di kamar jenazah disebut telah mati, karena telah hilang darinya tanda-tanda kehidupan yang semula dimilikinya. Nah, yang lagi baca ini, masih hidup kan? Gubrakzz..!
Oya, kalo tadi secara biologis, sekarang berdasarkan sosiologis, yakni hidup berkaitan erat dengan segala perbuatan manusia yang terwujud dalam seluruh interaksi yang dilakukannya. Dengan pandangan yang demikian, hidup berarti menyangkut seluruh aktivitas manusia dalam berbagai macam interaksinya satu sama lain. Ketika manusia melakukan aktivitasnya dalam bidang ekonomi, politik, sosial, budaya, pendidikan, dan lain-lain, berarti dia telah melakukan interaksi dengan manusia lainnya. Artinya, dia telah menjalani atau "mengisi" hidupnya.
Pertanyaannya, untuk apa sih kita hidup? Kalo kita ngaji, nanti bakalan diajarkan tentang keberadaan kita di dunia ini. Dari mana kita berasal, untuk apa kita hidup dunia, dan akan kemana kita setelah kehidupan dunia ini. Kalo ditanya begini, kamu jangan ngeles dengan ngasih jawaban kayak lagu lawas ini: "Jangan dita-nya, kemana aku pergi.." Hehehe (maksain banget nggak seh?)
Sobat muda muslim, kayaknya kita kudu mulai serius mikirin soal hidup ini. Tapi juga nggak perlu tegang banget. Soal hidup ini, Allah Swt. berfirman: "Hai manusia sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakan kalian dan orang-orang sebelum kalian, agar kalian bertakwa." (QS al-Baqarah [2] : 21)
Nah, kalo kita nggak ngaji atau ogah belajar, nggak bakalan tahu tentang makna hidup ini. Itu sebabnya, kalo kita udah tahu bahwa kita adalah makhluk Allah dan diminta untuk menyembah-Nya sekaligus bertakwa, maka dijamin kita nggak bakalan bete dalam hidup ini. Sesulit apapun kehidupan yang kita jalani, kita bakalan menikmatinya dengan penuh kesabaran dan tawakal kepada Allah. Insya Allah tidak akan pernah merasa bete.

Memberikan ketenangan
Suer, ini bukan sulap bukan sihir. Kalo kamu ikut ngaji, insya Allah hati jadi tenang. Kok bisa sih? Begini sobat, komunitas anak ngaji itu bisa membantu kita menghindari risiko-risiko gaul yang nggak sehat. Kalo kita gabung di sana, kita dianggap sebagai mitra dan akan saling ngingetin kalo kita berbuat lalai dan maksiat. Maklumlah manusia, meski udah tahu seluk-beluk dalil dan hukum syara', ada aja lupa en teledornya.
Itu sebabnya, komunitas anak ngaji insya Allah akan memberikan bantuan pertama kalo kita berbuat salah. Mereka yang akan mengingatkan kita dan senantiasa menjalin persahabatan. Ikatan persahabatannya kuat karena dilandasi akidah islamiyah.
Komunitas anak ngaji memungkinkan kita kagak nyeleweng dari ajaran Islam. Aktivitas seks bebas dijauhi, dengan narkoba nggak bakalan coba-coba, termasuk malu berbuat kriminal. Dalam komunitas ini, kamu pun bisa menjalin hubungan baik dengan guru agama, dengan kakak pembina pengajian, dengan teman sebaya, keluarga, bahkan dengan kawan yang bukan berasal dari sekolah kita. Kawan kita jadi banyak dan tentunya dipenuhi dengan semangat kebersamaan dalam Islam. Asyik bukan? Coba, gimana nggak tenang hidup ini.

Menumbuhkan kreativitas
Kalo udah kreatif, insya Allah nggak bakalan bete deh. Nah, dengan gabung di komunitas anak ngaji, kita bakalan bisa mengukur dan menilai peran apa yang bisa kita berikan untuk komunitas ini. Kita bisa ikut berpar-tisipasi dalam aktivitas-aktivitas penuh arti dan memainkan peran penting. Percaya atau tidak, sambil jalan kamu bakalan bisa ambil hik-mahnya. Salah satunya, bisa mempelajari dan mempraktikkan cara-cara menyelesaikan masalah, mengambil keputusan, dan menentukan sasaran hidup.
Bener lho, bergaul bersama dengan komunitas anak ngaji dan ikut serta dalam beragam kegiatan yang digelar, bikin kita bisa lebih kreatif mengatasi persoalan hidup. Maklumlah, yang namanya ngurus kegiatan itu berarti rela mencurahkan segala upaya kita untuk maju bersama. Di sinilah kreativitas akan tumbuh. Bahkan bisa lebih mendewasakan kita dalam bersikap. Nggak percaya? Ayo gabung dengan komunitas anak ngaji! Insys Allah nggak bakalan nyesel. Pasti!

Memupuk jiwa sosial
Boleh percaya boleh tidak. Tapi kali ini kamu kudu percaya. Hehehe.. maksa banget ya? Begini sobat, dengan ikutan ngaji dan punya club anak ngaji, jiwa sosial kamu pun bisa terpupuk dengan baik. Di antaranya, menguta-makan dan melayani orang lain.
Islam mengajarkan untuk saling menolong dalam kebaikan. Menolong teman yang sedang dalam kesusahan adalah tanggung jawab kita dan itu perbuatan yang mulia. Keberadaan orang lain di sekitar kita jangan dianggap sebagai bilangan doang, tapi juga kudu diper-hitungkan. Kalo mereka membutuhkan uluran kita, ya kita kudu peduli. Sabda Rasulullah saw.: "Barangsiapa yang melapangkan suatu kesulitan di dunia bagi seorang mukmin, maka Allah pasti akan melapangkan baginya suatu kesulitan di hari Kiamat." (HR Muslim)
Nah, dengan terpupuknya jiwa sosial kita, insya Allah kita nggak bakalan lagi merasa bete kalo kita sedang dalam keadaan susah. Dengan menengok ke kalangan bawah, ternyata kita masih bisa makan dan minum dengan layak ketimbang mereka. Itu arti-nya, nggak adil kalo kita ma-sih bete dengan berkeluh kesah soal hidup. Bahkan se-baliknya, kita akan me-nolong mereka yang kondisinya lebih bu-ruk dari kita. Jadi, kalo kita nggak ngaji, mana tahu soal ini.

Memantapkan stabilitas
Sobat muda muslim, kalo kita ngaji dan bergabung dengan genk anak ngaji, bisa membuat hidup kita stabil. Harus kita akui bahwa se-panjang hidup kita, banyak hal bakal berubah. Kamu akan lulus sekolah, mungkin juga pergi meninggalkan rumah untuk kos di tempat kuliahmu nanti, atau mungkin bekerja. Belum lagi kalo terus berpindah-pindah tempat tinggal dan bekerja di lebih satu tempat, kita akan banyak menemukan yang serba baru.
Kondisi seperti ini, seringkali bikin bete kan? Mungkin kudu memulai lagi dari awal untuk menata pergaulan dengan lingkungan sekitar. Butuh waktu yang nggak sebentar euy. Tapi yakinlah, kalo kamu gabung dengan komunitas anak ngaji, dan ikut kajian di sana, kamu bakalan nggak bete. Kenapa?
Karena di mana pun kamu berada bakalan ketemu orang-orang yang menganut nilai-nilai yang sama dan berjuang untuk tujuan yang sama. Ini akan membuat kita punya motivasi yang tak ada habisnya sepanjang hidup kita. Di mana pun dan kapan pun. Insya Allah stabil, aman, dan terkendali.
Oke deh, semoga beberapa keuntungan ngaji dan gabung dengan komunitas anak ngaji ini bisa membuatmu kagak bete lagi. Sebaliknya, kita songsong kehidupan masa depan yang lebih baik. Apalagi jika tujuan kita selama ngaji tercapai, yakni ingin melanjutkan kembali kehidupan Islam di bawah naungan Khilafah Islamiyah. Wuih, senengnya bisa ikutan ber-juang. Jadi, ngaji yuk! Heu.euh!  [solihin] 

Buletin Gaul Islam_ Edisi 185/Tahun ke-5 (8 Maret 2004) 
 

Alhamdulillah..
Lisannya tak henti bertahmid, mensyukuri atas segala nikmat yg diperolehnya,  takkala dia sedang menafakkuri diri.. atas pencapaian yang telah diperolehnya hingga detik ini.
Terkadang dia tak tahan atas pandangan sekelilingnya atas dirinya saat ini. Hampir semua orang yang memandangnya, yang tahu akan identitas dirinya, tak henti dari decak kagum dan pandangan takjub. Cukup sering dia bingung dengan kondisi yang demikian, di satu sisi, ada rasa bahagia atas hal tersebut, tapi terkadang hatinya malah miris dengan hal tersebut. Bukan karena tak bersyukur tapi lebih kepada, ketakutan diri tak mampu mejaga hati untuk tetap tawadhu dan terhindar dari riya. Bahkan bagi dia 'pujian' dianggapnya sebagai musuh terbesarnya, karena itulah kelemahan dirinya.

