Menurut riwayat para ulama ahli tarikh yang masyhur, tarikh Islam mula-mula ditetapkan oleh Umar bin Khattab r.a. ketika ia menjadi khalifah pada tahun 17 Hijrah. Menurut kisahnya, hal ini terjadi disebabkan pada suatu hari Umar menerima sepucuk
Seorang pria mendatangi seorang alim karena dirinya tengah stress berat. Ia baru saja ditinggal oleh istrinya yang memilih kabur dengan pria lain yang ternyata adalah sahabat dekatnya sendiri. Ia tak kuat menahan beban pikirannya, hingga ia pun memilih berhenti dari pekerjaannya yang cukup mapan karena malu dengan rekan-rekan sekantornya. Ia mengurung diri, menyendiri dari lingkungan sosial. Simpati keluarga dan teman-temannya malah membuatnya semakin stress.
Alhamdulillah..
"I Love this day", kata-kata tersebut.. tertuju untuk hari kemaren, tapi bukan berarti "i don't love " hari ini :), dan bukan berarti hari ini gak lebih baik dari hari kemarin. Kata-kata itu hanya untuk menggambarkan perasaan 'kami' yang begitu bahagia akan peristiwa di hari kemarin. Kami? ya.. kami karena yang mengatakan hal tersebut bukan hanya saya seorang tapi itu juga dirasakan bahkan terkatakan oleh beberapa sahabat akhwat yang lain.

Betapa senangnya.. bisa berkumpul bersama akhwat & ummahat seharian dalam majelis ilmu.. hal yang uda lama gak terjadi.. alhamdulillah bisa terjadi di hari kemarin. Betapa indahnya bisa menjalin persaudaraan bersama saudara-saudara seiman atau yang lebih trend dengan istilah ukhuwah fillah. Sungguh suatu kenikmatan yang tak dapat terwakili dengan kata-kata.. tapi hanya bisa dirasakan.. sungguh nikmat.. tapi takkala ingin menggambarkan nikmat di hari kemarin.. hanya bisa terucap "I Love this day".
Ukhuwah fillah adalah ukhuwah yang tanpa batas.. hanya cukup satu syarat yaitu 'iman'. Alhamdulillah di hari kemarin dan juga hari ini, Allah memperkenankan saya untuk mengenal saudara-saudara seiman dari beda negara. Saudara-saudara yang sudah saya kenal setahun yang lalu, ditakdirkan kembali untuk mengunjungi negara kami, serta beberapa kenalan baru yang lain. Sungguh bahagia rasanya bisa mengenal mereka. Walaupun kami dari bangsa yang beda, berbahasa yang beda, bertanah air yang beda.. kok jadi serasa sumpah pemuda ya ? tapi versi yang berlawanan.. hehe
Hanya ingin mengatakan perbedaan tak membuat kami tidak bisa menjalin ukhuwah, justru perbedaan kami menjadi sesuatu yang indah, karena kami jadi bisa berbagi banyak hal & saling menambah wawasan. Sekali lagi ukhuwah fillah bisa menyatukan orang-orang dengan begitu banyak perbedaan hanya dengan satu kesamaan yaitu 'iman'. Kami belajar tentang bahasa mereka, dan mereka belajar sedikit tentang bahasa kami, Walaupun tentu saja komunikasi di antara kami lebih banyak tersampaikan menggunakan 'universal language' atau lebih keren disebut dengan bahasa tubuh.. ^^
Kedatangan mereka bukan hanya sekedar berlibur atau menikmati keindahan alam negeriku 'indonesia' tapi juga disertai dengan tujuan yang lebih mulia yakni 'dakwah'. Jadi selama mereka berada di sini, kesempatan untuk menuntut ilmu ini pun tidak kami sia-siakan.
Dengan semangat membara.. halah2x.. lebay modeON nih.. kami mengikuti rentetan kegiatan yang ada, mulai dari mengikuti International Workshop On The Art Interacting With Human Being, yg dibawakan oleh ustad DR. Khaleel Al Hirby, seorang International Trainer dari Madinah, sejak pagi hingga menjelang dhuhur, dan dilanjutkan lagi hingga jam menunjukkan pukul 13.00 di Lembang, kemudian estafet dengan ustadzah Jumanah dan dua orang putrinya yang membawakan materi seputar pernikahan khusus membahas tentang 'Hak Suami-Istri'.
Materi-materinya (insyaAllah akan diupload secara khusus) dibawakan dengan penuh hikmah dan interaktif, tak ayal lagi membuat kami semua begitu terkesima & termangguk2.. meskipun bahasa yang digunakan adalah bahasa Arab, tapi tetep saja tak mengurangi hikmah yang tersampaikan.. apalagi disertai bantuan terjemahan dari ustad Ridwan dari Jogja untuk materi pertama dan ukhti D*** pada materi kedua (jazakumullah khayr ya..) , subhanallah.. begitu banyak ilmu yang kami peroleh.. membuat diri ini semakin merasa 'haus' akan ilmu.. khususnya ilmu dien.
Tak terasa waktu bergerak begitu cepat, dan sudah beranjak menuju waktu Ashar, saatnya untuk memenuhi panggilan Sang Khalik. Setelah sholat, saatnya untuk pulang, tentu saja setelah sesaat menikmati lezatnya rujak yang disajikan oleh panitia.. *tuk panitia.. jazakumullah khayr ya.. makanannya enyak.. enyak.. enyak.. :D
Back to Bandung..
Setelah cukup kenyang dengan memenuhi hak diri (ruh-akal-tubuh), memenuhi hak ruh dengan ibadah serta hak akal dengan berilmu serta hak tubuh dengan makanan.. saatnya untuk pulang.. kembali ke dunia masing2.. hmm.. dunia yang begitu fana & menyibukkan.. hufff, berat sekali rasanya..
Karena kebaikan sebuah keluarga kecil (abu-ummu faris & sikecil faris), jadilah kami pulang tanpa perlu naik angkot & pastinya GRATISS.. & special delivery..diantar sampe ke depan rumah masing2 euy.. *Jazakumullah khayr for faris's family.. Semoga Allah memberi begitu banyak kebaikan pada kalian..
Tapi ow.. ow.. jalanan Lembang-Bandung.. maceeeetttt pisaaaaannn..
Kendaraan jadi berjalan seperti keong.. eh siput.. eh kura-kura.. eh................... silahkan isi aja titik2nya dengan nama hewan yg bergerak lamban bahkan sangat lamban untuk menggambarkan keadaan tersebut..
Untuk melewati suasana tersebut jadilah kami mengisinya dengan begitu banyak hal.. mulai dari bercanda sampe garing, aksi jepret2 untuk menghibur sikecil Luqman yang sudah terlihat boring.. membahas hal-hal yang cukup serius.. ada yang sibuk dengan hafalan qur'an & haditsnya.. sampai terdiam & sibuk dengan pikiran masing-masing.. dan tentu saja tak lupa berdoa..