Begitu banyak orang yang ingin berada di posisinya, tidak saudara, teman, adik-adik binaannya, tapi tahukah kau bahwa, dia sungguh tak ingin berada pada posisinya saat ini, bukan karena tak bersyukur, tapi lebih kepada ketakutan yang telah disebutkan  sebelumnya, dan karena sebenarnya dia hanya ingin menjadi seorang yang sederhana dengan mimpi yang sederhana.

Di suatu ketika, seorang sahabatnya, pernah berkata.. " betapa bahagiahnya jika menjadi dirimu ukh..", sahabat tersebut saat itu adalah seorang istri dengan status sebagai seorang ibu dari seorang putri, dan berhenti bekerja dari pekerjaannya sebelum nikah, karena permintaan suami. Dan saat ini telah berstatus ibu dari 1 orang putri dan 2 orang putra yang lucu. Ada perih yang terasa, mendengar perkataan sahabat tersebut, dalam hati dia berkata "seandainya kau tahu" impian terbesar dalam hidupnya adalah berada di posisi sahabatnya itu.
hmm.. tapi itulah takdir Allah, memberi sesuai yang dibutuhkan bukan apa yang diri inginkan.. dan dia selalu meyakini bahwa takdir Allah pasti yang terbaik..

Sampai saat ini, apa yang menjadi impiannya, masih sekedar impian.. tapi tak boleh ada pertanyaan mengapa? hampir semua orang memandang dirinya terlalu berlebihan.. mungkin itulah yang terlihat pada dirinya.. tapi tahukah kau? Seandainya kau tahu, ternyata kelebihan yang dianggap oleh hampir semua orang tersebut dianggapnya sebagai kekurangan. Mungkin juga menjadi salah satu faktor penghambat dirinya untuk menggapai impiannya.. hmm.. mungkin??? Tapi salahkah dirinya atas apa yang telah dicapainya kini? Bukankah takdir Allah tak pernah salah? Dan Allah tak pernah salah alamat dalam memberi..

Seandainya kau tahu.. impiannya hanyalah sebuah impian sederhana..

"..impiannya.."
*Semoga Allah mengabulkan.. aamin..*

I LoVe ThiS Day

"I Love this day", kata-kata tersebut.. tertuju untuk hari kemaren, tapi bukan berarti "i don't love " hari ini :), dan bukan berarti hari ini gak lebih baik dari hari kemarin. Kata-kata itu hanya untuk menggambarkan perasaan 'kami' yang begitu bahagia akan peristiwa di hari kemarin. Kami? ya.. kami karena yang mengatakan hal tersebut bukan hanya saya seorang tapi itu juga dirasakan bahkan terkatakan oleh beberapa sahabat akhwat yang lain.
happy day Pictures, Images and Photos

Betapa senangnya.. bisa berkumpul bersama akhwat & ummahat seharian dalam majelis ilmu.. hal yang uda lama gak terjadi.. alhamdulillah bisa terjadi di hari kemarin. Betapa indahnya bisa menjalin persaudaraan bersama saudara-saudara seiman atau yang lebih trend dengan istilah ukhuwah fillah. Sungguh suatu kenikmatan yang tak dapat terwakili dengan kata-kata.. tapi hanya bisa dirasakan.. sungguh nikmat.. tapi takkala ingin menggambarkan nikmat di hari kemarin.. hanya bisa terucap "I Love this day".

Ukhuwah fillah adalah ukhuwah yang tanpa batas.. hanya cukup satu syarat yaitu 'iman'.  Alhamdulillah di hari kemarin dan juga hari ini, Allah memperkenankan saya untuk mengenal saudara-saudara seiman dari beda negara. Saudara-saudara yang sudah saya kenal setahun yang lalu, ditakdirkan kembali untuk mengunjungi negara kami, serta beberapa kenalan baru yang lain. Sungguh bahagia rasanya bisa mengenal mereka. Walaupun kami dari bangsa yang beda, berbahasa yang beda, bertanah air yang beda.. kok jadi serasa sumpah pemuda ya ? tapi versi yang berlawanan.. hehe
Hanya ingin mengatakan perbedaan tak membuat kami tidak bisa menjalin ukhuwah, justru perbedaan kami menjadi sesuatu yang indah, karena kami jadi bisa berbagi banyak hal & saling menambah wawasan. Sekali lagi ukhuwah fillah bisa menyatukan orang-orang dengan begitu banyak perbedaan hanya dengan satu kesamaan yaitu 'iman'. Kami belajar tentang bahasa mereka, dan mereka belajar sedikit tentang bahasa kami, Walaupun tentu saja komunikasi di antara kami lebih banyak tersampaikan menggunakan 'universal language' atau lebih keren disebut dengan bahasa tubuh.. ^^

Kedatangan mereka bukan hanya sekedar berlibur atau menikmati keindahan alam negeriku 'indonesia' tapi juga disertai dengan tujuan yang lebih mulia yakni 'dakwah'. Jadi selama mereka berada di sini, kesempatan untuk menuntut ilmu ini pun tidak kami sia-siakan.

Dengan semangat membara.. halah2x.. lebay modeON nih.. kami mengikuti rentetan kegiatan yang ada, mulai dari mengikuti International Workshop On The Art Interacting With Human Being, yg dibawakan oleh ustad DR. Khaleel Al Hirby, seorang International Trainer dari Madinah, sejak pagi hingga menjelang dhuhur, dan dilanjutkan lagi hingga jam menunjukkan pukul 13.00 di Lembang, kemudian estafet dengan ustadzah Jumanah dan dua orang putrinya yang membawakan materi seputar pernikahan khusus membahas tentang 'Hak Suami-Istri'.
Materi-materinya (insyaAllah akan diupload secara khusus) dibawakan dengan penuh hikmah dan interaktif, tak ayal lagi membuat kami semua begitu terkesima & termangguk2.. meskipun bahasa yang digunakan adalah bahasa Arab, tapi tetep saja tak mengurangi hikmah yang tersampaikan.. apalagi disertai bantuan terjemahan dari ustad Ridwan dari Jogja untuk materi pertama dan ukhti D*** pada materi kedua (jazakumullah khayr ya..) , subhanallah.. begitu banyak ilmu yang kami peroleh.. membuat diri ini semakin merasa 'haus' akan ilmu.. khususnya ilmu dien.

Tak terasa waktu bergerak begitu cepat, dan sudah beranjak menuju waktu Ashar, saatnya untuk memenuhi panggilan Sang Khalik. Setelah sholat, saatnya untuk pulang, tentu saja setelah sesaat menikmati lezatnya rujak yang disajikan oleh panitia.. *tuk panitia.. jazakumullah khayr ya.. makanannya enyak.. enyak.. enyak.. :D

Back to Bandung..
Setelah cukup kenyang dengan memenuhi hak diri (ruh-akal-tubuh), memenuhi hak ruh dengan ibadah serta hak akal dengan berilmu serta hak tubuh dengan makanan..  saatnya untuk pulang.. kembali ke dunia masing2.. hmm.. dunia yang begitu fana & menyibukkan.. hufff, berat sekali rasanya..
Karena kebaikan sebuah keluarga kecil (abu-ummu faris & sikecil faris), jadilah kami pulang tanpa perlu naik angkot & pastinya GRATISS.. & special delivery..diantar sampe ke depan rumah masing2 euy.. *Jazakumullah khayr for faris's family.. Semoga Allah memberi begitu banyak kebaikan pada kalian..

Tapi ow.. ow.. jalanan Lembang-Bandung.. maceeeetttt pisaaaaannn..
Kendaraan jadi berjalan seperti keong.. eh siput.. eh kura-kura.. eh................... silahkan isi aja titik2nya dengan nama hewan yg bergerak lamban bahkan sangat lamban untuk menggambarkan keadaan tersebut..
Untuk melewati suasana tersebut jadilah kami mengisinya dengan begitu banyak hal.. mulai dari bercanda sampe garing, aksi jepret2 untuk menghibur sikecil Luqman yang sudah terlihat boring.. membahas hal-hal yang cukup serius.. ada yang sibuk dengan hafalan qur'an & haditsnya.. sampai terdiam & sibuk dengan pikiran masing-masing.. dan tentu saja tak lupa berdoa..
Akhirnya begitu melewati terminal ledeng, suasana berubah.., tiba-tiba saja susunan kendaraan yang berjajar rapi bak semut beriring tadi hilang entah kemana alias gak macet lagi, jadilah mobil yang kami tumpangi meluncur bak anak panah lepas dari busurnya.. menyusuri jalanan setiabudi saat menjelang waktu magrib.. dan tak lama berselang azan magrib pun berkumandang, suara yang begitu merdu membuat relaksasi setelah penat dengan hiruk pikuk jalanan & kemacetan yang baru saja terlewati, mengembalikan ke titik sadar kami untuk segera bertemu denganNya. Terlontarlah berbagai usulan, ada yang mengusulkan untuk sholat magrib d mesjid Daarut Tauhid Gerlong karena saat itu juga seorang sahabat memang turun di sana, terpikir juga untuk sholat di mesjid Al Furqon UPI (universitas Pendidikan Indonesia), dan usulan yang lain adalah mampir sholat di Warung coto Dg Tata setiabudi sekalian mengisi lambung yang suaranya sudah mulai bersaing dengan suara hiruk pikuk jalanan.. haha.. lebay.. lebay.. haha :))
hmm.. menurutmu yang mana yang akan kami pilih???
YUP betul sekali.. kok bisa tau sih?? ^^
ya iyalah.. tentu saja kami akan memilih tawaran yang paling menarik.. bener2 menarik.. PAHE alias paket hemat.. memenuhi 2 kebutuhan utama di satu tempat..ibadah & perut.. pilihan yang manakah itu? tentu saja kami sepakat memenuhi usulan yang ketiga.. karena kami juga telah 'menyandera' salah satu keluarga dari pemilik tempat tersebut.. qadarullah.. di dalam mobil yang kami tumpangi itu terdata satu orang penumpang yang sdikit-banyak punya kaitan dengan label warung tersebut.. dan usulan itupun bersumber darinya.. jadi entah berawal dari hanya sekedar menawarkan tempat sholat saja tanpa dugaan respon yang berlebihan atau benar-benar punya niat ingin berbagi rezki, atau sekedar ingin melengkapi nikmat hari itu.. dengan menikmati semangkuk coto di tengah dinginnya malam yang bertambah dingin karena disertai rinai hujan.. tapi yang jelas.. kuyakini.. bahwa dia melakukannya tulus ikhlas karena Allah.. *luv u sista.. jazakillah khair..

jreng.. jreng.. wuzzz.. wuzz.. akhirnya mobil yang membawa kami parkir di depan warung coto Dg Tata Setiabudi, segera kami disambut dengan pegawai warung tersebut, dengan memayungi kami satu persatu.. benar-benar menimbulkan kesan pertama yang baik.. membuat kami semakin yakin kalo kami akan mendapatkan kesan-kesan berikutnya yang lebih baik.. *Husnudzon modeON :)
Bergegaslah kami menunaikan sholat magrib, sesaat setelah itu.. dapat dibayangkan bukan???
hmm.. sesegera mungkin semangkuk coto segera terhidang.. saya dan beberapa yang lain memesan coto, sebagian yang lain memesan konro, mie kering, dan pisang ijo.. bisa terbayang jumlah rombongan kami? :P
Sungguh terasa nikmat.. entah karena perut kami yang memang sedang menyetel irama 'keroncong' atau karena suasana yang begitu mendukung.. rinai hujan di malam hari.. atau hanya sekedar melepaskan kepenatan setelah terbebas dari kemacetan.. atau karena yang tersaji semuanya ANUGRAH (ANU GRAHtisan ^^, pinjam istilah seorang sahabat) semuanya bercampur menjadi satu dalam satu rasa.. bahagia..
Maka sungguh.. bersama kesulitan itu ada kemudahan (Qs.94:5-6)

Begitulah yang kami rasakan.. setalah menikmati hidangan yang tersaji dengan penuh rasa bahagia.. waktunya bergegas pulang.. karena malam terus semakin beranjak ke penghujungnya.. kamipun diantar satu persatu ke kediaman masing-masing.. ada yang di seputaran itb, ada di padasuka, seputaran UNPAD jatinangor, cibiru & cimahi.. alhamdulillah hari ini ditutup dengan rasa bahagia.. walaupun lelah secara fisik tapi entah mengapa diri serasa segar.. serasa mendapatkan semangat yang membara untuk menghadapi hari esok.. sepertinya karena seharian dicharge dengan inputan yang positif sehingga meghasilkan efek yang positif.. sebelum menutup hari ini.. sy cuma pingin bilang "I Love This day".. I hope another day will be better than this day.. aamin..


Penggalan cerita ini akan menjadi kenangan indah masa lalu & pengalaman berharga sarat hikmah..
Mari berbuat hari ini untuk hari esok yang lebih cerah.. SEMANGAT!!! HAMASA!!!
I LOVE THIS DAY ^_^

-Subhanallah-



Subhanallah..

Itulah kata yang akan terucap jika telah melihat gambar tersebut..sungguh..takkan henti hati & lisan ini untuk terus memuji kepadaNya..

Berikut ini beberapa komentar dari orang-orang yang telah melihat gambar tersebut :

Dariku :
Laut & ombaknya diibaratkan seprti dunia yg luas dg segala tantangannya..
merentasnya membutuhkan mujahada yg besar..
jd burung itu spt mujahid..yg sedang merentas dunia yg bgitu luas dg sgala tantangannya..
terbang merendah difilosofikan..merendah pd Yang Maha Besar..yaitu Sang Pencipta..

jadi..
Seperti..hamba Allah yg sedang bermujahada menghadapi dunia..menuju kpd Rabb nya..


Sahabat_1 :
hemm...
seekor burung yg sedang terbang merendah diatas permukaan laut belatar belakang cahaya aurora... bnr gak?
subhanallah...


Sahabat_2 :
Tatkala Mentari mulai menyembunyikan dirinya, secercah cahaya masih sanggup menerobos di antara awan2 kelabu...
Alunan ombak pun membawa sang burung tuk menari mengikuti irama...
Pebukitan nun dsana, semakin menjadi pelengkap keindahan ini.
Subhanallah...indahnya alam ini...
salut tuk fotographer nya...
smga ini real..


Bagi yang telah melihat dan ingin mengomentari..silahkan..komentari tidak terbatas.. ^^ 

Dari hati seorang ikhwan..









Wanita suci,
Mungkin aku memang tak romantis tapi siapa peduli?
Karena toh kau tak mengenalku dan memang tak perlu mengenalku.
Bagiku kau bunga, tak mampu aku samakanmu dengan bunga terindah sekalipun.
Bagiku manusia adalah makhluk yang terindah, tersempurna dan tertinggi.
Bagiku dirimu salah satu dari semua itu, karenanya kau tak membutuhkanpersamaan.

Wanita suci,
Jangan pernah biarkan aku manatapmu penuh, karena akan membuatkumengingatmu.
Berarti memenuhi kepalaku dengan inginkanmu.
Berimbas pada tersusunnya gambarmu dalam tiap dinding khayalku.
Membuatku inginkanmu sepenuh hati, seluruh jiwa, sesemangat mentari.
Kasihanilah dirimu jika harus hadir dalam khayalku yang masih penuh Lumpur.
Karena sesungguhnya dirimu terlalu suci.

Wanita suci,
Berdua menghabiskan waktu denganmu bagaikan mimpi tak berujung.
Ada ingin tapi tak ada henti.
Menyentuhmu merupakan ingin diri, berkelebat selalu, meski ujung penutupmu pun tak berani kusentuh.
Jangan pernah kalah dengan mimpi dan inginku karena sucimu kaupertaruhkan.
Mungkin kau tak peduli
Tapi kau hanya menjadi wanita biasa di hadapanku bila kau kalah.
Dan tak lebih dari wanita biasa.

Wanita suci,
Jangan pernah kautatapku penuh
Bahkan tak perlu kaulirikkan matamu untuk melihatku.
Bukan karena aku terlalu indah, tapi karena aku seorang yang masih kotor.
Aku biasa memakai topeng keindahan pada wajah burukku, mengenakan pakaian sutra emas.
Meniru laku para rahib, meski hatiku lebih kotor dari Lumpur.
Kau memang suci, tapi masih sangat mungkin kau termanipulasi.
Karena kau toh hanya manusia-hanya wanita.

Wanita suci,
Beri sepenuh diri pada dia sang lelaki suci yang dengan sepenuh hati membawamu kehadapan Tuhanmu.
Untuknya dirimu ada, itu kata otakku, terukir dalam kitab suci, tak perlu dipikir lagi.
Tunggu sang lelaki itu menjemputmu, dalam rangkaian khitbah dan akad yang indah.
Atau kejar sang lelaki suci itu, karena itu adalah hakmu, seperti dicontohkan ibunda Khadijah.
Jangan ada ragu, jangan ada malu, semua terukir dalam kitab suci.

Wanita suci
Bariskan harapanmu pada istikharah sepenuh hati ikhlas.
Relakan Allah pilihkan lelaki suci untukmu, mungkin sekarang atau nanti, bahkan mungkin tak ada sampai kau mati.
Mungkin itu berarti dirimu terlalu suci untuk semua lelaki di fana saat ini.
Mungkin lelaki suci itu menanti di istana kekalmu, yang kaubangun dengan segala kekhusyu'an tangis do'amu.