Akhirnya begitu melewati terminal ledeng, suasana berubah.., tiba-tiba saja susunan kendaraan yang berjajar rapi bak semut beriring tadi hilang entah kemana alias gak macet lagi, jadilah mobil yang kami tumpangi meluncur bak anak panah lepas dari busurnya.. menyusuri jalanan setiabudi saat menjelang waktu magrib.. dan tak lama berselang azan magrib pun berkumandang, suara yang begitu merdu membuat relaksasi setelah penat dengan hiruk pikuk jalanan & kemacetan yang baru saja terlewati, mengembalikan ke titik sadar kami untuk segera bertemu denganNya. Terlontarlah berbagai usulan, ada yang mengusulkan untuk sholat magrib d mesjid Daarut Tauhid Gerlong karena saat itu juga seorang sahabat memang turun di sana, terpikir juga untuk sholat di mesjid Al Furqon UPI (universitas Pendidikan Indonesia), dan usulan yang lain adalah mampir sholat di Warung coto Dg Tata setiabudi sekalian mengisi lambung yang suaranya sudah mulai bersaing dengan suara hiruk pikuk jalanan.. haha.. lebay.. lebay.. haha :))
hmm.. menurutmu yang mana yang akan kami pilih???
YUP betul sekali.. kok bisa tau sih?? ^^
ya iyalah.. tentu saja kami akan memilih tawaran yang paling menarik.. bener2 menarik.. PAHE alias paket hemat.. memenuhi 2 kebutuhan utama di satu tempat..ibadah & perut.. pilihan yang manakah itu? tentu saja kami sepakat memenuhi usulan yang ketiga.. karena kami juga telah 'menyandera' salah satu keluarga dari pemilik tempat tersebut.. qadarullah.. di dalam mobil yang kami tumpangi itu terdata satu orang penumpang yang sdikit-banyak punya kaitan dengan label warung tersebut.. dan usulan itupun bersumber darinya.. jadi entah berawal dari hanya sekedar menawarkan tempat sholat saja tanpa dugaan respon yang berlebihan atau benar-benar punya niat ingin berbagi rezki, atau sekedar ingin melengkapi nikmat hari itu.. dengan menikmati semangkuk coto di tengah dinginnya malam yang bertambah dingin karena disertai rinai hujan.. tapi yang jelas.. kuyakini.. bahwa dia melakukannya tulus ikhlas karena Allah.. *luv u sista.. jazakillah khair..
jreng.. jreng.. wuzzz.. wuzz.. akhirnya mobil yang membawa kami parkir di depan warung coto Dg Tata Setiabudi, segera kami disambut dengan pegawai warung tersebut, dengan memayungi kami satu persatu.. benar-benar menimbulkan kesan pertama yang baik.. membuat kami semakin yakin kalo kami akan mendapatkan kesan-kesan berikutnya yang lebih baik.. *Husnudzon modeON :)
Bergegaslah kami menunaikan sholat magrib, sesaat setelah itu.. dapat dibayangkan bukan???
hmm.. sesegera mungkin semangkuk coto segera terhidang.. saya dan beberapa yang lain memesan coto, sebagian yang lain memesan konro, mie kering, dan pisang ijo.. bisa terbayang jumlah rombongan kami? :P
Sungguh terasa nikmat.. entah karena perut kami yang memang sedang menyetel irama 'keroncong' atau karena suasana yang begitu mendukung.. rinai hujan di malam hari.. atau hanya sekedar melepaskan kepenatan setelah terbebas dari kemacetan.. atau karena yang tersaji semuanya ANUGRAH (ANU GRAHtisan ^^, pinjam istilah seorang sahabat) semuanya bercampur menjadi satu dalam satu rasa.. bahagia..
Maka sungguh.. bersama kesulitan itu ada kemudahan (Qs.94:5-6)
Begitulah yang kami rasakan.. setalah menikmati hidangan yang tersaji dengan penuh rasa bahagia.. waktunya bergegas pulang.. karena malam terus semakin beranjak ke penghujungnya.. kamipun diantar satu persatu ke kediaman masing-masing.. ada yang di seputaran itb, ada di padasuka, seputaran UNPAD jatinangor, cibiru & cimahi.. alhamdulillah hari ini ditutup dengan rasa bahagia.. walaupun lelah secara fisik tapi entah mengapa diri serasa segar.. serasa mendapatkan semangat yang membara untuk menghadapi hari esok.. sepertinya karena seharian dicharge dengan inputan yang positif sehingga meghasilkan efek yang positif.. sebelum menutup hari ini.. sy cuma pingin bilang "I Love This day".. I hope another day will be better than this day.. aamin..
Penggalan cerita ini akan menjadi kenangan indah masa lalu & pengalaman berharga sarat hikmah..
Mari berbuat hari ini untuk hari esok yang lebih cerah.. SEMANGAT!!! HAMASA!!!
I LOVE THIS DAY ^_^
Percakapan bersama seorang sahabat di chat hari ini..membuatku ingin berbagi tentang hal yang sering dianggap wajar tapi merupakan hal yang penting..
Seringnya memudah-mudahkan syariat.. karena hanya sering merasa tidak enak atau sekedar tenggang rasa kepada teman ataupun sekitar..
Duta Islam Yang Pertama..
Mush'ab bin Umair salah seorang diantara para shahabat Nabi. Alangkah baiknya jika kita memulai kisah dengan pribadinya: Seorang remaja Quraisy terkemuka, seorang yang paling ganteng dan tampan, penuh dengan jiwa dan semangat kemudaan. Para muarrikh dan ahli riwayat melukiskan semangat kemudaannya dengan kalimat: "Seorang warga kota Mekah yang mempunyai nama paling harum". Ia lahir dan dibesarkan dalam kesenangan, dan tumbuh dalam lingkungannya. Mungkin tak seorangpun diantara anak-anak muda Mekah yang beruntung dimanjakan oleh kedua orang tuanya demikian rupa sebagai yang dialami Mush'ab bin Umair.
Mungkinkah kiranya anak muda yang serba kecukupan, biasa hidup mewah dan manja, menjadi buah-bibir gadis-gadis Mekah dan menjadi bintang di tempat-tempat pertemuan, akan meningkat menjadi tamsil dalam semangat kepahlawanan? Sungguh, suat riwayat penuh pesona, riwayat Mush'ab bin Umair atau "Mush'ab yang baik", sebagai biasa digelarkan oleh Kaum Muslimin. Ia salah satu diantara pribadi-pribadi Muslimin yang ditempa oleh Islam dan dididik oleh Muhammad SAW.
· Tetapi corak pribadi manakah? · Sungguh, kisah hidupnya menjadi kebanggaan bagi kemanusiaan umumnya.
Suatu hari anak muda ini mendengar berita yang telah tersebar luas dikalangan warga Mekah mengenai Muhammad Al-Amin...Muhammad SAW, yang mengatakan bahwa dirinya telah diutus Allah sebagai pembawa berita suka maupun duka, sebagi da'i yang mengajak ummat beribadat kepada Allah Yang Maha Esa. Sementara perhatian warga Mekah terpusat pada berita itu dan tiada yang menjadi buah pembicaraan mereka kecuali tentang Rasulullah SAW serta Agama yang dibawanya, maka anak muda yang manja ini paling banyak mendengar berita itu. Karena walaupun usianya masih belia, tetapi ia menjadi bunga majlis tempat-tempat pertemuan yang selalu diharapkan kehadirannya oleh para anggota dan teman-temannya. Gayanya yang tampan dan otaknya yang cerdas merupakan keistimewaan Ibnu Umair, menjadi daya pemikat dan pembuka jalan pemecahan masalah.
Diantara berita yang didengarnya ialah bahwa Rasulullah bersama pengikutnya biasa mengadakan pertemuan di suatu tempat yang terhindar jauh dari gangguan gerombolan Quraisy dan ancaman-ancamannya, yaitu di bukit Shafa di rumah Arqam bin Abil Arqam. Keraguannya tiada berjalan lama, hanya sebentar waktu ia menunggu, maka pada suatu senja didorong oleh kerinduannya pergilah ia ke rumah Arqam menyertai rombongan itu. Di tempat itu Rasulullah SAW sering berkumpul dengan para shahabatnya, tempat mengajarnya ayat-ayat Al-Qur'an dan membawa mereka shalat beribadat kepada Allah Yang Maha Akbar.
Baru saja Mush'ab mengambil tempat duduknya, ayat-ayat Al-Qur'an mulai mengalir dari kalbu Rasulullah bergema melalui kedua bibirnya dan sampai ke telinga, meresap di hati para pendengar. Di senja itu Mush'ab pun terpesona oleh untaian kalimat Rasulullah yang tepat menemui sasaran pada kalbunya.
Hampir saja anak muda itu terangkat dari tempat duduknya karena rasa haru, dan serasa terbang ia karena gembira. Tetapi Rasulullah mengulurkan tangannya yang penuh berkat dan kasih sayang dan mengurut dada pemuda yang sedang panas bergejolak, hingga tiba-tiba menjadi sebuah lubuh hati yang tenang dan damai, tak obah bagai lautan yang teduh dan dalam. Pemuda yang telah Islam dan Iman itu nampak telah memiliki ilmu dan hikmah yang luas - berlipat ganda dari ukuran usianya - dan mempunyai kepekatan hati yang mempu merubah jalan sejarah..!
Khunas binti Malik yakni ibunda Mush'ab, seorang yang berkepribadian kuat dan pendiriannya tak dapat ditawar atau diganggu gugat, Ia wanit yang disegani bahkan ditakuti.
Ketika Mush'ab menganut Islam, tiada satu kekuatanpun yang ditakuti dan dikhawatirkannya selain ibunya sendiri, bahkan walau seluruh penduduk Mekah beserta berhala-berhala para pembesar dan padang pasirnya berubah rupa menjadi suatu kekuatan yang menakutkan yang hendak menyerang dan menghancurkannya, tentulah Mush'ab akan menganggapnya enteng. Tapi tantangan dari ibunya bagi Mush'ab tidak dapat dianggap kecil. Ia pun segera berpikir keras dan mengambil keputusan untuk menyembunyikan keislamannya sampai terjadi sesuatu yang dikehendaki Allah. Demikianlah ia senantiasa bolak-balik ke rumah Arqam menghadiri majlis Rasulullah, sedang hatinya merasa bahagia dengan keimanan dan sedia menebusnya dengan amarah murka ibunya yang belum mengetahui berita keislamannya.
Tetapi di kota Mekah tiada rahasia yang tersembunyi, apalagi dalam suasana seperti itu. Mata kaum Quraisy berkeliaran dimana-mana mengikuti setiap langkah dan menyelusuri setiap jejak. Kebetulan seorang yang bernama Utsman bin Thalhah melihat Mush'ab memasuki rumah Arqam secara sembunyi. Kemudian pada hari yang lain dilihatnya pula ia shalat seperti Muhammad SAW. Secepat kilat ia mendapatkan ibu Mush'ab dan melaporkan berita yang dijamin kebenarannya.
Berdirilah Mush'ab di hadapan ibu dan keluarganya serta para pembesar Mekah yang berkumpul di rumahnya. Dengan hati yang yakin dan pasti dibacakannya ayat-ayat Al-Qur'an yang disampaikan Rasulullah untuk mencuci hati nurani mereka, mengisinya dengan hikmah dan kemuliaan, kejujuran dan ketaqwaan.
Ketika sang ibu hendak membungkam mulut peteranya dengan tamparan keras, tiba-tiba tangan yang terulur bagi anak panah itu surut dan jatuh terkulai - demi melihat nur atau cahaya yang membuat wajah yang telah berseri cemerlang itu kian berwibawa dan patut diindahkan - menimbulkan suatu ketenangan yang mendorong dihentikannya tindakan. Karena ras keibuannya, ibunda Mush'ab terhindar memukul dan menyakiti puteranya, tetapi tak dapat menahan diri dari tuntutan bela berhala-berhalanya dengan jalan lain. Dibawalah puteranyaitu ke suatu tempat terpencil di rumahnya, lalu dikurung dan dipenjarakannya amat rapat.
Demikianlah beberapa lama Mush'ab tinggal dalam kurungan sampai saat beberapa orang Muslimin hijrah ke Habsyi. Mendengar berita hijrah ini Mush'ab pun mencari muslihat, dan berhasil mengelabui ibu dan penjaga-penjaganya, lalu pergi ke Habsyi melindungkan diri. Ia tinggal di sana bersama saudara-saudaranya kaum Muslimin, lalu pulang ke Mekah. Kemudian ia pergi lagi hijrah kedua kalinya bersama para shahabat atas titah Rasulullah dan karena taat kepadanya.
Baik di Habsyi ataupun di Mekah, ujian dan penderitaan yang harus dilalui Mush'ab di tiap saat dan tempat kian meningkat. Ia selesai dan berhasil menempa corak kehidupannya menurut pola yang modelnya telah dicontohkan Muhammad SAW. Ia merasa puas bahwa kehidupannya telah layak untuk dipersembahkan bagi pengorbanan terhadap Penciptanya Yang Maha Tinggi, Tuhannya Yang Maha Akbar.
Pada Suatu hari ia tampil di hadapan beberapa orang Muslimin yang sedang duduk sedeliling Rasulullah SAW. Demi memandang Mush'ab, mereka sama menundukkan kepala dan memejamkan mata, sementara beberapa orang matanya basah karena duka. Mereka melihat Mush'ab memakai jubah usang yang bertambal-tambal, padahal belum lagi hilang dari ingatan mereka - pakaiannya sebelum masuk Islam - tak obahnya bagaikan kembang di taman, berwarna-warni dan menghamburkan bau yang wangi. Adapun Rasulullah, menatapnya dengan pandangan penuh arti, disertai cinta kasih dan syukur dalam hati, pada kedua bibirnya tersungging senyuman mulia, seraya berkata yang artinya : "Dahulu saya lihat Mush'ab ini tak ada yang mengimbangi dalam memperoleh kesenangan dari orang tuanya, kemudian ditinggalkannya semua itu demi cintanya kepada Allah dan Rasul-Nya."