Wanita suci
Pilihan Allah tak selalu seindah inginmu, tapi itu pilihan-Nya.
Tak ada yang lebih baik dari pilihan Allah.
Mungkin kebaikan itu bukan pada lelaki yang terpilih itu, melainkan pada jalan yang kaupilih,
seperti kisah seorang wanita sudi di masa lalu yang meminta ke-Islam-an sebagai mahar pernikahannya.
Atau mungkin kebaikan itu terletak pada keikhlasanmu menerima keputusan Sang Kekasih Tertinggi.
Kekasih tempat kita memberi semua cinta dan menerima cinta
dalam setiap denyut nadi kita
( suara hati seorang ikhwan - situs sahabat)

Dengarkanlah wahai wanita..Suara Hati Seorang Ikhwan untuk Seluruh Wanita Suci di Dunia..
Jagalah kesucianmu..krn kau terlahir 'suci'..
Marilah kita menjadi 'wanita suci' yang dinanti oleh para 'lelaki suci' d dunia serta di akhirat kelak.. (amiin)

Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (surga) [Qs.24:26]

15/11/09-Ahad kemarin, bersama dua sahabat akhwat, saya berjalan-jalan pagi untuk menghirup udara pagi.. merasakan nikmatNya saat pagi hari.. kami pun berjalan-jalan di seputaran kampus ITB. Subhanallah..Alhamdulillah..Allahu Akbar..sungguh pagi yang indah, dengan kesegaran udaranya..yang menyegarkan hingga ke rongga dada.. membuat kami sungguh tak ingin berhenti bertasbih..bertahmid..& bertakbir atas kebesaranNya dan nikmatNya..
Kami berjalan di seputaran kampus ITB dimulai dari gerbang depan hingga gerbang belakang..sambil menikmati suasana pagi di dalam kampus tersebut..tak lupa pula kami abadikan nikmat pagi itu dengan beberapa jepretan kamera hp.. ^^
Tak terasa perjalanan pagi itu berakhir dengan kesegaran, keceriaan, dan tentu saja dengan rasa lapar.. :D karena memang perut kami belum terisi sejak terbangun dari tidur.. maka tercetuslah ide untuk melengkapi nikmat pagi itu dengan menyantap bubur kacang ijo sebagai menu sarapan kami.. hmm..membayangkan kelezatan semangkuk burjo membuat perjalanan pulang semakin bersemangat..
hanya dengan 2rb rupiah..kami sudah bisa menikmati kelezatan semangkuk burjo..dan seketika bisa mengembalikan energi kami.. alhamdulillah..
next..saatnya siap2 menghadapi hari untuk amanah2  yang telah menanti.. Semangat!!! Hamasa!!! ^_^

-Bubur kacang hijau- atau yang biasa disebut bubur kacang ijo atau lebih ngetrend dengan sebutan 'BURJO'..
Tapi paman saya punya panggilan sendiri untuk makanan yang satu ini yaitu..BURKI = BubUR Kacang Ijo.. karena kami berdua boleh dikata sebagai penggemar bubur ini..
Selain karena kelezatan rasanya, juga karena kandungan gizinya yang sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh, dan tentu saja karena membuatnya juga tergolong 'simple'




Kita buat Yukk!!!

Bahan :
2 cup kacang hijau cuci bersih rendam sebentar
6 cm jahe segar di potong 3
Gula merah yg sudah dilarutkan
Air 700 ml

11/2 cup ketan hitam, cuci bersih rendam sebentar
Gula merah yg sdh dilarutkan
2 lembar pandan

400 cc santan kelapa (santan kental + santan cair)
Garam sedikit
1 sdt maizena untuk mengentalkan

Cara Buat :
Rebus kacang hijau dicampur 700 ml air/santan cair bagi yang suka , dan jahe didihkan sampai matang alias kacangnya pecah semua, tambahkan larutan gula merah, masak lagi sebentar, cicipi rasa manisnya. Angkat

Rebus ketan hitam, tambahkan 800 ml air, daun pandan, didihkan sampai ketan matang dan mengental, kemudian tambahkan gula, dan garam sedikit saja. Angkat

Untuk santan, didihkan santan kental, tambahkan garam, dan maizena yg sdh dilarutkan dgn sedikit air.
Boleh juga tidak memakai maizena, tapi santan terus diaduk agar tidak pecah

Taruh dlm mangkok, kacang hijau beserta ketan hitam lalu siram dengan kuah santan…
hmm...laziss..nikmat.. untuk sarapan, setelah berolahraga, cemilan sore & tentu saja saat berbuka puasa….:)

*Bubur ini juga enak disantap dengan roti tawar loh..bagi yang suka tentunya :)


Selamat Menikmati ^.^



Manfaat BURKI :
*Kacang hijau itu setidaknya mengandung vitamin B1, A, dan E ditambah kandungan-kandungan gizi lainya yang menyehatkan tubuh..

*kacang hijau berguna untuk membantu mengatasi beberapa penyakit seperti hepatitis, beri-beri, demam nifas, vertigo, kurang darah sampai terkilir, dll
 Klik di sini untuk baca lebih lengkap



Hatim Al-Asham pernah ditanya seseorang.."wahai Hatim..atas dasar apakah engkau begitu tawakkal kepada Allah?” 
Beliau menjawab, “ atas dasar empat hal..yaitu :
Pertama..aku sadari bahwa rizki yang telah ditetapkan untukku tidaklah mungkin diambil oleh orang lain.. karenanya jiwaku
merasa tenteram..

Kedua..aku tahu bahwa amalku tidak akan dikerjakan orang lain..karena itu aku sibuk beramal..

Ketiga..aku tahu bahwa kematian akan selalu datang kepadaku dengan tiba-tiba tanpa sepengetahuanku..maka dari itu aku selalu bersiap diri untuk menghadapinya..

Dan keempat..aku tahu bahwa aku tidak mungkin lepas dari pengawasan Allah.. di mana saja aku berada.. karena itu aku selalu merasa malu bermaksiat kepada-Nya..."
(Muhammad bin Abu Imran dalam Sifatush-Shahwah)

Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal [Qs.8:2]

..Semoga Allah menuntun kita menjadi Hatim Al-Asham masa kini..termasuk orang-orang yang selalu bertawakkal dan beristiqomah dalam kebaikan..amiin..


Bismillah..

Berawal dari keprihatinan & kesedihan untuk semua saudariku..

Berdasar pada rasa cinta pada semua saudariku..-muslimah-

yang sedang asyik2nya menikmati indahnya menjalin ukhuwah d dunia maya..salah satu tempat yg bernama facebook atau yang terkenal dengan sebutan fb..
Bukan masalah boleh tidaknya menggunakan fb..tapi lebih kepada mencoba merenungi fenomena penggunaan fb utk menjadi eksis d dunia maya..salah satunya..begitu banyaknya wajah2 cantik para muslimah yang bertebaran & bebas menjadi santapan & dinikmati oleh yang tidak halal baginya..

Tak perlu berkenalan..tak perlu meminta..seorang pria asing sekalipun..begitu mudahnya menikmati wajah cantik ukhti..
Layaknya bintang iklan yang berpose dengan wajah & senyum termanisnya..semua terpukau memandang..terutama para pria2 asing diluar sana menjadi begitu terkesima & tak berkedip dibuatnya..bahkan bisa jadi terbawa hingga alam bawah sadarnya.. (hmm sungguh besar fitnah yg dapat terjadi karenamu ukhti..naudzubillah)

Sadar atau tidak sadar..takkala hendak memajang foto ukhti untuk dilihat oleh pihak lain..bukankah ukhti akan memberikan foto yang terbaik..tercantik..termanis..& ter..yang lainnya???

Tahukah ukhti..seorang bintang iklan sekalipun punya harga untuk setiap pose yang dilakukannya atas nama profesionalitas..tapi kenapa ukhti malah memberikannya secara gratis untuk harga sebuah anugerah tak ternilai yg bernama 'izzah' yang telah kau punya sejak kau terlahir???

Ukhtifillah..
Islam begitu menjaga kehormatan wanita..karena betapa tingginya derajat seorang wanita..
karena setiap muslimah telah dianugerahi izzah yg harus dia jaga..yg sangat2 mahal bahkan tak ternilai oleh hitungan angka..
Mari kita baca & renungkan ayat-ayat Al-Qur'an berikut..sebuah pernyataan cinta dari Sang Khalik kepada makhlukNya..terkhusus untukmu..duhai 'wanita'

Surat An-Nuur : 31

“Katakanlah kepada wanita yang beriman : “Hendaklah mereka menahan pandangan mereka dan memelihara kemaluan mereka dan janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka kecuali yang (biasa) nampak dari mereka.

Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dada mereka, dan janganlah menampakkan perhiasan mereka, kecuali kepada suami mereka atau ayah mereka atau ayah suami mereka (mertua) atau putra-putra mereka atau putra-putra suami mereka atau saudara-saudara mereka (kakak dan adiknya) atau putra-putra saudara laki-laki mereka atau putra-putra saudara perempuan mereka (=keponakan) atau wanita-wanita Islam atau budak-budak yang mereka miliki atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti aurat wanita.