Semenjak ibunya merasa putus asa untuk mengembalikan Mush'ab kepada agama yang lama, ia telah menghentikan segala pemberian yang biasa dilimpahkan kepadanya, bahkan ia tak sudi nasinya dimakan orang yang telah mengingkari berhala dan patutu beroleh kutukan daripadanya, walau anak kandungnya sendiri.
Akhir pertemuan Mush'ab dengan ibunya, ketika perempuan itu hendak mencoba mengurungnya lagi sewaktu ia pulang dari Habsyi. Ia pun bersumpah dan menyatakan tekadnya untuk membunuh orang-orang suruhan ibunya bila rencana itu dilakukan. Karena san ibu telah mengetahui kebulatan tekad puteranya yang telah mengambil satu keputusan, tak ada jalan lain baginya kecuali melepasnya dengan cucuran air mata, sementara Mush'ab mengucapkan selamat berpisah dengan menangis pula.
Saat perpisahan itu menggambarkan kepada kita kegigihan luar biasa dalam kekafiran fihak ibu, sebaliknya kebulatan tekad yang lebih besar dalam mempertahankan keimanan dari fihak anak. Ketika sang ibu mengusirnya dari rumah sambil berkata : "Pergilah sesuka hatimu! Aku bukan ibumu lagi". Maka Mush'ab pun menghampiri ibunya sambil berkata : "Wahai bunda! Telah anakanda sampaikan nasihat kepada bunda, dan anakanda menaruh kasihan kepada bunda. Karena itu saksikanlah bahwa tiada Tuhan melainkan Allah, dan Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya".
Dengan murka dan naik darah ibunya menyahut : "Demi bintang! sekali-kali aku takkan masuk ke dalam Agamamu itu. Otakku bisa jadi rusak, dan buah pikiranku takkan diindahkan orang lagi". Demikian Mush'ab meninggalkan kemewahan dan kesenangan yang dialaminya selama itu, dan memilih hidup miskin dan sengsara. Pemuda ganteng dan perlente itu, kini telah menjadi seorang melarat dengan pakaiannya yang kasar dan usang, sehari makan dan beberapa hari menderita lapar.
Tapi jiwanya yang telah dihiasi dengan aqidah suci dan cemerlang berkat sepuhan Nur Ilahi, telah merubah dirinya menjadi seorang manusia lain, yaitu manusia yang dihormati, penuh wibawa dan disegani.
"Sekarang saya insaf", ujar Usaid, lalu menjatuhkan lembingnya ke tanah dan duduk mendengarkan. Demi Mush'ab membacakan ayat-ayat Al-Qur'an dan menyampaikan da'wah yang dibawa oleh Muhammad bin Abdullah SAW, maka dada Usaid pun mulai terbuka dan bercahaya, beralun berirama mengikuti naik turunnya suara serta meresapi keindahannya. Dan belum lagi Mush'ab selesai dari uraiannya, Usaid pun berseru kepadanya dan kepada shahabatnya : "Alangkah indah dan benarnya ucapan itu . . .! Dan apakah yang harus dilakukan oleh orang yang hendak masuk Agama ini?" Maka sebagai jawabannya gemuruhlah suara tahlil, serempak seakan hendak menggoncangkan bumi. Kemudian ujar Mush'ab : "Hendaklah ia mencsucikan diri, pakaian dan badannya, serta bersaksi bahwa tiada Tuhan yang haq diibadahi melainkan Allah". 
15/11/09-Ahad kemarin, bersama dua sahabat akhwat, saya berjalan-jalan pagi untuk menghirup udara pagi.. merasakan nikmatNya saat pagi hari.. kami pun berjalan-jalan di seputaran kampus ITB. Subhanallah..Alhamdulillah..Allahu Akbar..sungguh pagi yang indah, dengan kesegaran udaranya..yang menyegarkan hingga ke rongga dada.. membuat kami sungguh tak ingin berhenti bertasbih..bertahmid..& bertakbir atas kebesaranNya dan nikmatNya..
Kami berjalan di seputaran kampus ITB dimulai dari gerbang depan hingga gerbang belakang..sambil menikmati suasana pagi di dalam kampus tersebut..tak lupa pula kami abadikan nikmat pagi itu dengan beberapa jepretan kamera hp.. ^^
Tak terasa perjalanan pagi itu berakhir dengan kesegaran, keceriaan, dan tentu saja dengan rasa lapar.. :D karena memang perut kami belum terisi sejak terbangun dari tidur.. maka tercetuslah ide untuk melengkapi nikmat pagi itu dengan menyantap bubur kacang ijo sebagai menu sarapan kami.. hmm..membayangkan kelezatan semangkuk burjo membuat perjalanan pulang semakin bersemangat..
hanya dengan 2rb rupiah..kami sudah bisa menikmati kelezatan semangkuk burjo..dan seketika bisa mengembalikan energi kami.. alhamdulillah..
next..saatnya siap2 menghadapi hari untuk amanah2 yang telah menanti.. Semangat!!! Hamasa!!! ^_^
-Bubur kacang hijau- atau yang biasa disebut bubur kacang ijo atau lebih ngetrend dengan sebutan 'BURJO'..
Tapi paman saya punya panggilan sendiri untuk makanan yang satu ini yaitu..BURKI = BubUR Kacang Ijo.. karena kami berdua boleh dikata sebagai penggemar bubur ini..
Selain karena kelezatan rasanya, juga karena kandungan gizinya yang sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh, dan tentu saja karena membuatnya juga tergolong 'simple'
Teringat kisah beberapa waktu yang silam, di sebuah kota di pulau Borneo, yang terkenal dengan keberadaan sungai Mahakam dan jembatan Mahakam.
Di suatu siang yang cukup terik seorang akhwat tampak bergegas menghidupkan sepeda motornya. Ia memang berniat keluar bersama seorang teman yang juga tinggal serumah denganya. Dia bermaksud menemani teman tersebut pergi ke sebuah pusat pertokoan di kota itu, atas permintaan dari teman tersebut. Tak lama kemudian tampaklah mereka telah berboncengan menggunakan sepeda motor yang melaju di jalan raya. Perjalanan menuju tempat yang dituju mereka akan melewati jembatan Mahakam, karena mereka berempat (mereka dan dua orang teman yang lain tinggal di satu rumah) tinggal di daerah yang disebut daerah seberang di kota itu.
Setelah melewati jembatan Mahakam..jalan di tepian sungai..akhirnya sampailah mereka di tempat yang di tuju, salah satu tempat perbelanjaan terbesar di kota itu. Setelah memrkirkan sepeda motor yang ditumpnaginya, mereka bergegas memasuki tempat tersebut. Satu persatu lantai pertokoan disusuri, hingga tibalah di lantai yang khusus menjual pakaian. Mereka sibuk melihat-lihat, khususnya teman akhwat tersebut memang bermaksud mencari sesuatu yang dibutuhkannya, tapi si akhwat tersebut tentu saja sedikit kebingungan karena tak ada satupun model pakaian yang dikenakannya ada di tempat itu.
Setelah melihat ke sana kemari, jadilah mereka menuju suatu box yang berisi potongan pakaian yang didiskon. Box itu berisi celana, rok, dan baju yang harganya sudah mendapat potongan dari harga normalnya. Tak mau bengong saja melihat temannya sibuk mencari-cari, akhirnya si akhwat tersebut juga ikut mencari-cari, walaupun dia sendiri tak tahu apa yang dicarinya, tak lama kemudian matanya tertumpu pada sebuah benda yang cukup menarik perhatiannya, karena modelnya yang bagus, tangannya pun meraihnya, mengangkat benda tersebut untuk memperhatikan lebih seksama. Setelah puas melihat dengan seksama, terbersit dalam pikirannya bahwa ia akan tampak cantik jika mengenakannya, di dalam rumah tentu saja, karena benda tersebut tak masuk dalam kriteria pakaian muslimah yang syar'i. Setelah lama membayangkan hal tersebut, ia kemudian tertarik untuk mengetahui ukurannya apakah sesuai dengan dirinya, sambil memasangkan pada dirinya ia sibuk mengamati dan berpikir..cocok gak ya? Sambil terus mencocokkan pada dirinya, ia pun bertanya kepada kepada temannya, merekapun sibuk mengomentari tentang benda tersebut, tanpa menyadari bahwa di sekitar mereka ada sepasang mata yang juga sedang ikut memperhatikan tanpa mereka ketahui. Dan tak lama kemudian pemilik sepasang mata tersebut mengeluarkan suara yang membuat mereka berdua kaget & malu seketika. Pemilik sepasang mata tersebut adalah seorang pria, dan dengan spontan berkata "tak pantas", betapa kagetnya si akhwat dan temannya, tapi si akhwat tidak hanya kaget tapi juga tiba-tiba saja terserang rasa malu yang begitu besar. Tapi tiba-tiba saja teman si akhwat tersenyum bahkan tertawa melihat hal tersebut.
Tahukah apakah benda yang sedang mereka komentari itu? Sebuah rok mini..
Hmm..akhwat & rok mini? memang sebuah pemandangan yang kontras..pantas kalo ada yang berkomentar bahwa sungguh tak pantas..
Mendengar komentar tersebut, si akhwat langsung menaruh rok mini tersebut ke dalam boxnya, dan dengan segera meninggalkan tempat tersebut agar tidak menanggung rasa malu lebih lama lagi...
Kejadian yang membuat tengsin..
Subhanallah..betapa sosok seorang akhwat dipandang begitu terhormat..sehingga dianggap tak layak untuk mengenakan rok mini sekalipun..
Jadi marilah ukhtifillah..kita menjaga kehormatan yang kita miliki..dengan terus beristiqomah dengan segala amalan diri khususnya dengan HIJAB kita..
Akhwat dan rok mini? Cocok ga sih? ^^
Sedang ingin memotivasi diri...
Berkisah tentang kehidupan seorang akhwat yang sedang berproses untuk terus menjadi lebih baik..
Beberapa hari ini, saat dia sedang bertafaqqur & bermuhasabah..tak terasa air mata mengalir.. entahlah kenapa jika sedang bermuhasabah tentang hidup akhir-akhir ini.. khususnya beberapa tahun belakangan ini.. entah mengapa tiba-tiba ada rasa kerinduan yang muncul, kerinduan akan suatu masa dalam kehidupannya. Masa dimana dia merasa paling bahagia dari semua masa yang telah dia lewati dalam kehidupannya hingga detik ini, bukan berarti saat ini sedang tak bahagia..tapi entah mengapa pada masa itu hidup terasa begitu bahagia walaupun hidupnya penuh dengan ujian dariNya..tapi entah mengapa ujian-ujian tersebut bisa dihadapi dengan penuh syukur..
Pada masa kuliah dulu, tepatnya saat semester 5, dia pernah mengalami suatu ujian yang menurut penilaian orang-orang pada umumnya, khususnya yang berada di sekitarnya merupakan hal yang cukup berat..
Qadarullah, pada saat itu dia pernah mengalami dinyatakan tidak kuliah or cuti kuliah selama satu semester dari pihak kampus, padahal dia mengikuti kuliah hingga akhir semester terbukti dengan KRS (Kartu Rencana Studi) yang dia punyai, dan parahnya lagi baru ketahuan..baru tersadari saat UAS (ujian akhir semester)..sungguh-sungguh sangat mengagetkan sekali saat akan mengikuti ujian di hari pertama UAS, pada saat akan mengisi daftar hadir peserta ujian..kok namanya tidak tercantum dalam daftar yang ada..saking tidak percaya..dan masih mencoba berprasangka baik bahwa kemungkinan kurang teliti dalam melihat, sambil trus membolak-balik lembaran daftar yang ada dan berharap akan menemukan namanya dalam lembaran-lembaran tersebut..Ya Rabb..benar2 tidak ada :( ..masih dalam perasaan yang begitu terkejut hampir tak percaya..dia terkagetkan lagi oleh sebuah nama yang begitu sangat dikenalnya..nama seorang teman..sahabat yang sudah lama tak berjumpa tapi tetap akrab..seorang sahabat yang tadinya mereka ditakdirkan untuk kuliah di kampus* dan jurusan yang sama ..padahal sebelumnya mereka juga berasal dari sekolah yang sama..mmhh..suatu waktu akan disempatkan bercerita tentangnya..insyaAllah..tentang keakraban mereka..yang penuh dengan suka-duka.tapi lebih banyak sukanya..
Sungguh nama itu sangat tidak asing bagiku..tapi kok bisa?pikirnya.. pertanyaan itu seketika terlintas mengiringi keterkejutan yang terus bertambah..karena sepengetahuannya dan memang fakta..teman tersebut sedang cuti kuliah karena Allah mentakdirkan suatu kebaikan baginya..dia diterima bekerja di sebuah perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia..sehingga dia harus meninggalkan kuliah krena lebih memilih untuk bekerja..subhanallah..
Qadarullah, NIM (Nomor Induk Mahasiswa) mereka tepat berurutan..temannya dengan nim Dxxxxx135 dan dia Dxxxxx136..sungguh pengaturan Allah Maha Sempurna..walaupun banyak yang beranggapan bahwa semua adalah kebetulan..tapi tidak baginya, dia menganggap itulah takdir..& takdir bukanlah sebuah kebetulan..karena bukan terjadi secara tak sengaja..tapi memang merupakan perencanaan & kehendakNya..