Dan janganlah mereka memukulkan kaki mereka agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.”

Surat Al-Ahzab : 59

“Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mumin : “Hendaklah mereka mengulurkann jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.”

Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

subhanallah..tidakkah kalian merasa terhormat??? karena melalui perintah ini..DIA menjagamu..DIA memuliakanmu..
Bukankah sudah jelas..bahwa seluruh tubuh wanita itu aurat..

laksana engkau perhiasan yang paling berharga..engkau selayaknya ditempatkan pada tempat yang tak mudah dilihat..tak mudah dijamah bukan??? agar kemurnianmu tetap terjaga..bukan di sembarang tempat yang dapat dilihat & diakses oleh semua orang..

maka..ketika kita memasang foto di dunia maya maka semua orang bisa melihat tubuh kita, mencermatinya, dan kemudian mengamatinya..(ups, ga ada bedanya ya?!) ..bahkan bisa menikmatinya..tanpa batas..

Inti dari perintah menjaga aurat di al Qur'an adalah "tidak menampakkan"..begitulah seperti yang tertulis dalam surah An-Nuur ayat 31.

Nah..kalo kita memasang foto kita di dunia maya..FB misalnya, bukankah itu sudah menampakkan aurat kita walaupun sedang menggunakan jilbab..kenapa??? karena kita tetap tampak dihadapan para ikhwan..

jadi ukhtifillah..kita harus menjaga izzah kita dengan tetap menjaga HIJAB meski di dunia maya sekalipun..
Rasanya percuma kita menundukkan pandangan saat berpapasan di jalan, pake hijab kalo keluar, tapi memajang foto waktu fesbukan..wallahu a'lam..

Baca..baca..& baca..itulah yang ingin kulakukan hari ini, mulai dari buku yang berjudul rada-rada serius..sampe yang bertema rada menggelitik. Tapi saya tidak akan membahas semua buku yang sudah saya baca hari ini, hanya ingin mencoba berbagi tentang sebuah buku lawas, yang berisi kumpulan cerpen islami, termasuk di dalamnya salah satu cerpen yang bisa membuatku terkesan hingga saat ini, cerpen ini adalah sebuah cerpen islami yang cukup popupler di sekitar tahun 90-an..sudah lupa tepatnya..pokoknya ceritanya telah membuat kesan tersendiri bagi saya dan juga mungkin bagi yang lain. Cerpen inilah yang menjadi salah satu penggerak untuk berhijab..ya..walaupun hanya sebuah cerita fiksi, tapi bisa menggerakkan hati..pokoknya tengkyu deh buat mbak helvy..yang sudah nulis cerpen "Ketika Mas Gagah Pergi".
Sekedar ingin bernostalgia sama cerita-cerita lawas, jadinya pingin menghadirkan kembali cerita tentang "Ketika Mas Gagah Pergi"