Cukup lama dia berada dalam situasi penuh kejutan..tapi setelah itu alam sadarnya kembali..dan menuntun dia untuk segera menyadari bahwa dirinya sedang dalam masalah..sambil mencoba menenangkan diri..dan segera berfikir untuk menemukan solusi..dan diapun bertanya kepada pengawas ujian dalam ruangan itu..pengawas itupun segera memeriksa daftar yang ditunjukkan dan mencoba mencari data dirinya tapi hasilnya tetap sama. Dengan wajah yang juga terkejut & sedikit tak percaya bahkan sedikit menyelidik..pengawas itu memberikan keputusan yang cukup bijak..dengan tetap mengijinkan untuk tetap mengikuti ujian saat itu.
Bergegas meninggalkan ruangan sesaat setelah ujian, dia segera meluncur menuju suatu ruang..ya..kantor TU (tata usaha) jurusan, tak sabar ingin segera menanyakan keterkejutan yang dialaminya beberapa waktu yang lalu dan sepertinya masih terus terasa. Dengan nafas yang sedikit terengah-engah akibat ketergesaannya yang membuatnya setengah berlari, di depan loket kantor TU dia mencoba bertanya kepada seorang wanita, pegawai TU tersebut, sambil mencoba mengatur nafasnya agar lebih teratur, mulailah dia mengeluarkan pertanyaan demi pertanyaan yang sejak ujian tadi telah berkecamuk di kepalanya. Tampak ekspresi wajah dari pegawai tersebut sangat terheran seperti ekspresi wajah dirinya sewaktu mengetahui kejadian yang menimpanya. Sambil memperhatikan pegawai tersebut memeriksa kertas-kertas yang ada di hadapannya, hatinya terus mencoba terus berharap bahwa praduga yang mulai mengisi kepalanya salah, tapi kenyataan berkata lain, dengan wajah datar pegawai itu mengatakan bahwa dirinya memang tidak terdaftar kuliah di semester ini..sepertinya tertukar dengan temannya yang namanya tertera pada daftar ujian..deg..kaget..bahkan yang lebih parah lagi akibat dari hal tersebut akan membuatnya terancam tidak dapat mengikuti kuliah semster depan karena KHS (KArtu Hasil Studi) untuk dirinya tentu saja tidak akan keluar..karena dianggap tidak kuliah di semster ini..sungguh-sungguh sangat kaget mendengar hal itu, dan mencoba menanyakan kejelasan hal tersebut, dan jawabannya lebih mengejutkan lagi, pegawai itupun tak mengerti, bahkan tak mampu untuk menjelaskan suatu alasan dari kejadian yang sedang menimpanya. Dengan berusaha untuk tetap tenang tapi tetap tak bisa menyembunyikan ekspresi wajahnya yang sudah mulai menampakkan kepanikan, dia mencoba untuk menanyakan kembali hanya untuk meyakinkan tapi jawaban yang diperoleh tetap sama bahkan terkesan tidak ikut bertanggung jawab.
Tidak puas dengan TU jurusan, diapun bergegas untuk mengecek di fakultas, tapi tetap sama dan disarankan untuk mengecek ke bagian akademik kampus dengan alasan itu wewenang mereka. Dengan langkah terus setengah berlari, sampailah dia di bagian akademik kampus..tapi ternyata hasilnya juga nihil.
Berhenti sejenak, entah karena sudah mulai merasa kelelahan secara fisik, juga karena langkah tiba-tiba tertahan karena reaksi dari hati yang menggerakkan demikian. Diam sejenak untuk berpikir sebelum melangkah lagi, hati mengajak merenungi rentetan kejadian yang baru saja terjadi.
Banyak pertanyaan yang berkecamuk di benaknya, tapi tentu saja dari sekian banyak pertanyaan tersebut dia tak boleh bertanya 'mengapa?' karena dengan demikian dia sedang mempertanyakan kehendak Sang Khalik atas sesuatu yang telah Dia takdirkan..
Hmm..sedikit bergumam sambil menarik nafas..seolah-olah sedang menganalisis sesuatu..tapi masih terus berpikir..tentang apa yang dialaminya..
Tiba-tiba..ekspresi wajahnya berubah seiring dengan lintasan fikiran & hatinya..kenapa harus bingung? bukankah semua hal yang terjadi adalah kehendakNya? Bukankah setiap kehendakNya pasti yang terbaik? Allah tidak pernah menzalimi hambaNya..begitulah dia mencoba memaknai atau lebih tepatnya menenangkan dirinya..hanya mencoba mengulang kembali setiap kata-kata yang pernah didengarkannya takkala mengikuti majelis ilmu..
Ya..dia adalah seorang akhwat yang baru saja berhijrah..baru saja mengenakan hijab..baru saja mengenal yang namanya tarbiyah..
Sungguh kehendak Allah pasti yang terbaik..bukankah apa yang dialaminnya saat ini seperti sebuah tarbiyah langsung dari Sang Khalik..baru saja dia belajar tentang ikhlas & tawakkal..dari liqo yang rutin diikutinya setiap pekan..dan seperti fase berilmu pada umumnya..setelah belajar teori bukankah akan ada praktik? lulus ujian teori dengan paham teori tentang ikhlas & tawakkal..tidak menjamin bisa lulus pada ujian praktek materi yang sama..
Jika dengan masalah yang sedang menimpanya saat itu, reaksi yang bisa ditimbulkan ada dua pilihan..yang pertama tentu saja bisa dengan bersedih & menangis..dan itu reaksi yang sangat wajar..dan pada umumnya semua orang yang sedang mempunyai suatu masalah akan bereaksi demikian..dan itu sah-sah saja..bahkan semua orang akan sangat paham dan mewajarinya..
Yang kedua bisa dengan reaksi yang berbeda..mencoba ikhlas, ridho, bahkan bersyukur..serta menghadapinya dengan senyuman..suatu reaksi yang tentu saja kebanyakan orang justru akan memandangnya sebagai hal yang tidak wajar..
Tapi bukankah memang demikian islam mengajarkan..bagaimana seharusnya sikap setiap muslim jika ditimpa suatu masalah yaitu..ikhlas..sabar..ridho..syukur..serta tak boleh mengeluh..
Kalo dia mengambil reaksi yang pertama..dengan sedih & menangis..apakah itu akan menyelesaikan masalah? hmm tentu tidak jika tanpa ikhtiar..justru hanya akan mengundang prihatin orang sekitar..
Hmm..kenapa tidak mencoba reaksi yang kedua..seperti yang dituntunkan bagi setiap muslim? bukankah jika ia ingin mendapatkan penilaian yang terbaik dariNya..tentu saja dia harus berlaku seperti tuntunanNya..walopun sulit tapi bukan berarti tidak bisa..toh semakin sulit sesuatu maka nilainya akan semakin besar bukan? bukankah hasil diperoleh tergantung pada proses/ metode/ cara yang digunakan? jadi..jika ingin mendapatkan hasil yang luar baiasa..maka gunakanlah cara yang juga luar biasa..masih terus menyemangati diri..menguatkan diri untuk melakukan hal yang diluar biasanya..