Ketika Mas Gagah Pergi
Karya: Helvy Tiana Rosa
Mas Gagah berubah!
Ya, sudah beberapa bulan belakangan ini Masku, sekaligus saudara kandungku satu-satunya itu benar-benar berubah !
Mas Gagah Perwira Pratama, masih kuliah di Teknik Sipil UI semester tujuh. Ia seorang kakak yang sangat baik, cerdas, periang dan tentu saja… ganteng! Mas Gagah juga sudah mampu membiayai kuliahnnya sendiri dari hasil mengajar privat untuk anak-anak SMA.
Sejak kecil aku sangat dekat dengannya. Tak ada rahasia di antara kami. Ia selalu mengajakku kemana ia pergi. Ia yang menolong di saat aku butuh pertolongan. Ia menghibur dan membujuk di saat aku bersedih. Membawakan oleh-oleh sepulang sekolah dan mengajariku mengaji.
Pendek kata, ia selalu melakukan hal-hal yang baik, menyenangkan dan berarti banyak untukku.Saat memasuki usia dewasa kami jadi makin dekat. Kalau ada saja sedikit waktu kosong, maka kami akan menghabiskannya bersama. Jalan-jalan, nonton film atau konser musik atau sekedar bercanda bersama teman-teman. Mas Gagah yang humoris itu akan membuat lelucon-lelucon santai hingga aku dan teman-temanku tertawa terbahak-bahak. Dengan sedan putihnya ia berkeliling mengantar teman-temanku pulang usai kami latihan teater. Kadang kami mampir dan makan dulu di restoran, atau bergembira ria di Dufan, Ancol.
Tak ada yang tak menyukai Mas Gagah. Jangankan keluarga atau tetangga, nenek-kakek, orang tua dan adik kakak teman-temanku menyukai sosoknya !
“Kakak kamu itu keren, cute, macho dan humoris. Masih kosong nggak sih ?”
“Git, gara-gara kamu bawa Mas Gagah ke rumah, sekarang orang serumahku sering membanding-bandingkan teman cowokku sama Mas Gagah lho ! Gila, berabe khan ?”
“Gimana ya Git, agar Mas Gagah suka padaku ?”
Dan masih banyak lontaran-lontaran senada yang mampir ke kupingku. Aku cuma mesam-mesem. Bangga.
Pernah kutanyakan pada Mas Gagah mengapa ia belum punya pacar. Apa jawabnya ?
“Mas belum minat tuh ! Kan lagi konsentrasi kuliah. Lagian kalau Mas pacaran…, banyak anggaran. Banyak juga yang patah hati ! He…he…he..” kata Mas Gagah pura-pura serius.
Mas Gagah dalam pandanganku adalah sosok ideal. Ia serba segalanya. Ia punya rancangan masa depan, tapi tak takut menikmati hidup. Ia moderat tapi tak pernah meninggalkan sholat !
Itulah Mas Gagah!
Tetapi seperti yang telah kukatakan, entah mengapa beberapa bulan belakangan ini ia berubah ! Drastis ! Dan aku seolah tak mengenal dirinya lagi. Aku sedih. Aku kehilangan. Mas Gagah yang kubanggakan kini entah kemana…
–=oOo=–
“Mas Gagah ! Mas Gagaaaaaahhh!” teriakku kesal sambil mengetuk pintu kamar Mas Gagah keras-keras.
Tak ada jawaban. Padahal kata mama Mas Gagah ada di kamarnya. Kulihat stiker metalik di depan pintu kamar Mas Gagah. Tulisan berbahasa arab gundul. Tak bisa kubaca. Tapi aku bisa membaca artinya : Jangan masuk sebelum memberi salam!
“Assalaamu’alaikuuum!” seruku.
Pintu kamar terbuka dan kulihat senyum lembut Mas Gagah.
“Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakaatuh. Ada apa Gita? Kok teriak-teriak seperti itu?” tanyanya.
“Matiin kasetnya !” kataku sewot.
“Lho emang kenapa ?”
“Gita kesel bin sebel dengerin kasetnya Mas Gagah ! Memangnya kita orang Arab… , masangnya kok lagu-lagu Arab gitu!” aku cemberut.
“Ini nasyid. Bukan sekedar nyanyian Arab tapi dzikir, Gita !”
“Bodo !”
“Lho, kamar ini kan daerah kekuasaannya Mas. Boleh dong Mas melakukan hal-hal yang Mas sukai dan Mas anggap baik di kamar sendiri,” kata Mas Gagah sabar. “Kemarin waktu Mas pasang di ruang tamu, Gita ngambek…, mama bingung. Jadinya ya, di pasang di kamar.”
“Tapi kuping Gita terganggu Mas! Lagi asyik dengerin kaset Air Supply yang baru…, eh tiba-tiba terdengar suara aneh dari kamar Mas!”
“Mas kan pasang kasetnya pelan-pelan…”
“Pokoknya kedengaran!”
“Ya, wis. Kalau begitu Mas ganti aja dengan nasyid yang bahasa Indonesia atau bahasa Inggris. Bagus, lho !”
“Ndak, pokoknya Gita nggak mau denger!” aku ngloyor pergi sambil membanting pintu kamar Mas Gagah.
Heran. Aku benar-benar tak habis pikir mengapa selera musik Mas Gagah jadi begitu. Kemana kaset-kaset Scorpion, Wham!, Elton John, Queen, Bon Jovi, Dewa, Jamrood atau Giginya?
“Wah, ini nggak seperti itu, Gita ! Dengerin Scorpion atau si Eric Clapton itu belum tentu mendatangkan manfaat, apalagi pahala. Lain lah ya dengan senandung nasyid Islami. Gita mau denger ? Ambil aja di kamar. Mas punya banyak kok !” begitu kata Mas Gagah.
Oalaa !
–=oOo=–
Sebenarnya perubahan Mas Gagah nggak cuma itu. Banyak. Terlalu banyak malah! Meski aku cuma ‘adik kecil’nya yang baru kelas dua SMA, aku cukup jeli mengamati perubahan-perubahan itu. Walau bingung untuk mencernanya.
Di satu sisi kuakui Mas Gagah tambah alim. Sholat tepat waktu, berjama’ah di Masjid, ngomongnya soal agama terus. Kalau aku iseng mengintip di lubang kunci, ia pasti lagi ngaji atau baca buku Islam.
Dan kalau aku mampir di kamarnya, ia dengan senang hati menguraikan isi buku yang dibacanya, atau malah menceramahiku. Ujung-ujungnya,”Ayo dong Gita, lebih feminin. Kalau kamu pakai rok atau baju panjang, Mas rela deh pecahin celengan buat beliin kamu rok atau baju panjang. Muslimah kan harus anggun. Coba Dik manis, ngapain sih rambut ditrondolin gitu !”
Uh. Padahal dulu Mas Gagah oke-oke saja melihat penampilanku yang tomboy. Dia tahu aku cuma punya dua rok! Ya rok seragam sekolah itu saja! Mas Gagah juga nggak pernah keberatan kalau aku meminjam kaos atau kemejanya. Ia sendiri dulu sering memanggilku Gito, bukan Gita ! Eh, sekarang pakai manggil Dik Manis segala!
Hal lain yang nyebelin, penampilan Mas Gagah jadi aneh. Sering juga mama menegurnya.
“Penampilanmu kok sekarang lain, Gah?’
“Lain gimana, Ma ?”
“Ya, nggak semodis dulu. Nggak dandy lagi. Biasanya kamu yang paling sibuk dengan penampilan kamu yang kayak cover boy itu…”
Mas Gagah cuma senyum. “Suka begini, Ma. Bersih, rapi meski sederhana. Kelihatannya juga lebih santun.”
Ya, dalam penglihatanku Mas Gagah jadi lebih kuno dengan kemeja lengan panjang atau baju koko yang dipadu dengan celana panjang semi baggy-nya. “Jadi mirip Pak Gino,” komentarku menyamakannya dengan sopir kami. “Untung saja masih lebih ganteng.”
Mas Gagah cuma terawa. Mengacak-acak rambutku dan berlalu.
Mas Gagah lebih pendiam? Itu juga sangat kurasakan. Sekarang Mas Gagah nggak kocak seperti dulu. Kayaknya dia juga males banget ngobrol lama atau becanda sama perempuan. Teman-temanku bertanya-tanya. Thera, peragawati sebelah rumah, kebingungan.
Dan…yang paling gawat, Mas Gagah emoh salaman sama perempuan!! Kupikir apa sih maunya Mas Gagah?
“Sok kece banget sih Mas? Masak nggak mau salaman sama Tresye? Dia tuh cewek paling beken di Sanggar Gita tahu?” tegurku suatu hari. “Jangan gitu dong. Sama aja nggak menghargai orang !”
“Justru karena Mas menghargai dia makanya Mas begitu,” dalihnya, lagi-lagi dengan nada amat sabar. “Gita lihat khan orang Sunda salaman? Santun meski nggak sentuhan. Itu yang lebih benar!”
Huh. Nggak mau salaman. Ngomong nunduk melulu…, sekarang bawa-bawa orang Sunda. Apa hubungannya?
Mas Gagah membawa sebuah buku dan menyorongkannya padaku. “Baca!”
Kubaca keras-keras. “Dari ‘Aisyah ra. Demi Allah, demi Allah, demi Allah. Rasulullah saw tidak pernah berjabat tangan dengan wanita kecuali dengan mahromnya. Hadits Bukhari Muslim!”
Si Mas tersenyum.
“Tapi Kyai Anwar mau salaman sama mama. Haji Kari, Haji Toto, Ustadz Ali…,” kataku.
“Bukankah Rasulullah uswatun hasanah? Teladan terbaik?” kata Mas Gagah sambil mengusap kepalaku. “Coba untuk mengerti ya, Dik Manis !?”
Dik manis? Coba untuk mengerti? Huh! Dan seperti biasa aku ngeloyor pergi dari kamar Mas Gagah dengan mangkel. Menurutku Mas Gagah terlalu fanatik ! Aku jadi khawatir. Apa dia lagi nuntut ‘ilmu putih’? Ah, aku juga takut kalau dia terbawa oleh orang-orang sok agamis tapi ngawur. Namun…, akhirnya aku nggak berani menduga demikian. Mas-ku itu orangnya cerdas sekali! Jenius malah! Umurnya baru dua puluh satu tahun tapi sudah tingkat empat di FTUI! Dan aku yakin mata batinnya jernih dan tajam. Hanya…, yaaa akhir-akhir ini ia berubah. Itu saja. Kutarik napas dalam-dalam.
–=oOo=–
“Mau kemana, Git!?”
“Nonton sama teman-teman.” Kataku sambil mengenakan sepatu. “Habis Mas Gagah kalau diajak nonton sekarang kebanyakan nolaknya!”