Bukankah seharusnya dia bersyukur dan merasa beruntung? Karena merasa bahwa kasih sayang Allah sungguh besar..betapa tidak bukankah ujian merupakan bentuk penjagaan Allah atas ilmunya? setelah teori tentang ikhlas & tawakkal sudah dia pelajari..hingga tahap mencoba memahami..Allah memberikan ujian untuk bisa mempraktekkan sehingga bisa benar2 memahami melalui amalan..
Bukankah pahala amalan ini sungguh besar? Bukankah Allah menyukai hamba2Nya yang sabar? Siapa yang tak ingin disukai bahkan dicintai oleh Dia? itulah tujuan setiap hamba..dicintai oleh Pemiliknya..
Dan jika Allah telah mentakdirkan hal itu padanya..kenapa ia harus menolaknya..bukankah seharusnya dia bersyukur dan menerimanya dengan ikhlas dan senang..karena Allah telah memilihnya dari sekian ribu mahasiswa yang ada di kampus itu..dia terpilih untuk merasakan nikmat tersebut?
Bukankah dalam Al Qur'an surah Al insyirah ayat 5&6 telah jelas..
" Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan" [5]
" Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan"[6]
sampai terulang dua kali dalam surah tersebut, berarti ada makna penegasan di situ..so itu pasti..apalagi yang bisa membuatnya ragu..kalo itu pasti benar..
Sambil terus mendengungkan ayat tersebut..baik secara lisan maupun dalam hati..untuk lebih memaknainya..untuk menguatkan diri..akhirnya dia bangkit dan mulai melangkah lagi..
Disusurinya kembali koridor-koridor kampus yang telah dilewatinya..tapi kali ini dalam arah yang berlawanan..dengan ekspresi yang berlawanan..dia menuju kembali ke TU jurusan.
Tapi entah mengapa langkah kali ini terasa berbeda..kalo sebelumnya dia melangkah bergegas..terasa berat & melelahkan..dengan ekspresi wajah yang penuh beban..tapi dengan menempuh jalan yang sama arah yang berlawanan.. langkah kali ini terasa begitu ringan..dengan ekspresi wajah yang penuh senyuman dan tampak lebih tenang bahkan berseri-seri..
Seperti mendapatkan energi yang sangat-sangat besar..langkah kali ini tak membuat lelah..entah bagaimana bisa..energi yang terasa jadi bertambah berkali-kali lipat jumlahnya dari sebelumnya..padahal seharusnya sebaliknya..hmm..itulah energi yang datang dari sumber kekuatan Yang Maha Kuat..pasti itu..Jika semua diikhlaskan dan diserahkan hanya kepadaNya..maka tidak ada hal yang tidak mungkin..
yakinilah itu..
Bukankah Allah mendatangkan masalah satu paket dengan solusinya? seperti pada surah Al insyirah ayat 5-6..kesulitan bersama kemudahan..
So tak ada yang perlu ditakutkan..tak ada yang perlu dikhawatirkan..serahkan saja padaNya..
Pikiran itu yang terus mengiringi perjalanannya melewati koridor..menaiki tangga..sehingga energi terasa semakin bertambah..
ya..ternyata kalo kita mencoba memandang suatu hal dari sudut pandang yang berbeda, maka kita akan melihat yang berbeda pula..
Kalo saya mengibaratkan..orang yang sedang mengalami masalah seperti sedang berada dalam kotak..sempit..pandangan jadi terbatas hanya dapat melihat sisi-sisi kotak itu saja..masalah terlihat begitu besar & sulit diselesaikan..tapi cobalah keluar dari kotak itu maka pandangan akan terlihat lebih luas tak terbatas..maka masalah terlihat menjadi lebih kecil dengan luasnya pandangan yang ada..
Tak terasa, langkahnya berhenti di depan loket jurusan, menyapa kembali ibu pegawai yang tadi, tapi kali ini dengan senyuman & tutur bahasa yang sudah jauh lebih tenang..akhirnya dia mendapatkan usulan langkah alternatif yang bisa dia ambil untuk menyelesaikan masalah itu.. setidaknya masih ada harapan dia bisa tetap ikut ujian & mendapatkan KHS untuk semester ini.
Sungguh benar..jangan pernah menyerahkan atau menyandarkan segala masalah yang dihadapi kepada makhluk..serahkan kepada Sang Khali..Yang Maha Berkuasa..Maha Berkehendak..
Hari yang penuh kejutan ini pun berakhir dengan membawa harapan untuk esok. Hari -hari ujian berikutnya dijalani dengan lancar, walaupun di setiap ujian dia harus mau mengorbankan waktu ujiannya untuk mengisi daftar hadir khusus, beserta perlakuan khusus..sedikit pemeriksaan KRS dan KTM (Kartu Tanda Mahasiswa) sebagai pembuktian bahwa dia benar-benar mengikuti kuliah tersebut..sesuai dengan solusi yang ditawarkan oleh pihak jurusan.
Masa ujianpun berakhir, tapi masalah belum berakhir, tentu saja setelah ujian akan ada pengumuman nilai. Dan dia sekali lagi harus menerima bahwa nilainya tidak akan terumumkan, jadi untuk mengetahui nilainya dia harus mengecek langsung ke pihak jurusan. Bahkan bukan itu saja, untuk mendapatkan KHS, ia harus membuat sendiri beserta surat keterangan nilai & pernyataan dari semua dosen dari setiap mata kuliah yang diambilnya.
Jika mau memikirkan kembali apa yang akan dilakukan, tentu terasa berat tapi tak perlu dipikirkan lagi tapi hanya perlu melakukannya saja maka semua akan selesai. Masih dengan semangat, penuh rasa syukur dan tetap dengan senyuman semua dijalaninya, sambil terus mencoba mencari hikmah dibaliknya..
Setelah hampir semua dosen telah ditemui dengan suka-dukanya masing-masing. Sebenarnya bukan hal yang sulit jika semua dosen memang profesional dalam arti bahwa mereka mengarsipkan dengan baik semua nilai-nilai mahasiswa, tapi tidak semuanya demikian, ada beberapa yang mempunyai arsip yang lengkap jadi tak terlalu sulit, tinggal menjelaskan kasusnya memperlihat bukti KRS, maka dengan mudah nilai diperoleh, tapi berbeda dengan dosen yang tak terlalu memperhatikan tentan pengarsipan nilai mahasiswa, terasa lebih sulit, karena mereka sendiri bingung mau memberi nilai seperti apa.
Berkisah di suatu siang hari yang cukup terik, dia menelpon ke seorang dosen mata kuliah yang diambilnya, berhubung dosen tersebut sedang tak berada di kampus, maka dia menelpon dan menanyakan untuk membuat janji bertemu. Akhirnya diputuskanlah setelah mendapat persetujuan dari dosen yang bersangkutan, dia akan bertemu dosen di rumahnya, siang itu juga. Karena rumah dosen tersebut terbilang cukup jauh, jadi perjalanan yang ditempuh sekitar satu jam dengan menggunakan angkutan kota atau yang dikenal dengan sebutan 'pete-pete'** di kota itu. Sampailah ia di suatu kompleks perumahan dosen, dengan suara yang datar mulailah ia mengucapkan salam sambil mengetuk pintu rumah dosennya, selang beberapa lama, terdengara sahutan dari dalam rumah menjawab salamnya yang diirngi dengan terbukanya pintu rumah tersebut. Seorang anak laki-laki berdiri di depan pintu yang terbuka sambil bertanya "cari siapa?"Sambil tersenyum dia menjelaskan maksud kedatangannya, tapi ternyata apa yang terjadi, bapak dosen yang dicari sedang istirahat siang alias tidur sesaat sebelum kedatangannya, menurut keterangan dari anak laki-laki tersebut.
Qadarullah..
Dengan sedikit kecewa, tapi tetap dengan senyuman ia pamit dan melangkah meninggalkan halaman rumah tersebut, tapi dia tidak pulang, dia memutuskan untuk menunggu hingga petang bersama seorang teman di sebuah kedai makan di sekitar perumahan, mereka memesan bakso sebagai teman mereka ngobrol hingga petang. Setelah menyelesaikan obrolan & makanan mereka, kembalilah mereka menuju kembali ke rumah dosennya.
Sesampai di sana ternyata dosen tersebut belum bangun, tapi karena hari sudah sangat petang bahkan sudah menjelang maghrib dan tentu saja ditambah kedatangan kami, maka beliau dibangunkan. Sempat terbersit rasa khawatir, membayangkan akan bertemu dengan orang yang dibangunkan dari tidur kemudian disodori masalah pula..tapi segera ditepisnya perasaan tersebut, dan berusaha tetap tenang dan berdoa dalam hati sambil menunggu kedatangan dosen tersebut. Selang beberapa lama kemudian tampaklah dosen yang dinantinya, tampak dari wajahnya memang seperti orang yang baru bangun dan tidak tersenyum sedikitpun, mungkin dia masih mereka-reka mencoba mengenali orang yang sedang bertamu tersebut. Dosen tersebut langsung duduk dan bertanya, dengan mencoba tenang dan tetap tersenyum dia mencoba menjelaskan maksud kedatangannya, tampak di wajah dosennya tersebut kurang suka mendengar persoalan yang dijelaskannya bahkan hampir menolak permintaannya, karena ternyata dosen itu tidak mempunyai arsip nilai mahasiwanya. Tapi dengan cukup meyakinkan bahwa dia sangat membutuhkan pertolongan ini ditambah dengan memperlihatkan bukti bahwa dia mengikuti kuliah tersebut, akhirnya dosennya mau juga membantu dengan terlebih dahulu menanyakan tentang nilai teman-temannya yang sudah keluar.
Sekedar info saja, nilai matakulah yang dikeluarkan dosen tersebut hampir tidak ada yang bagus rata-rata C dan D, jadi sempat juga ragu untuk mendapatkan nilai yang bagus saat itu.
Diserahkannya lembaran kertas nilai dan pernyataan kepada dosen tersebut, tentu saja teriring harapan akan mendapat nilai yang bagus. Mulailah dosen tersebut meberi nilai dan menandatangani lembaran tersebut, dan begitu sampai pada lembaran terakhir, dosen itu kembali melihat ke lembar yang pertama dan ekspresi wajahnya langsung berubah, terheran sambil berkatan " kok saya melingkari nilai 'A' ya?" Saya juga kaget mendengarnya karena belum mengerti terhadap apa yang sedang terjadi, ternyata pada lembaran pertama dosen tersebut bermaksud memberi nilai 'B' tapi untuk tiga lembar berikutnya dia memberi nilai 'A', tapi dia belum menandatangani lembaran yang terakhir dan tertegun sesaat dan tampak bingung. Tapi akhirnya dia berkata lagi "sudahlah, yang diambil tiga lembar ini saja dan yang satu lembar ini tak usah diambil. Jadi maksudnya dosen itu memberi nilai A.
Alhamdulillah wa syukurillah..syukur dalam hati..ekspresi wajahnya terlihat terheran & tak percaya atas apa yang baru saja terjadi, sambil memandang ke arah teman di sebelahnya dengan tersenyum penuh keheranan dan tentu saja kebahagiaan atas kejadian yang baru saja berlangsung, dia segera mengambil lembaran nilainya tersebut, merapikannya, dan bergegas pamit pulang, tentu saja tidak lupa mengucapkan terimakasih kepada dosennya tersebut.
Sungguh dengan rasa syukur yang tak terhenti, dia mencoba memaknai kembali perjalanannya sampai detik ini..
Inilah salah satu kebaikan yang ingin Allah berikan kepadanya melalui proses yang cukup panjang..
Allah akan berlaku sebagaimana prasangka hambaNya..jadi tetaplah berprasangka baik padaNya dalam setiap keadaan baik senang maupun sulit..
Tak hanya itu saja ternyata Allah hendak menjadikannya manusia yang lebih manfaat bagi orang di sekitarnya...karena setelah kejadian itu..beberapa temannya mengalami kasus yang sama hanya saja tidak sekompleks masalah yang dihadapinya, karena teman-temannya tersebut hanya bermasalah pada satu ata u dua matakuliah jadi solusinya jauh lebih mudah apalagi ditambahkan penjelasan dan langkah-langkah yang dijelaskannya kepada mereka yang meminta bantuan, sehingga mereka tidak perlu merasakan kesulitan proses yang dirasakannya akibat kurang bertanggungjawabnya pihak-pihak yang harus bertanggungjawab.
Dari penggalan kisah ini..bisa diambil pelajaran yang sangat berharga..
Hadapilah setiap musibah dengan ikhlas, sabar,ridho, syukur dan senyuman maka akan menjadikanmu orang-orang muslim yang 'luar biasa'..
Cobalah memandang setiap masalah dari sisi pandang yang lain..seperti teorema kotak yang dijelaskan di atas..
Berprasangka baiklah kepada Allah maka Allah akan berlaku seperti prasangkamu..
Masalah akan terasa ringan takkala diserahkan pada Allah..karena Dia akan memberimu kekuatan untuk menghadapinya..
Teruslah ikhtiar, berdoa, berharap dan tawakkal kepadaNya...yakinlah segala yang ditakdirkan olehNya untuk setiap hambaNya pastilah yang terbaik..
Wallahu'alam..
Semoga bisa menjadi ibroh..khususnya dalam menghadapi setiap masalah yang datang..
Lebih bersemangat lagi menghadapi hidup ini..karena yakin Allah pasti akan selalu menolong hamba2Nya yang meminta kepadaNya..
Semangat.. hamasaa ^____^
Kejadian berdasar pada kisah nyata seorang akhwat ...
*Salah satu perguruan tinggi negeri terkenal di kota daeng
**Sebutan angkutan umum di kota daeng
Copyright 2009
Lovely ToBe a Muslimah
Web Design
:Ray Creations. Sponsored by
Web Hosting India and
Ray Hosting.