“Ikut Mas aja, yuk!”
“Kemana? Ke tempat yang waktu itu lagi? Ogah! Gita kayak orang bego di sana!”
Aku masih ingat jelas. Beberapa waktu yang lalu Mas Gagah mengajakku ke rumah temannya. Ada pengajian. Terus pernah juga aku diajak menghadiri tabligh akbar di suatu tempat. Bayangin, berapa kali aku dilihatin sama cewek-cewek lain yang kebanyakan berjilbab itu. Pasalnya, aku kesana memakai kemeja lengan pendek, jeans belel dan ransel kumalku. Belum lagi rambut trondol yang nggak bisa aku sembunyiin. Sebenarnya Mas Gagah menyuruhku memakai baju panjang dan kerudung yang biasa mama pakai ngaji. Aku nolak sambil ngancam nggak mau ikut.
“Assalaamu’alaikum!” terdengar suara beberapa lelaki.
Mas Gagah menjawab salam itu. Tak lama kulihat Mas Gagah dan teman-temannya di ruang tamu. Aku sudah hafal dengan teman-teman si Mas ini. Masuk, lewat, nunduk-nunduk, nggak ngelirik aku…, persis kelakuannya Mas Gagah.
“Lewat aja nih, Mas? Gita nggak dikenalin?” tanyaku iseng.
Dulu nggak ada deh teman Mas Gagah yang tak akrab denganku. Tapi sekarang, Mas Gagah nggak memperkenalkan mereka padaku. Padahal teman-temannya lumayan handsome!
Mas Gagah menempelkan telunjuknya di bibir. “Ssssttt !”
Seperti biasa, aku bisa menebak kegiatan mereka. Pasti ngomongin soal-soal ke-Islaman, diskusi, belajar baca Al-Quran atau bahasa Arab…, yaaa begitu deh!!
–=oOo=–
“Subhanallah, berarti kakak kamu ikhwan dong!” seru Tika setengah histeris mendengar ceritaku. Teman akrabku ini memang sudah sebulan ini berjilbab rapi. Memusiumkan semua jeans dan baju-baju you can see-nya.
“Ikhwan?” ulangku. “Makanan apaan tuh? Saudaranya bakwan atau tekwan?” suaraku yang keras membuat beberapa makhluk di kantin sekolah melirik kami.
“Huss! Untuk laki-laki ikhwan, untuk perempuan akhwat. Artinya saudara. Biasa dipakai untuk menyapa saudara seiman kita,” ujar Tika sambil menghirup es kelapa mudanya. “Kamu tahu Hendra atau Isa, kan? Aktivis Rohis kita itu contoh ikhwan paling nyata di sekolah ini.”
Aku manggut-manggut. Lagak Isa dan Hendra memang mirip Mas Gagah.
“Udah deh, Git. Nggak usah bingung. Banyak baca buku Islam. Ngaji! Insya Allah kamu akan tahu meyeluruh tentang dien kita. Orang-orang seperti Hendra, Isa, atau Mas Gagah bukanlah orang-orang yang error. Mereka hanya berusaha mengamalkan Islam dengan baik dan benar. Kitanya saja yang mungkin belum mengerti dan sering salah paham.”
Aku diam. Kulihat kesungguhan di wajah bening Tika, sobat dekatku yang dulu tukang ngocol ini. Tiba-tiba di mataku menjelma begitu dewasa.
“Eh, kapan main ke rumahku? Mama udah kangen tuh! Aku ingin kita tetap dekat, Gita…, meski kita kini punya pandangan yang berbeda,” ujar Tika tiba-tiba.
“Tik, aku kehilangan kamu. Aku juga kehilangan Mas Gagah…,” kataku jujur. “Selama ini aku pura-pura cuek tak peduli. Aku sedih…”
Tika menepuk pundakku. Jilbab putihnya bergerak ditiup angin. “Aku senang kamu mau membicarakan hal ini denganku. Nginap di rumah, yuk. Biar kita bisa cerita banyak. Sekalian kukenalkan pada Mbak Ana.”
“Mbak Ana ?”
“Sepupuku yang kuliah di Amerika! Lucu deh, pulang dari Amrik malah pakai jilbab! Itulah hidayah!”
“Hidayah ?”
“Nginap, ya! Kita ngobrol sampai malam sama Mbak Ana!”
–=oOo=–
“Assalaamu’alaikum, Mas Ikhwan…, eh Mas Gagah !” tegurku ramah.
“Eh adik Mas Gagah! Dari mana aja? Bubar sekolah bukannya langsung pulang!” kata Mas Gagah pura-pura marah, usai menjawab salamku.
“Dari rumah Tika, teman sekolah,” jawabku pendek. “Lagi ngapain, Mas?” tanyaku sambil mengintari kamarnya. Kuamati beberapa poster, kaligrafi, ganbar-gambar pejuang Palestina, Kashmir dan Bosnia. Puisi-puisi sufistik yang tertempel rapi di dinding kamar. Lalu dua rak koleksi buku ke-Islaman..
“Cuman lagi baca !”
“Buku apa ?”
“Tumben kamu pengin tahu?”
“Tunjukin dong, Mas…buku apa sih?” desakku.
“Eit…, Eiiit !” Mas Gagah berusaha menyembunyikan bukunya.
Kugelitik kakinya, dia tertawa dan menyerah. “Nih!” serunya memperlihatkan buku yang sedang dibacanya dengan wajah setengah memerah.
“Nah yaaaa!” aku tertawa. Mas Gagah juga. Akhirnya kami bersama-sama membaca buku ‘Memilih Jodoh dan Tata Cara Meminang dalam Islam’ itu..
“Maaaas…”
“Apa Dik manis?”
“Gita akhwat bukan sih?”
“Memangnya kenapa ?”
“Gita akhwat apa bukan ? Ayo jawab…,” tanyaku manja.
Mas Gagah tertawa. Sore itu dengan sabar dan panjang lebar, ia berbicara kepadaku. Tentang Allah, Rasulullah. Tentang ajaran Islam yang diabaikan dan tak dipahami ummatnya. Tentang kaum Muslimin di dunia yang selalu jadi sasaran fitnah serta pembantaian dan tentang hal-hal lainnya. Dan untuk petamakalinya setelah sekian lama, aku merasa kembali menemukan Mas Gagahku yang dulu.
Mas Gagah dengan semangat terus berbicara. Terkadang ia tersenyum, sesaat sambil menitikkan air mata. Hal yang tak pernah kulihat sebelumnya!!
“Mas kok nangis?”
“Mas sedih karena Allah, Rasul dan Al Islam kini sering dianggap remeh. Sedih karena ummat yang banyak meninggalkan Al-Quran dan Sunnah, juga berpecah belah. Sedih karena saat Mas bersenang-senang dan bisa beribadah dengan tenang, saudara-saudara seiman di Belahan bumi lainnya sedang digorok lehernya, mengais-ngais makanan di jalan, dan tidur beratap langit…”
Sesaat kami terdiam. Ah, Masku yang gagah dan tegar ini ternyata sangat perasa. Sangat peduli…
“Kok…tumben Gita mau dengerin Mas ngomong?” tanya Mas Gagah tiba-tiba.
“Gita capek marahan sama Mas Gagah !” Ujarku sekenanya.
“Emangnya Gita ngerti yang Mas katakan?”
“Tenang aja, Gita nyambung kok!” kataku jujur. Ya, Mbak Ana juga pernah menerangkan hal demikian. Aku ngerti deh meski nggak mendalam.
Malam itu aku tidur ditemani tumpukan buku-buku Islam milik Mas Gagah. Kayaknya aku dapat hidayah!
–=oOo=–
Hari-hari berlalu. Aku dan Mas Gagah mulai dekat lagi sepeti dulu. Meski aktivitas yang kami lakukan berbeda dengan yang dahulu.
Kini tiap Minggu kami ke Sunda Kelapa atau Wali Songo, mendengarkan ceramah umum. Atau ke tempat-tempat tabligh Akbar digelar. Kadang cuma aku dan Mas Gagah, kadang-kadang bila sedikit kupaksa Mama Papa juga ikut.
“Masa sekali aja nggak bisa, Pa…, tiap minggu rutin ngunjungin relasi ini itu. Kebutuhan rohaninya kapan?” tegurku.
Biasanya Papa hanya mencubit pipiku sambil menyahut, “Iya deh, iya!”
Pernah juga Mas Gagah mengajakku ke acara pernikahan temannya. Aku sempat bingung juga. Soalnya pengantinnya nggak bersanding tapi terpisah! Tempat acaranya juga gitu. Dipisah antara lelaki dan perempuan. Terus bersama souvenir, para tamu dibagikan risalah nikah juga. Di sana ada dalil-dalil mengapa walimah mereka dilaksanakan seperti itu. Dalam perjalanan pulang, baru Mas Gagah memberi tahu bagaimana hakikat acara pernikahan dalam Islam. Acara itu tak boleh menjadi ajang kemaksiatan dan kemubaziran, harus Islami dan semacamnya. Ia juga wanti-wanti agar aku tak mengulangi ulah mengintip tempat cowok dari tempat cewek!
Aku nyengir kuda.
Tampaknya Mas Gagah mulai senang pergi denganku. Soalnya aku mulai bisa diatur. Pakai baju yang sopan, pakai rok panjang, ketawa nggak cekakaan.
“Nyoba pakai jilbab, Git !” pinta Mas Gagah suatu ketika.
“Lho, rambut Gita kan udah nggak trondol! Lagian belum mau deh jreng!”
Mas Gagah tersenyum. “Gita lebih anggun kalau pakai jilbab dan lebih dicintai Allah. Kayak Mama”.
Memang sudah beberapa hari ini mama berjilbab. Gara-garanya dinasehatin terus sama si Mas, di beliin buku-buku tentang wanita, juga dikomporin sama teman-teman pengajian beliau.
“Gita mau, tapi nggak sekarang…,” kataku. Aku memikirkan bagaimana dengan seabreg aktivitasku kini, prospek masa depan (ceila) dan semacamnya.
“Itu bukan halangan.” Ujar Mas Gagah seolah mengerti jalan pikiranku.
Aku menggelengkan kepala. Heran, Mama yang wanita karier itu kok cepat sekali terpengaruh sama Mas Gagah!
“Ini hidayah, Gita!” kata Mama. Papa yang duduk di samping beliau senyum-senyum.
“Hidayah? Perasaan Gita duluan deh yang dapat hidayah baru Mama! Gita pakai rok aja udah hidayah!”
“Lho?” Mas Gagah bengong.
–=oOo=–
Dengan penuh kebanggaan, kutatap lekat wajah Mas Gagah. Gimana nggak bangga? Dalam acara Studi Tentang Islam yang diadakan FTUI untuk umum ini, Mas Gagah menjadi salah satu pembicaranya! Aku yang berada di antara ratusan peserta ini rasa-rasanya ingin berteriak, “Hei, itu kan Mas Gagah-ku !”
Mas Gagah tampil tenang. Gaya penyampaiannya bagus, materi yang dibawakannya menarik dan retorikanya luar biasa! Semua hening mendengar ia bicara. Aku juga. Mas Gagah fasih mengeluarkan ayat-ayat Al-Quran dan Hadits Rasul. Menjawab semua pertanyaan dengan baik dan tuntas. Aku sempat bingung lho, kok Mas Gagah bisa sih? Bahkan materi yang disampaikannya jauh lebih bagus daripada yamh dibawakan oleh kyai-kyai kondang atau ustadz tenar yang biasa kudengar!
Pada kesempatan itu juga Mas Gagah berbicara tentang muslimah masa kini dan tantangannya dalam era globalisasi.
“Betapa Islam yang jelas-jelas mengangkat harkat dan martabat wanita, dituduh mengekang wanita hanya karena mensyariatkan jilbab. Jilbab sebagai busana taqwa, sebagai identitas muslimah, diragukan bahkan oleh para muslimah kita, oleh orang Islam sendiri,” kata Mas Gagah.
Mas Gagah terus bicara. Tiap katanya kucatat di hati ini.
–=oOo=–
Lusa ulang tahunku. Dan hari ini sepulang sekolah, aku mampir ke rumah Tika. Minta diajarkan memakai jilbab yang rapi. Tuh anak sempat histeris juga. Mbak Ana senang dan berulang kali mengucap hamdalah.
Aku mau ngasih kejutan buat Mas Gagah! Mama bisa dikompakin. Nanti sore aku akan mengejutkan Mas Gagah. Aku akan datang ke kamarnya memakai jilbab putihku. Kemudian mengajaknya jalan-jalan untuk persiapan tasyakuran ultah ketujuh belasku.
Kubayangkan ia akan terkejut gembira, memelukku. Apalagi aku ingin Mas Gagah yang memberikan ceramah pada acara tasyakuran yang insya Allah mengundang teman-teman dan anak-anak panti yatim piatu dekat rumah kami.
“Mas Ikhwan!! Mas Gagaaaaah! Maaasss! Assalaamu’alaikum!” kuketuk pintu kamar Mas Gagah dengan riang.
“Mas Gagah belum pulang,” kata Mama.
“Yaaaaa, kemana sih, Ma??!” keluhku.
“Kan diundang ceramah di Bogor. Katanya langsung berangkat dari kampus…”
“Jangan-jangan nginep, Ma. Biasanya malam minggu kan suka nginep di rumah temannya, atau di Masjid.”
“Insya Allah nggak. Kan Mas Gagah inget ada janji sama Gita hari ini,” hibur mama menepis gelisahku.
Kugaruk-garuk kepalaku yang tak gatal. Entah mengapa aku kangen sekali dengan Mas Gagah.
“Eh, jilbab Gita mencong-mencong tuh !” Mama tertawa.
Tanganku sibuk merapikan jilbab yang kupakai. Tersenyum pada Mama.
–=oOo=–
Sudah lepas Isya. Mas Gagah belum pulang juga.
“Mungkin dalam perjalanan. Bogor kan lumayan jauh…” hibur Mama lagi.
Tetapi detik demi detik, menit demi menit berlalu. Sampai jam sepuluh malam, Mas Gagah belum pulang juga.
“Nginap barangkali, Ma?” duga Papa.
Mama menggeleng. “Kalau mau nginap Gagah selalu bilang, Pa!”
Aku menghela napas panjang. Menguap. Ngantuk. Jilbab putih itu belum juga kulepaskan. Aku berharap Mas Gagah segera pulang dan melihatku memakainya.
“Kriiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiinggg !!” Telpon berdering.
Papa mengangkat telepon. “Halo, ya betul. Apa? Gagah???”
“Ada apa , Pa?” tanya Mama cemas.
“Gagah…, kecelakaan…, Rumah Sakit… Islam…,” suara Papa lemah.
“Mas Gagaaaaaahhh!!!” Air mataku tumpah. Tubuhku lemas.
Tak lama kami sudah dalam perjalanan menuju Cempaka Putih. Aku dan Mama menangis berangkulan. Jilbab kami basah.
–=oOo=–
Dari luar kamar kaca, kulihat tubuh Mas Gagah terbaring lemah. Tangan, kaki, kepalanya penuh perban. Informasi yang kudengar, sebuah truk menghantam mobil yang dikendarai Mas Gagah. Dua teman Mas Gagah tewas seketika, sedang kondisi Mas Gagah kritis.
Dokter melarang kami untuk masuk ke dalam ruangan.
“Tapi saya Gita, adiknya, Dok! Mas Gagah pasti mau lihat saya pakai jilbab iniii!” kataku emosi pada dokter dan suster di depanku.
Mama dengan lebih tenang merangkulku, “Sabar, Sayang…, sabar.”
Di pojok ruangan papa tampak serius berbicara dengan dokter yang khusus menangani Mas Gagah. Wajah mereka suram.
“Suster, Mas Gagah akan hidup terus kan, suster? Dokter? Ma?” tanyaku. “Papa, Mas Gagah bisa ceramah pada syukuran Gita kan?” air mataku terus mengalir.
Tapi tak ada yang menjawab pertanyaanku kecuali kebisuan dinding putih rumah sakit. Dan dari kamar kaca kulihat tubuh yang biasa gagah enerjik itu bahkan tak bergerak!
“Mas Gagah, sembuh ya, Mas…, Mas…Gagah…, Gita udah jadi adik Mas yang manis. Mas… Gagah…,” bisikku.
Tiga jam kemudian kami masih berada di rumah sakit.. Sekitar ruang ICU kini telah sepi. Tinggal kami dan seorang bapak paruh baya yang menunggui anaknya yang juga dalam kondisi kritis. Aku berdoa dan terus berdoa. Ya Allah, selamatkan Mas Gagah…, Gita, Mama dan Papa butuh Mas Gagah…, umat juga.”
Tak lama dokter Joko yang menangani Mas Gagah menghampiri kami. “Ia sudah sadar dan memanggil nama ibu, bapak, dan Gi…”
“Gita..” suaraku serak menahan tangis.
“Pergunakan waktu yang ada untuk mendampinginya seperti permintaannya. Sukar baginya untuk bertahan. Maafkan saya…, lukanya terlalu parah,” perkataan terakhir dokter Joko mengguncang perasaan, menghempaskan harapanku!
“Mas…, ini Gita, Mas…,” sapaku berbisik.
Tubuh Mas Gagah bergerak sedikit. Bibirnya seolah ingin mengucapkan sesuatu.
Kudekatkan wajahku kepadanya. “Gita sudah pakai.. jilbab,” lirihku. Ujung jilbabku yang basah kusentuhkan pada tangannya.
Tubuh Mas Gagah bergerak lagi.
“Dzikir…, Mas,’ suaraku bergetar. Kupandang lekat-lekat wajah Mas Gagah yang separuhnya tertutup perban. Wajah itu begitu tenang…
“Gi…ta…”
Kudengar suara Mas Gagah! Ya Allah, pelan sekali!
“Gita di sini, Mas…”
Perlahan kelopak matamya terbuka. Aku tersenyum.
“Gita… udah pakai… jilbab…,” kutahan isakku.
Memandangku lembut, Mas Gagah tersenyum. Bibirnya seolah mengucapkan sesuatu seperti hamdalah.
“Jangan ngomong apa-apa dulu, Mas…,” ujarku pelan ketika kulihat ia berusaha lagi untuk mengatakan sesuatu.
Mama dan Papa memberi isyarat untuk gantian. Ruang ICU memang tak bisa dimasuki beramai-ramai. Dengan sedih aku keluar. Ya Allah…, sesaat kulihat Mas Gagah tersenyum. Tulus sekali!
Tak lama aku bisa menemui Mas Gagah lagi. Dokter mengatakan Mas Gagah tampaknya menginginkan kami semua berkumpul.
Kian lama kurasakan tubuh Mas Gagah semakin pucat. Tapi sebentar-sebentar masih tampak bergerak. Tampaknya ia juga masih bisa mendengar apa yang kami katakan meski hanya bisa membalasnya dengan senyuman dan isyarat mata.
Kuusap setitik lagi airmata yang jatuh. “Sebut nama Allah banyak-banyak…, Mas,” kataku sambil menggenggam tangannya. Aku sudah pasrah pada Allah. Aku sangat menginginkan Mas Gagah terus hidup. Tapi sebagai insan beriman, seperti juga yang diajarkan Mas Gagah, aku pasrah pada ketentuan Allah. Allah tentu tahu apa yang terbaik bagi Mas Gagah.
“Laa…ilaaha…illa…llah…, Muham…mad…Ra…sul…Al…lah…,” suara Mas Gagah pelan, namun tak terlalu pelan untuk kami dengar.
Mas Gagah telah kembali pada Allah. Tenang sekali. Seulas senyum menghiasi wajahnya.
Aku memeluk tubuh yang terbujur kaku dan dingin itu kuat-kuat. Mama dan Papa juga. Isak kami bersahutan walau kami rela dia pergi.
Selamat jalan, Mas Gagah !
–=oOo=–
(Epilog)
Buat ukhti manis Gita Ayu Pratiwi,
Semoga memperoleh umur yang berkah,
Dan jadilah muslimah sejati
Agar Allah selalu besertamu.
Sun Sayang,
Mas Ikhwan, eh Mas Gagah !
Kubaca berulang kali kartu ucapan Mas Gagah. Keharuan memenuhi rongga-rongga dadaku.
Gamis dan jilbab hijau muda, manis sekali. Akh, ternyata Mas Gagah telah mempersiapkan kado untuk hari ulang tahunku. Aku tersenyum miris.
Kupandangi kamar Mas Gagah yang kini lengang. Aku rindu panggilan dik manis, Aku rindu suara nasyid. Rindu diskusi-diskusi di kamar ini. Rindu suara merdu Mas Gagah melantunkan kalam Ilahi yang selamanya tiada kudengar lagi. Hanya wajah para Mujahid di dinding kamar yang menatapku. Puisi-puisi sufistik yang seolah bergema di ruang ini…
Setitik air mataku jatuh lagi.
“Mas, Gita akhwat bukan sih?”
“Ya, Insya Allah akhwat!”
“Yang bener?”
“Iya, dik manis!”
“Kalau ikhwan itu harus ada jenggotnya, ya?!”
“Kok nanya gitu?”
“Lha, Mas Gagah ada jenggotnya!”
“Ganteng kan?”
“Uuu! Eh, Mas, kita kudu jihad, ya? Jihad itu apa sih?”
“Ya always dong ! Jihad itu… “
Setetes, dua tetes, air mataku kian menganak sungai.
Kumatikan lampu. Kututup pintu kamarnya pelan-pelan.
Selamat jalan, Mas Ikhwan! Selamat jalan, Mas Gagah!
HTR, Depok, 1993

Bagi yang telah berkunjung..

Powered By Blogger